×
×

Search in Mata Mata Musik

Royalti “Bitter Sweet Symphony” Akhirnya Balik ke Tangan Richard Ashcroft

Posted on: 05/24/19 at 1:13 pm

Bitter Sweet Symphony” timbulkan perselisihan hak cipta paling sengit dalam sejarah pop Inggris.

Baca Juga: The Rolling Stones & Florence Welch Duet di Lagu “Wild Horses”

Mick Jagger dan Keith Richards dari The Rolling Stones mengakhiri salah satu perselisihan hak cipta yang paling sengit dalam sejarah pop Inggris, dengan memberikan Richard Ashcroft semua royalti masa depan dari lagunya di 1997, “Bitter Sweet Symphony,” yang dibawakan oleh The Verve.

Ashcroft mengumumkan berita itu di hari yang sama saat dia memenangkan penghargaan Ivor Novello atas kontribusi yang luar biasa untuk musik Inggris. Dalam sebuah pernyataan, dia mengatakan:

“Pergantian peristiwa yang luar biasa dan meneguhkan hidup ini bisa terwujud berkat sikap baik dan murah hati dari Mick dan Keith, yang juga setuju bahwa mereka senang kredit penulisan tidak memasukkan nama mereka dan seluruh royalti mereka yang diperoleh dari lagu ini mulai sekarang akan diberikan kepada saya.”

Mick Jagger dan Keith Richards kembalikan royalti single ikonik, “Bitter Sweet Symphony” ke Ashcroft.

“Bitter Sweet Symphony” meraih peringkat No. 2 di Britania Raya dan No. 12 di AS, di mana lagu ini juga mendapat nominasi Grammy untuk Best Rock Song. Lagu ini adalah lagu utama dari album Urban Hymns, yang memuncaki tangga lagu Britania Raya dan memperoleh 10 kali sertifikat Platinum, dan akhirnya terjual lebih dari 10 juta salinan di seluruh dunia. Album itu tetap menjadi album terlaris ke-19 sepanjang masa di Britania Raya, di atas album-album seperti Bridge Over Troubled Water dari Simon and Garfunkel, Bat Out of Hell dari Meat Loaf, dan x dari Ed Sheeran.

Baca Juga: Mick Jagger Sakit, Rolling Stones Tunda Turnya!

“Bitter Sweet Symphony” adalah salah satu single Inggris yang definitif dari tahun 90an; lagu hit yang moody dan eksistensial yang digerakkan oleh motif string yang khas. String selama empat detik tersebut diambil dari rekaman orkestra lagu The Rolling Stones, “The Last Time,” tetapi hak ciptanya tidak sepenuhnya diperjelas sebelum lagu ini dirilis.

ABKCO, perusahaan penerbit yang dimiliki oleh manajer The Rolling Stones Allen Klein, berpendapat bahwa The Verve telah menggunakan porsi sample yang lebih besar daripada yang disepakati, dan, setelah gugatan yang diselesaikan di luar pengadilan, memaksa Ashcroft untuk menyerahkan royalti lagu dan menciptakan kredit penulisan lagu yang baru: Jagger/Richards/Ashcroft. Setelah keputusan itu, Ashcroft menyindir: “Ini adalah lagu terbaik yang ditulis Jagger dan Richards dalam 20 tahun.”

Tetapi menyusul penawaran kepada Jagger dan Richards dari perusahaan manajemen Ashcroft, keduanya “segera, tanpa ragu dan tanpa syarat setuju” untuk menyerahkan royalti.

Ashcroft berterima kasih kepada semua orang yang terlibat dalam kesepatakan itu, “Manajemen saya Steve Kutner dan John Kennedy, manajer The Stones Joyce Smyth dan Jody Klein (untuk benar-benar membuat keputusan), dan yang terakhir terima kasih yang tulis dan penuh hormat kepada Mick dan Keith. Musik adalah kekuatan.”

The Verve bubar di 1999, meskipun mereka bersatu kembali di 2007 dan merilis satu album baru, Forth. Selain satu album bersama bandnya, RPA & the United Nations of Sound, Ashcroft juga telah merilis lima album solo, termasuk Natural Rebel yang dirilis pada 2018.

Keterangan Foto Utama: Richard Ashcroft di acara penghargaan Ivor Novello, di mana dia memenangkan kontribusi luar biasa untuk musik Inggris. (Foto: Getty Images/Tristan Fewings)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

#LetTheMusicPlay

Iron Maiden, Enter Shikari dan 1500 Artis Lebih Dukung Kampanye #LetTh...

Iron Maiden. (Foto: via Kerrang!). Lebih dari 1.500 artis telah menandatangani surat terbuka kepada pemerintah Inggris sebagai bagian dari kampanye #LetTheM

on Jul 3, 2020
The Rolling Stones Tuntut Donald Trump.

The Rolling Stones Ancam Tuntut Donald Trump Atas Penggunaan Musik Tan...

Keith Richards (The Rolling Stones) dan Donald Trump. The Rolling Stones tidak memiliki 'Sympathy for the Devil'. Band rock legendaris ini mengancam akan me

on Jun 28, 2020
Phil May.

Pentolan Pretty Things, Phil May Meninggal Di Usia 75 Tahun

Phil May. (Foto: CoS). Phil May, vokalis lama band rock asal Inggris, Pretty Things, telah meninggal dunia di usia 75 tahun. Menurut The Guardian, Phil May

on May 17, 2020
Little Richard

Tribute Untuk Little Richard Dari Elton John, Mick Jagger, Bob Dylan, ...

Little Richard di masa aktif bermusik terakhirnya sebelum pensiun. (Foto: Vince Bucci/Getty Images). Berbagai musisi dan selebriti papan atas, bahkan sebagi

on May 11, 2020