×
×

Search in Mata Mata Musik

Colbie Caillat Beralih ke Country dengan Band Barunya, Gone West

Kuartet yang ‘harmony heavy’ ini akan merilis lagu mereka “What Could’ve Been” di radio musik country bulan depan.

Dulu waktu Colbie Caillat merilis “Bubbly”—lagu yang membesarkan namanya—di 2007, di saat MySpace masih eksis di muka bumi, dia dan rekan penulis lagunya, Jason Reeves, tidak tahu apa kategori yang pas untuk lagu pop akustik yang santai itu ketika mereka mempostingnya ke halaman profil Caillat yang ramai hiasan. Jadi mereka memasukkannya ke “folk.”

“Awalnya kami tidak ingin menjadi [band dengan] genre yang spesifik,” kata Reeves, di sebuah kedai kopi di Nashville bersama Caillat, Nelly Joy dan Justin Kawika Young—kuartet ini sekarang dikenal sebagai band country, Gone West. “Kami hanya menulis lagu dan merekamnya. Saya masih tidak tahu apa arti ‘folk.’”

Demikian juga, Caillat, Reeves, Joy dan Young tidak langsung menyatakan diri sebagai band country dengan Gone West, sebagian karena mereka selalu berbatasan dengan genre itu.

“Pertama kali saya mendengar ‘Bubbly’ itu sebenarnya di CMT,” kata Joy, yang berbagi tempat duduk dengan Reeves, yang kebetulan juga suaminya. Pernah menjadi personil duo JaneDear Girls, Joy sudah lama menjadi warga Nashville dan penulis lagu dan, sebagai orang Texas dan mantan peraih nominasi CMT Awards, kemungkinan memiliki silsilah “country” yang paling tradisional di band ini.

Tetapi Caillat, yang dikenal karena menanamkan semangat California-bertemu-Hawaii ke dalam musiknya, telah meninggalkan Samudra Pasifik untuk bermukim di Tennessee, tinggal tak jauh dari kedai kopi ini bersama Young, rekan bermusik lamanya dan artis sukses asal Hawaii, yang juga tunangannya. Dan meskipun pantai di Maui mungkin tidak langsung mengingatkan kita dengan musik country, ini bukan berarti genre itu tidak bisa datang dari sana.

“Hawaii,” kata Reeves, “itu sangat country. Ruang terbuka dan alam yang luas. Hawaii itu super country.” “Super country” memang, dari gitar baja asli hingga “paniolos” (intinya koboi dari Hawaii) yang dinyanyikan Caillat di lagu band “Gone West.” Ini menjadi lagu perkenalan grup ini ke dunia, dengan nada dari beberapa harmoni stomp-clap ala Mumford & Sons atau Lumineers.

Namun, single pertama mereka “What Could’ve Been,” yang dirilis via Triple Tigers Records, label country milik band indie asal Nashville Thirty Tigers, mengambil arah yang berbeda. Lagu ballad ini terdengar seperti lagu-lagu yang saat ini diputar di radio country.

Lagu ini juga jelas memiliki unsur bercerita: sebagai band yang terdiri dari dua pasangan, bernyanyi tentang romansa yang gagal tentunya bukan sesuatu yang diambil dari pengalaman pribadi. Namun, penulisan lagu naratif seperti inilah yang membuat mereka dikategorikan dalam musik country, bukan sebaliknya. “Di sinilah penulisan lagu seperti itu berada sekarang,” kata Reeves.

Caillat pun bahkan sebenarnya tidak perlu memulai band. “Bubbly” dan lagu yang dia tulis bersama Jason Mraz, “Lucky,” masih sering di-streaming, bersama dengan lagu “Breathe,” di mana dia berkolaborasi dengan Taylor Swift (momen persilangan country awal lainnya).

Selama bertahun-tahun dia didukung basis penggemar yang setia, sambil tampil dan menulis lagu bersama teman-temannya—hubungan artistiknya dengan Reeves bermula di 2005, saat dia baru pindah ke California dan mereka mulai iseng-iseng membuat lagu.

“Orang tua saya mengizinkannya tinggal di rumah,” kenang Caillat. “Kami kerja bersama di sebuah gym, dan kami sering menulis lagu sepanjang akhir pekan.” Beberapa lagu itu lalu menjadi materi untuk album debutnya, Coco, yang berisi “Bubbly.”

Beberapa tahun kemudian, mereka berempat berangkat mempromosikan album Caillat di 2016 The Malibu Sessions dalam tur bernuansa akustik/harmoni, dan “kami menyadari betapa menyenangkannya tampil di atas panggung bersama,” ujarnya. “Jadi kami kembali ke Nashville dan, pada musim panas itu, menulis lagu pertama kami.”

Bekerja sama dengan beberapa penulis lagu paling sukses dan dihormati di ranah country, seperti Tom Douglas dan Liz Rose, mengokohkan arah baru mereka.

“Kami mengadakan sesi penulisan lagu dengan Tom Douglas dan dia benar-benar mendorong kami untuk menindaklanjuti proyek ini,” kata Joy. “Kami berusaha menulis musik dari hati dan itu biasanya menjadi lagu yang penuh cerita dan lirik yang padat. Dan itu cocok untuk musik country.”

Selanjutnya muncul kontrak rekaman bersama Triple Tigers, label yang juga menaungi Scotty McCreery, dan debut Grand Ole Opry pada Oktober lalu. “What Could’ve Been” akan diputar di radio country pada bulan Juli dan, jika lagu ini sukses merebut hati para programmer di Country Radio Seminar tahun ini, lagu ini mungkin akan diputar lebih lama di radio.

“Orang-orang mendatangi kami dan mengatakan, ‘Kami butuh lebih banyak harmoni [di radio],’” terang Joy.

Namun, yang dicemaskan Joy justru bukan radio country, melainkan penggemar lama Caillat. “Saya sempat khawatir dengan mereka. Apakah mereka akan seperti, ‘Apa yang terjadi? Apakah dia di band sekarang?’” kata Joy. “Tetapi justru sebaliknya. Mereka hampir seperti, ‘Akhirnya.’”

Keterangan Foto Utama: Kuartet baru Colbie Caillat, Gone West. (Foto: Patrick Tracy)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Diplo Mulai Debut Proyek Baru Sebagai Thomas Wesley

Diplo Injak Ranah Country Music

Proyek barunya diperkenalkan lengkap dengan perilisan kolaborasinya bersama musisi country bernama Cam di lagu “So Long.” Sekitar sebulan yang lalu, dal

on Apr 26, 2019