×
×

Search in Mata Mata Musik

The Art Of Storytelling; Slick Rick, Si Narator Hip-Hop

Satu dekade setelah debutnya yang luar biasa, The Art Of Storytelling melihat Slick Rick kembali ke panggung hip-hop dengan beberapa kisah baru untuk diceritakan.

Baca Juga: Gorillaz; Snoop Dogg Menjadi Destruktif di “Hollywood”

Slick Rick adalah pahlawan rakyat. Ya, dia memang seorang legenda, tetapi juga pahlawan rakyat. Dia muncul di zaman keemasan hip-hop tetapi tidak seperti musisi lain yang bertahan—Ice Cube, Snoop Dogg dan Ghostface Killah—Rick sedikit menghilang untuk sementara waktu. Dia berumur 34 tahun, menikah dan memiliki anak, dan punya empat album klasik.

Slick Rick merilis The Art Of Storytelling pada 25 Mei 1999, sedikit lebih dari satu dekade setelah album debut dan lagu khasnya “La-Di-Da-Di” membuatnya menjadi legenda hip-hop. Judul album ini mungkin terdengar terlalu ambisius bagi siapa saja yang belum mencapai status ikoniknya, tetapi pada titik ini, The Ruler telah mendapatkannya.

The Art Of Storytelling diciptakan untuk bertahan lama. Album ini juga menjadi albumnya dengan peringkat tertinggi di tangga lagu, meraih No.8 di Billboard 200 dan No.1 di daftar Top R&B/Hip-Hop.

20 tahun kemudian, sulit memercayai seseorang bisa menjadi veteran hip-hip di tahun 1999, tetapi kalau ada orang yang bisa melakukannya, itulah Rick. Secara vokal dan lirik, dia berada di jalurnya sendiri. Tidak ada yang tampak seperti dia, tidak ada yang terdengar seperti dia, dan tidak ada yang bercerita seperti dia.

Lagu-lagu Rick sangat (dan terkadang anehnya) personal, tetapi mampu menjaga relevansi yang lebih luas berkat pesonanya dan, yang terpenting, kejujurannya. “Trapped In Me” dan “I Run This” menampilkan sikap arogan yang luar biasa melalui pemahaman gaib dari hal-hal yang mendasar, baik secara musik maupun yang lainnya.

Big Boi, Nas, Raekwon, dan Snoop Dogg semua hadir menyumbang verse tamu—di mana Dogg bersinar di satu-satunya single di album, “Street Talkin’.” Daftar itu tidak hanya mewakili perubahan besar; itu menjadi bukti seberapa besar rasa hormat yang didapat Rick—dan yang akan terus dipertahankannya, dengan warisan yang sepenuhnya tertanam dalam tubuh hip-hop.

Baca Juga: Kendrick Lamar & Beberapa Rapper Lain Tolak Tampil di Grammy!

Para tamu unggulan ini bertahan selama 20 tahun, di mana keempat dari mereka menjadi (hingga tingkatan tertentu) beberapa tokoh veteran paling dikenal dan berpengaruh dalam hip-hop. Hal yang sama berlaku untuk Rev Run dan Q-Tip, yang juga hadir di album ini.

Asal Muasal Storytelling

Tidak perlu bantuan seorang ahli untuk menemukan asal muasal The Art Of Storytelling di sebagian besar hip-hop yang menyusulnya. “Frozen” terdengar seperti berasal dari koleksi Kanye, sementara “I Own America” adalah lagu boom-bap yang sangat cocok yang terasa seperti prototipe dari begitu banyak lagu The Neptunes setelahnya. Sementara itu, produksi di lagu “Impress The Kid” dan “Why, Why, Why” sama berlapisnya seperti hampir semua lagu yang ada saat ini.

Meskipun ini adalah album terakhirnya, pengaruh Rick begitu meresap sampai seolah-olah dia terus mengeluarkan album ke milenium baru. Di antara artis yang paling produktif di generasi berikutnya—Lil Wayne, Kanye, Nicki Minaj, Danny Brown, J Cole—nama Rick disebut-sebut melalui lirik, sample dan sebagai seorang legenda.

Rick begitu lancar di The Art Of Storytelling sehingga meskipun saat verse-nya menyebar, hampir tidak mungkin membedakan itu dari baris yang lebih rumit. Itulah seni mendongeng: melakukan trik dengan sangat baik sampai tidak ada orang yang memperhatikan.

Dan meskipun memiliki daftar karya yang lebih kecil dari kebanyakan orang, Rick tetap menjadi salah satu rapper yang paling banyak di-sample, diinterpolasi, dan dikutip sepanjang masa. Dia begitu sering dirujuk sehingga tidak mungkin mengetahui di mana penghormatan terhadapnya berakhir dan penyembahan yang tidak sengaja dimulai.

Seperti Grimms bersaudara, Rick adalah pendongeng klasik dalam segala hal.

Keterangan Foto Utama: Sampul album bersejarah Slick Rick, The Art of Storytelling.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Snoop Dogg Rayakan Pencapaiannya Lewat Single Baru!

Snoop Dogg Rayakan Pencapaiannya Lewat Single Baru!

"I Wanna Thank Me" merupakan single perayaan Snoop Dogg yang diberikan untuk dirinya sendiri. Sekitar sebulan setelah Calvin Cordozar Broadus Jr. atau yang

on Jul 5, 2019
Lay Sajikan Koreografi Keren di VM “Honey”

Lay Sajikan Koreografi Keren di VM “Honey”

Single jagoan dari album digital solo terbarunya, Honey. Lay EXO membuat kita semua ternganga dengan perilisan lagu barunya. “Honey” menjadi lagu utama

on Jun 24, 2019
Freddie Gibbs & Madlib Gandeng Anderson. Paak di "Giannis"

Freddie Gibbs & Madlib Gandeng Anderson. Paak di "Giannis"

Lagu keempat dari 15 lagu yang akan muncul di Bandana. Salah satu album yang paling ditunggu-tunggu oleh pecinta hip-hop dunia akan mendarat kurang dari sem

on Jun 22, 2019
Will Smith

Will Smith Luncurkan “Friend Like Me” Versi Hip-Hop

Lagu Disney klasik tersebut ditransformasi oleh sang ‘Fresh Prince’ dengan bantuan dari DJ Khaled. Baca Juga: DJ Khaled, Cardi B & 21 Savage Pamer d

on May 25, 2019