×
×

Search in Mata Mata Musik

Surat Cinta Leonard Cohen untuk Marianne Ihlen Akan Dilelang

Posted on: 06/2/19 at 1:45 pm

Surat-surat untuk Marianne Ihlen tersebut mendokumentasikan salah satu hubungan asmara paling menarik pada masanya serta transformasi seorang pemuda menjadi artis yang hebat.

Baca Juga: Leonard Cohen Tulis ‘Kanye West Is Not Picasso’

Ini adalah salah satu kisah cinta besar era “kekuatan bunga” di tahun ’60-an. Dan saat Leonard Cohen bertemu Marianne Ihlen, ini menyebabkan berkembangnya bakat salah satu penulis lagu terhebat di abad ke-20.

Cohen adalah seorang penyair yang kesulitan saat mereka pertama kali bertemu di pulau Hydra, Yunani di 1960. Dan Ihlen menjadi pujaan terbesarnya, menginspirasi salah satu lagu legendarisnya, “So Long, Marianne,” dan beberapa lainnya, termasuk “Bird on the Wire,” sementara di saat yang sama memberinya rasa percaya diri untuk bernyanyi di depan umum.

Sekarang, hampir 60 tahun kemudian, arsip berisi 50 surat cinta dari Cohen untuk Ihlen, yang sebagian besar belum pernah dilihat publik sebelumnya, akan dilelang bulan ini oleh Christie’s di New York di bawah nama Write Me and Tell Me Your Heart: Leonard Cohen’s Letters to Marianne.

Dengan cap pos dari Hydra, Montreal, New York, Tel Aviv dan Havana, dan ditulis selama tahun-tahun penting dalam karier Cohen, “surat-surat puitis ini penuh dengan detail biografi dan emosi yang murni,” menurut Christie’s, “yang mendokumentasikan salah satu hubungan asmara paling menarik pada masanya serta transformasi seorang pemuda menjadi artis yang hebat.”

Barang penting dari pelelangan, yang akan berlangsung online dari 5-13 Juni, mencakup surat yang ditulis di Tel Aviv pada September 1960 di awal hubungan mereka di mana Cohen mengatakan: “Sulit menulis kepadamu. Ombaknya terlalu kencang. Pantainya terlalu ramai, dan terlalu banyak kamu di hatiku sehingga sulit menulis apa pun.” Surat ini diperkirakan akan terjual seharga $9.000.

Marianne Ihlen memimpin Leonard Cohen dan teman-teman di atas keledai di sepanjang jalan berbatu di Hydra, di 1960. (Foto: The LIFE Picture Collection/Getty Images/James Burke)

Salah satu barang yang diincar yang juga akan dilelang adalah bel perunggu retak dari rumah Cohen dan Ihlen di Hydra yang Cohen sebutkan di chorus lagu “Anthem” dari albumnya yang berpengaruh, The Future, di 1992.

Barang lain yang juga ditawarkan adalah surat dari New York setelah penampilan besar pertamanya di kota itu pada Februari 1967. “Setiap penyanyi yang pernah kamu dengar hadir di sana dan tampil. Judy Collins memperkenalkan saya ke penonton, lebih dari 3.000 orang, dan mereka sepertinya tahu siapa saya, kebanyakan karena ‘Suzanne.’”

Mengenai hubungan mereka, Cohen menuliskan di salah satu surat bahwa dia “selalu memikirkan” Ihlen dan kecantikannya, “Apa yang bisa saya katakan? Kamu telah masuk jauh ke dalam diri saya. Saya ingin bernyanyi saat saya mengingat semua karya cinta kita.”

Dalam surat lain, dia menulis untuk “Darling Mu” dari Montreal, “Saat ini saya sedang memikirkan satu malam tertentu saat kita berjalan di sepanjang Rue des Ecoles. Kamu menaruh wajahmu di lengan saya, memegang saya dengan erat, dan menutup matamu, dan membiarkan saya melihat untuk kita berdua. Saya tidak pernah merasa begitu tersentuh dengan sebuah tindakan kepercayaan.”

Momen yang dia gambarkan memunculkan garis yang kemudian muncul di “So Long, Marianne”: “You held on to me like I was a crucifix / As we went kneeling through the dark.”

“So Long, Marianne” muncul di album pertama Cohen, Songs of Leonard Cohen, dan lagu itu ditampilkan dalam repertoar konsernya sepanjang kariernya. Dan menjelang akhir, lagu itu menjadi lagu yang dinyanyikan bersama dengan penonton.

Sampul belakang album keduanya, Songs from a Room, menampilkan foto Ihlen di mesin tik Cohen, terbungkus handuk putih di rumah mereka di Hydra. Setelah meninggalkan pulau itu, mereka tinggal bersama di Montreal untuk sementara waktu tetapi Cohen terhanyut ke pelukan wanita lain termasuk bintang-bintang seperti Joni Mitchell dan Janis Joplin.

Marianne Ihlen (kiri) memangku putranya, Axel Jensen Jr, dan Leonard Cohen (kedua dari kiri) bersama teman-teman mereka di Hydra, Yunani, pada Oktober 1960. (Foto: /Time & Life Pictures/Getty Image/James Burke)

Saat dia melakukan debutnya di Inggris di tengah malam di festival Isle of Wight pada 1970, dia memperkenalkan “So Long, Marianne” dengan kata-kata sedih berikut: “Saya menulis lagu ini untuk Marianne. Saya harap dia ada di sini; mungkin dia ada di sini. Saya harap dia ada di sini. Marianne …”

Sesaat sebelum Ihlen meninggal di usia 81, Cohen masih menghubunginya. Dia menulis untuknya di akhir-akhir hidupnya di negara asal Ihlen, Norwegia, pada Juli 2016: “Ya, Marianne, tiba saatnya di mana kita sangat tua dan tubuh kita meruntuh dan saya rasa saya akan menyusulmu segera. Ketahuilah saya sangat dekat di belakangmu sehingga jika kamu mengulurkan tanganmu, saya rasa kamu bisa meraih tangan saya.

“Dan kamu tahu saya selalu mencintaimu karena kecantikan dan kebijaksanaanmu, tetapi saya tidak perlu mengatakan apa-apa lagi tentang itu karena kamu tahu itu semua. Tapi sekarang, saya hanya ingin mendoakan semoga perjalananmu sangat baik. Selamat tinggal, teman lama. Cinta tanpa akhir, sampai jumpa di sana.”

Cohen meninggal dunia sekitar empat bulan setelah Marianne Ihlen, di usia 82 tahun.

Keterangan Foto Utama: Leonard Cohen menulis “So Long, Marianne” tentang Marianne Ihlen, yang ditemuinya di pulau Hydra, Yunani. (Foto: K & K Ulf Kruger OHG/Redferns)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Leonard Cohen

Kisah Cinta Leonard Cohen di Trailer Dokumenter Barunya

Marianne & Leonard: Words of Love menjelajah hubungan sang penyanyi-penulis lagu dengan Marianne Ihlen. https://youtu.be/LB6nIzPf9r8 Suara Leonard

on May 24, 2019
Hotel Chelsea, Inspirasi di Balik Karya Nico, Leonard Cohen & Lainnya

Selamat Datang di Hotel Chelsea!

Menilik beberapa musik klasik yang terinspirasi dari tempat bersejarah di kota New York tersebut Oleh: Paul Sexton. (uDiscover Music) Kematian Stanley Ba

on Feb 25, 2019
Leonard Cohen Tulis ‘Kanye West Is Not Picasso’

Leonard Cohen Tulis ‘Kanye West Is Not Picasso’

Leonard Cohen menulis ‘Kanye West Is Not Picasso’ dan bisa ditemukan dalam koleksi puisi dan lirik terbarunya, The Flame. Oleh: Alex Young. (Consequence

on Oct 12, 2018