<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

Band Metal asal Mongolia, The Hu Pukau Audiens Eropa!

Posted on: 07/11/19 at 1:09 pm

Pengunjung festival Eurockeennes di Belfort, Prancis, dibuat terpersona dengan campuran nyanyian tenggorokan tradisional asli Mongolia dan heavy metal dari band ini.

Band metal asal Mongolia, The Hu, tampil menakjubkan saat mereka menghadirkan campuran musik thrash bergaya Metallica dan steppe ala mereka yang memikat penonton di seluruh Eropa musim panas ini.

Semasa remaja, empat pria Mongolia berambut panjang dalam balutan busana kulit ini—yang belakangan ini dibanjiri pujian karena penampilan live mereka yang memukau—banyak mendengarkan campuran musik metal dan rock, dari Metallica hingga Foo Fighters.

Tetapi sementara band idola mereka menyanyikan lagu tentang cinta yang hilang dan makna alam semesta, The Hu—yang mengguncang festival Eurockeennes di Belfort, Prancis pada Kamis lalu (4/7)—bernyanyi tentang menegakkan tradisi Mongolia dan menghormati leluhur mereka.

Setelah penampilan mereka di Eurockeennes, band ini lanjut tampil di Swiss dan Republik Ceko.

Yang membuat band metal ini sangat menarik adalah, tiga dari empat personil – Gala, Enkush dan Jaya – melakukan nyanyian tenggorokan tradisional asli Mongolia, atau yang disebut khoomei, yang biasanya hanya dilakukan selama upacara ritual.

“Gaya itu, kami menyebutnya ‘hunnu rock’. ‘Hunnu’ berarti ‘manusia’ dalam bahasa Mongolia. Tapi itu juga terinspirasi dari Hunnu, kekaisaran Mongolia kuno,” kata Gala, yang memainkan morin khuur, biola dengan dua senar yang terkenal dalam budaya nomad Mongolia.

The Hu dipuji karena penampilan live mereka yang memukau dalam tur mereka di Eropa. (Foto: AFP)

Di antara alat musik tradisional lainnya yang dibawa The Hu ke festival di Eropa musim panas ini ada tovshuur (kecapi bersenar dua) dan tsuur (seruling kayu panjang yang masuk dalam daftar warisan budaya UNESCO).

“Ribuan tahun yang lalu, nenek moyang kami memainkan alat musik yang kami gunakan di atas panggung, bahkan perkusinya juga. Itulah cara kami memadukan budaya Timur dan Barat, lama dan baru, dan dengan cara ini semua orang dapat mengapresiasi seni kami,” kata Gala.

Cinta mereka terhadap heavy metal lah yang menyatukan band ini saat mereka terbentuk pada 2016.

The Hu akan menggelar tur dengan sembilan jadwal di AS pada Oktober ini. (Foto: AFP)

“Kami bertemu di sekolah musik dan menghabiskan waktu luang kami untuk mendengarkan banyak rekaman. Kami mendengarkan banyak musik yang berbeda, tetapi heavy metal menyatukan kami dan kami ingin memainkannya,” jelas Gala.

Musik dan tampilan The Hu yang unik – perpaduan jaket kulit berjumbai, bandana dan simpul atas tradisional – telah menjangkau khalayak global berkat internet.

Video pertama mereka, “Yuve Yuve Yu” dan “Wolf Totem,” yang direkam di lanskap Mongolia yang dramatis dan berbatu, telah memperoleh total 33 juta views di YouTube.

Setelah pertunjukan mereka di Eropa, band ini akan menggelar tur dengan sembilan jadwal di AS pada bulan Oktober.

“Tur di luar negara kami adalah suatu kehormatan dan kepuasan besar,” kata Enkush. “Kami menemukan semua audiens berbeda yang tidak mengenal kami juga, ini sangat menarik. Kami akan melakukan usaha terbaik kami untuk tampil mengesankan!”

Artikel asli ditulis oleh Agence France-Presse untuk South China Morning Post dan sudah melalui proses penyaduran serta pengeditan oleh redaksi Mata Mata Musik.

Keterangan Foto Utama: Band asal Mongolia, The Hu, tampil di atas panggung festival musik rock Eurockeennes edisi ke-31 di Belfort, bagian timur Prancis. (Foto: AFP)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Loudness

Loudness Sukses Getarkan Hard Rock Cafe Jakarta

Selasa malam (12/11), Hard Rock Cafe Jakarta dibanjiri oleh para diehard fans band metal kawakan dari Jepang, Loudness. Konser bertajuk Thunder in the East san

on Nov 14, 2019
Ringo Starr

Album Baru Ringo Starr Bakal Jadi yang Terakhir?

Ringo Starr menjadi terkenal sebagai bagian dari The Beatles, namun di luar itu, dia adalah musisi legendaris. Belum lama ini, Ringo merilis What’s My Name

on Nov 13, 2019
The Beatles

3 Lagu Paling Menyeramkan dari The Beatles

Di masanya, The Beatles menciptakan perpaduan yang ikonik dari lagu-lagu pop yang ceria dan eksperimen bernuansa psikedelik. Baca juga: Artis Musik Terlar

on Nov 12, 2019
Chris Isaak

Chris Isaak Perdana Puncaki Chart Billboard Berkat Cover di The Voice

Lagu klasik Chris Isaak "Wicked Game" merajai tangga lagu Billboard untuk pertama kalinya, kembali memasuki Rock Digital Song Sales tertanggal 9 November.

on Nov 8, 2019