<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

“ME!” Taylor Swift ‘Bunuh’ Estetika Eksentrik Instagram?

Posted on: 06/3/19 at 11:45 am

Dengan warna-warna pastel dan awan yang lembut, video baru Swift terasa tidak sesuai dengan pergeseran online yang kembali ke realita.

Baca Juga: Taylor Swift Akhirnya Singgung Soal Musik Baru

Hampir 10 tahun sudah dunia diwarnai oleh Instagram. Kesempurnaannya yang imut dan eksentrik sekarang menjadi estetika utama. Video “ME!” dari Taylor Swift, contohnya, yang berhasil dikemas dalam warna pastel, kupu-kupu, kucing, pelangi, awan emoji yang lembut, gaun putri duyung, tanduk unicorn, banyak warna pink dan lirik “You can’t spell ‘awesome’ without ‘me’”. Seperti sesi scrolling yang lama, efeknya sedikit membuat mual—dan itu bahkan tanpa klise alpukat di atas roti panggang ataupun #livingyourbestlife.

Estetika ini juga muncul di seri Netflix yang dibintangi Brie Larson, Unicorn Store, lorong-lorong di toko buku favoritmu dan dinding kamar tidurmu. Ini juga berarti—maaf, TayTay—bahwa estetika ini semacam sudah berakhir. “Ini adalah tanda persetujuan [jenis estetika Instagram ini] oleh budaya mainstream,” kata Lev Manovich, penulis Instagram and Contemporary Image. “Tetapi salah satu bintang terbesar di dunia menggunakannya di video mereka – itu mungkin berarti sudah mencapai puncaknya.”

Bahkan “ME!,” judul lagu baru Swift—sangat cocok untuk generasi yang sering dituduh narsis karena media sosial—mungkin sedikit berlebihan. Manovich, yang sudah mempelajari Instagram sejak 2013, baru-baru ini mengamati era selfie mungkin akan segera berakhir.

“Di 2013, ‘selfie’ menjadi kata favorit tahun itu,” katanya. “Tahun ini, era selfie terasa sudah berakhir. Saya perhatikan anak muda tidak lagi mengeluarkan ponsel mereka di restoran. Setiap empat tahun, kita punya generasi baru dengan budaya yang berbeda dan kebiasaan digital yang berbeda.”

Maddie Raedts, pendiri Influencer Marketing Agency (IMA), percaya bahwa kesempurnaan tidak lagi menjadi tujuan di Instagram. “Gen Z tampaknya sudah muak,” ujarnya. “Banyak yang merasa foto-foto generik di Instagram ini  repetitif dan tidak keren lagi.”

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apa yang keren? Beranjak dari budaya #livingmybestlife, tampaknya ada semacam perubahan menuju kemiripan dengan realita, mungkin karena di saat dunia sedang dalam kekacauan seperti sekarang, feed berisi awan lembut dan anak kucing tidak terasa pantas. “Dulu Instagram menjadi tempat yang sempurna dan apa yang kita lihat sekarang adalah orang-orang menolak feed Instagram yang dikuratori (dibuat-buat),” ucap Raedts.

Lihat saja kiasan “Instagram vs Realita” yang sering muncul online. Mantan bintang Made in Chelsea Millie Mackintosh belum lama ini mengunggah foto dari liburannya, berjalan menembus ombak, dengan rambut tergerai. Postingan itu diikuti dengan versi “realita”: dia berlari keluar ombak, dengan rambut berantakan, dan bawahan bikini yang tidak jelas posisinya. Di akun lainnya, filter seperti Perfect365 yang menjadi favorit Kim Kardashian West kehilangan popularitasnya karena efek yang membuat fotomu tampak sedikit jelek.”

Baca Juga: Taylor Swift Sampaikan Pidato Inspiratif Sebelum Nyanyikan ‘Tied Together With a Smile’

“Lihat Huji, yang dirancang untuk mengubah foto di iPhone menjadi ‘tak berguna’ dengan flash merah dalam amplop foto yang biasa kamu dapatkan dari tukang cetak foto di tahun 1998. Alan Bryant, yang bekerja di kantor konsultasi pemuda Livity, mengatakan sesuatu seperti Huji sesuai dengan bagaimana kaum muda melihat semua aspek budaya sekarang. “Tren fesyen terhubung ke bagaimana orang-orang terlihat di Instagram,” katanya. “Jadi keseluruhan fesyen jelek ini hadir sebagai cara orang memamerkan kehidupan mereka … Jelek itu keren sekarang, tanpa polesan.”

“Bahkan jika itu tidak jelek, “nyata” menjadi sebuah aspirasi. Naomi Shimada adalah influencer dan model yang memiliki lebih dari 74.000 followers dan satu buku, Mixed Feelings, tentang pengalamannya di Instagram yang akan terbit tahun ini. Feed-nya dipenuhi dengan hal-hal bahagia seperti senyuman, bunga dan pelangi, tetapi dia bersikeras dirinya “tidak pernah berpikir tentang citra yang sempurna.” Sebaliknya, dia mengatakan dia fokus pada “berbagi kebahagiaan, bukan berbagi kebencian dan persaingan.” “Estetika terus berubah,” imbuhnya. “Ada masa di mana kamu bosan dengan rute kesempurnaan itu.” Shimada terutama dikejutkan dengan dampak yang dihasilkan Instagram pada kehidupan nyata kita. “Saya jalan-jalan dan melihat perempuan di pantai. Mereka tidak sedang menjalani kehidupan terbaik mereka; mereka tidak berenang, membaca ataupun bersantai. Mereka fokus mendapatkan foto bagus.”

Saat dunia kartun yang berlebihan keluar dari feed Instagram kita ke video musik pop, dan dengan diumumkannya di awal bulan ini kalau followers di Instagram akan bisa berbelanja melalui postingan dari para influencer, generasi berikutnya menolak tren-tren besar seperti unicorn, pelangi dan perampingan yang ada di video Swift. Menurut Bryant, mereka mungkin memposting sesuatu yang personal dan mendalam dengan estetika tertentu yang menarik bagi sekelompok kecil orang—hingga 3.000—daripada bertujuan mendapatkan jumlah likes seperti keluarga Jenner. “Itulah positifnya Instagram. Kamu bisa menemukan estetikamu dan komunitasmu dan kamu bisa cocok dengan mereka.” Cara terbaru mengeja kata ‘awesome’? Itu ada di postingannya.

Keterangan Foto Utama: Kecemasan yang imut… video musik Taylor Swift untuk lagu “ME!” (Foto: Taylor Swift/YouTube)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Selena Gomez

Selena Gomez Bela Taylor Swift dalam Kasus Perselisihan Musiknya

Selena Gomez baru saja memposting pernyataan yang menyentuh hati tentang sahabatnya, Taylor Swift, dan mengecam keputusan 'serakah' yang melarang Taylor membaw

on Nov 15, 2019
Demi Lovato

Demi Lovato Janjikan Musik Baru untuk Fans Setianya

Demi Lovato sedang persiapkan proyek baru! Penyanyi berusia 27 tahun ini mengisyaratkan musik baru pada Rabu malam di Instagram Story-nya, lewat foto dan vi

on Nov 15, 2019
Taylor Swift

Taylor Swift Dilarang Nyanyi Lagu Lamanya di AMA 2019

Penampilan Taylor Swift di American Music Awards terancam, begitu pula masa depan film dokumenter barunya di Netflix. Menurut sang superstar, perseteruan yang

on Nov 15, 2019
Shawn Mendes

Shawn Mendes Nyanyi tentang Camila di Remix Lagu Taylor Swift “Lover...

Lagu Taylor Swift "Lover" sekarang hadir dalam versi duet. Pelantun “Love Story” itu menggandeng bintang pop lainnya, Shawn Mendes, di remix lagu dari albu

on Nov 15, 2019