×
×

Search in Mata Mata Musik

Band Metal asal Mongolia, The Hu Pukau Audiens Eropa!

Pengunjung festival Eurockeennes di Belfort, Prancis, dibuat terpersona dengan campuran nyanyian tenggorokan tradisional asli Mongolia dan heavy metal dari band ini.

Band metal asal Mongolia, The Hu, tampil menakjubkan saat mereka menghadirkan campuran musik thrash bergaya Metallica dan steppe ala mereka yang memikat penonton di seluruh Eropa musim panas ini.

Semasa remaja, empat pria Mongolia berambut panjang dalam balutan busana kulit ini—yang belakangan ini dibanjiri pujian karena penampilan live mereka yang memukau—banyak mendengarkan campuran musik metal dan rock, dari Metallica hingga Foo Fighters.

Tetapi sementara band idola mereka menyanyikan lagu tentang cinta yang hilang dan makna alam semesta, The Hu—yang mengguncang festival Eurockeennes di Belfort, Prancis pada Kamis lalu (4/7)—bernyanyi tentang menegakkan tradisi Mongolia dan menghormati leluhur mereka.

Setelah penampilan mereka di Eurockeennes, band ini lanjut tampil di Swiss dan Republik Ceko.

Yang membuat band metal ini sangat menarik adalah, tiga dari empat personil – Gala, Enkush dan Jaya – melakukan nyanyian tenggorokan tradisional asli Mongolia, atau yang disebut khoomei, yang biasanya hanya dilakukan selama upacara ritual.

“Gaya itu, kami menyebutnya ‘hunnu rock’. ‘Hunnu’ berarti ‘manusia’ dalam bahasa Mongolia. Tapi itu juga terinspirasi dari Hunnu, kekaisaran Mongolia kuno,” kata Gala, yang memainkan morin khuur, biola dengan dua senar yang terkenal dalam budaya nomad Mongolia.

The Hu dipuji karena penampilan live mereka yang memukau dalam tur mereka di Eropa. (Foto: AFP)

Di antara alat musik tradisional lainnya yang dibawa The Hu ke festival di Eropa musim panas ini ada tovshuur (kecapi bersenar dua) dan tsuur (seruling kayu panjang yang masuk dalam daftar warisan budaya UNESCO).

“Ribuan tahun yang lalu, nenek moyang kami memainkan alat musik yang kami gunakan di atas panggung, bahkan perkusinya juga. Itulah cara kami memadukan budaya Timur dan Barat, lama dan baru, dan dengan cara ini semua orang dapat mengapresiasi seni kami,” kata Gala.

Cinta mereka terhadap heavy metal lah yang menyatukan band ini saat mereka terbentuk pada 2016.

The Hu akan menggelar tur dengan sembilan jadwal di AS pada Oktober ini. (Foto: AFP)

“Kami bertemu di sekolah musik dan menghabiskan waktu luang kami untuk mendengarkan banyak rekaman. Kami mendengarkan banyak musik yang berbeda, tetapi heavy metal menyatukan kami dan kami ingin memainkannya,” jelas Gala.

Musik dan tampilan The Hu yang unik – perpaduan jaket kulit berjumbai, bandana dan simpul atas tradisional – telah menjangkau khalayak global berkat internet.

Video pertama mereka, “Yuve Yuve Yu” dan “Wolf Totem,” yang direkam di lanskap Mongolia yang dramatis dan berbatu, telah memperoleh total 33 juta views di YouTube.

Setelah pertunjukan mereka di Eropa, band ini akan menggelar tur dengan sembilan jadwal di AS pada bulan Oktober.

“Tur di luar negara kami adalah suatu kehormatan dan kepuasan besar,” kata Enkush. “Kami menemukan semua audiens berbeda yang tidak mengenal kami juga, ini sangat menarik. Kami akan melakukan usaha terbaik kami untuk tampil mengesankan!”

Artikel asli ditulis oleh Agence France-Presse untuk South China Morning Post dan sudah melalui proses penyaduran serta pengeditan oleh redaksi Mata Mata Musik.

Keterangan Foto Utama: Band asal Mongolia, The Hu, tampil di atas panggung festival musik rock Eurockeennes edisi ke-31 di Belfort, bagian timur Prancis. (Foto: AFP)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Queen Ajak Penggemar Bintangi Video Baru Mereka!

Queen Ajak Penggemar Bintangi Video Baru Mereka

Inisiatif You Are The Champions menawarkan kesempatan bagi para penggemar untuk berperan dalam video ‘user generated’ untuk tiga lagu band yang paling popu

on Jul 23, 2019
Iggy Pop Luncurkan Free Awal September 2019!

Iggy Pop Luncurkan Free Awal September 2019!

Free, album ke-18 Iggy Pop ini adalah lanjutan yang ditunggu-tunggu dari album Post-Pop Depression di 2016. Iggy Pop baru saja mengonfirmasi judul dan tangg

on Jul 21, 2019
Paul McCartney Nyebur ke Dunia Teater Musikal

Paul McCartney Nyebur ke Dunia Teater Musikal

McCartney saat ini sedang menulis musik baru untuk proyek debutnya dan berkolaborasi dengan Lee Hall untuk liriknya. Paul McCartney mengumumkan dirinya seda

on Jul 21, 2019
Album Debut Arab Strap Akan Tersedia dalam Format Vinyl

Album Debut Arab Strap Akan Tersedia dalam Format Vinyl

Album debut dari duo asal Skotlandia di 1996 ini akan mendapat cetakan vinyl pertamanya di Amerika Serikat. The Week Never Starts Round Here, album debut da

on Jul 20, 2019