<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

João Gilberto, Legenda Bossa Nova asal Brasil, Meninggal di Usia 88

Posted on: 07/9/19 at 1:25 pm

Sebagai pelopor genre bossa nova, João Gilberto memadukan musik samba tradisional dengan jazz modern di akhir tahun 50-an.

Gitaris dan vokalis bossa nova legendaris asal Brasil, João Gilberto, meninggal dunia di usia 88 tahun. Putranya, Marcelo Gilberto, mengabarkan berita duka tersebut via Facebook pada Sabtu (6/7).

Sampai artikel ini diterbitkan, penyebab kematiannya belum diungkapkan.

“Ayah saya telah berpulang,” tulis Marcelo Gilberto. “Perjuangannya mulia, dia berusaha mempertahankan martabat dengan mempertimbangkan kehilangan kekuasaannya.”

Sebagai pelopor genre bossa nova, João Gilberto memadukan musik samba tradisional dengan jazz modern di akhir tahun ’50-an—merilis “Bim-Bom” di 1958—dan meraih kesuksesan internasional pada dekade berikutnya.

Sintesis barunya menggantikan perkusi samba dengan permainan gitar petik dalam pola yang tidak biasa, beberapa menyebutnya violão gago atau stammering guitar dan menyampaikan interioritas melalui gaya bernyanyi yang seperti mengungkap isi hati, samar-samar menampilkan perkusi, dan tanpa vibrato.

“Ketika saya bernyanyi, saya memikirkan ruang terbuka yang cerah, dan saya akan memainkan suara di dalamnya,” kata Gilberto dalam wawancara dengan The New York Times di 1968. “Seolah-olah saya sedang menulis di atas selembar kertas kosong. Tempatnya harus sangat sunyi bagi saya untuk menghasilkan suara yang saya pikirkan.”

Di tahun 1957, Gilberto diperkenalkan ke Antônio Carlos Jobim, yang saat itu bekerja sebagai penata staf untuk Odeon Records di Rio. Jobim mendengar irama gitar Gilberto dan punya ide untuk menggunakannya di lagunya yang belum selesai, “Chega de Saudade.”

Bossa nova ditampilkan dalam soundtrack film Prancis-Brasil dari tahun 1959 Orfeu Negro (‘Black Orpheus’), yang memenangkan Academy Award sebagai Best Foreign-Language Film, dan tak lama kemudian musisi Amerika menyelidiki dan meniru bunyinya.

Album Jazz Samba, milik pemain saksofon Stan Getz dan gitaris Charlie Byrd, sangat dipengaruhi oleh rekaman Gilberto. Dirilis pada musim semi tahun 1962, album itu mencapai posisi No. 1 di chart album Billboard pada bulan Maret 1963. Gilberto datang ke New York untuk pertama kalinya pada November 1962 untuk tampil di Carnegie Hall, sebagai bagian dari konser paket bossa nova. Jazz Samba kemudian masuk ke jajaran Grammy Hall of Fame.

Juga di tahun 1962, dia merekam Getz/Gilberto bersama Stan Getz, Antônio Carlos Jobim, dan istrinya saat itu, Astrud Gilberto. Album ini kemudian menjadi salah satu album jazz terlaris sepanjang masa—terjual lebih dari dua juta salinan di 1964—dan membawa pulang piala Grammy untuk Album of the Year, sebagai album non-Amerika pertama dengan pencapaian itu. Album ini juga memenangkan Jazz Album of the Year, dan status Grammy Hall of Fame.

Lagu “The Girl from Ipanema” dari album ini, yang ditulis oleh Jobim dan Vinicius de Moraes dengan lirik berbahasa Inggris dari Norman Gimbel, menjadi standar baik di dunia jazz maupun pop. Lagu ini menempati peringkat No. 5 di Billboard Hot 100 dan diyakini sebagai lagu kedua yang paling banyak direkam dalam sejarah setelah lagu The Beatles “Yesterday.” Ratusan demi ratusan cover mencakup interpretasi dari Sarah Vaughan, Nat King Cole, the Supremes, the Four Tops dan Ella Fitzgerald.

Setelah bercerai dari Astrud dan menikahi penyanyi lain, Heloísa Buarque de Holanda, yang dikenal selama kariernya sebagai Miúcha, di 1965, Gilberto pindah ke Weehawken, NJ, dan kemudian ke Brooklyn. Di 1970, pasangan tersebut pindah ke Meksiko selama dua tahun, di mana selama masa itu dia merekam album João Gilberto en Mexico. Dia kemudian kembali ke AS, di mana dia tinggal sampai kembali ke Brasil pada 1980.

Gilberto didukung oleh generasi penulis lagu Brasil setelahnya, termasuk Moraes Moreira dan Gilberto Gil. Album studio terakhirnya, João Voz e Violão (“suara dan gitar akustik”), rilis pada tahun 2000. Dengan panjang beberapa detik lebih dari setengah jam, album ini adalah campuran dari repertoar lamanya dan lagu-lagu yang baru ditulis, yang diakhiri dengan versi lain dari “Chega de Saudade.” Album ini menghasilkan satu piala Grammy lainnya bagi Gilberto, sebagai Best World Music Album.

Artikel asli ditulis oleh Tim Peacock untuk uDiscover Music dan sudah melalui proses penyaduran serta pengeditan oleh redaksi Mata Mata Musik.

Keterangan Foto Utama: Joao Gilberto (kanan), pelopor genre bossa nova asal Brasil.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Ginger Baker Cream

Ginger Baker dari Cream Wafat di Usia 80 Tahun

Drummer ikonik, Ginger Baker, yang pernah berkolaborasi dengan Eric Clapton dan Fela Kuti ini dikabarkan sempat “sakit parah” dalam beberapa bulan terakhir

on Oct 7, 2019
Miles Davis

Trompet Ikonik Milik Miles Davis Akan Dilelang!

Christie’s Auctions & Private Sales akan melelang trompet unik ‘Moon and Stars’ yang didesain dan dimainkan oleh ikon jazz Mile Davis bulan depan pad

on Sep 8, 2019
Keterangan Foto Utama: Fuzzy, I (kredit foto: rilis press)

Fuzzy, I Kembali Dengan Rilisan Baru, Transit

Setelah hiatus selama 3 tahun,  Fuzzy, I kembali dengan formasi dan eksplorasi musik yang lebih jauh lagi Menindaklanjuti pengumuman formasi dan la

on Aug 27, 2019
Ubud Village Jazz Festival 2019

Kemeriahan Ubud Village Jazz Festival 2019

16-17 Agustus lalu, Ubud Village Jazz Festival 2019 (UVJF) sukses digelar di taman Agung Rai Museum of Art (ARMA). Mengusung tagline CERTAINLY! INDONESIA, acar

on Aug 19, 2019