×
×

Search in Mata Mata Musik

Tiffany, Mantan Girls’ Generation Hadirkan Dokumenternya

Posted on: 05/7/19 at 2:00 pm

Mantan Personil Girls’ Generation ini menceritakan detail intim perjalanan kariernya sebagai artis solo di Mi Young’s Diary, Chapter 1: Lips On Lips.

Baca Juga: BTS Gelar Tur Stadion Pertamanya di LA

Artis berkebangsaan Korea-Amerika berusia 29 tahun ini kembali ke Amerika Serikat pada akhir 2017 untuk mengejar karier solo setelah menghabiskan 10 tahun bersama Girls’ Generation, grup K-Pop yang memulai debut di 2007 dan menjadi begitu populer sehingga mereka, sewajarnya, tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya Korea.

Kata ‘itu’ dimaksudkannya sebagai segala sesuatu yang menjadikan Tiffany, Tiffany—mulai dari musiknya hingga pola pikirnya, hingga keinginannya. Meskipun dia mengaku terkadang kesulitan menyuarakan keruntuhan pikirannya secara linear, dia tetap jujur sampai lebih terkesan intim, namun ambisius tanpa malu-malu. 

Di bulan Februari, dia mulai merilis rekaman pertamanya sebagai artis independen. EP Lips On Lips yang berisi lima lagu itu adalah karya yang sering kali sensual dan didominasi bunyi synth dan akustik yang dilandaskan pada gagasan cerita dongeng, romansa dan fantasi. “Dongeng dan fantasi tidak hanya untuk anak-anak. Keduanya adalah cara ajaib untuk melihat keindahan dan rasa sakit,” jelasnya.

“Saya suka novel Gotik dan vampir semasa remaja, dan baru-baru ini membaca ulang Frankenstein. Kamu bisa merangkul apa yang kamu suka waktu kecil dan memasukkannya ke karyamu sendiri saat sudah besar.”

“Saya ingin terus berkembang dan berkontribusi. Dan menjadi diva pop dunia.“ – Tiffany Young

Langkah selanjutnya adalah menciptakan film dokumenter berdurasi setengah jam, Mi Young’s Diary, Chapter 1: Lips On Lips, yang tayang perdana di NME.com, di mana dia membawamu ke babak baru kehidupan dan musiknya yang sering emosional.

“Sangat penting bagi saya untuk terbuka. Inilah cara untuk membingkai karya saya dengan cara yang belum pernah saya lakukan sebelumnya,” katanya. “Fokusnya adalah menunjukkan sosok seperti apa yang saya inginkan dan siapa saya sekarang. Saya ingin terus berkembang dan berkontribusi. Dan menjadi diva pop dunia juga,” imbuhnya sambil tertawa.

Baca Juga: Sunset Rollercoaster Rilis EP Vanilla Villa

Di film ini, dia menunjukkan dorongan dari teman-temannya di Girls’ Generation untuk membagikan “cerita lengkap”-nya, sesuatu yang menurutnya tidak selalu memungkinkan sebelumnya. Tetapi sementara dia memuji mereka karena telah membuatnya “bergerak”, Tiffany—yang, di usia 11 tahun, ditinggal ibunya, dan menjadi jauh dari ayahnya—pada akhirnya berjuang dengan caranya sendiri ke depan.

“Saya rasa sangat penting membagikan hal-hal itu karena saya dulu berada di dunia (K-Pop) yang gemerlap. Saya merasa seperti tidak diizinkan berbicara tentang pengalaman-pengalaman itu tetapi saya sadar saya dulu belum siap. Sekarang saya merasa siap. Selama satu setengah tahun terakhir, saya menyadari saya seolah mengurung diri saya sendiri dan melawan segalanya,” ungkapnya.

“Saya ingat melakukan rekaman dulu berarti berkarya dengan tenggat waktu, masuk dan tampil, jadwal berikutnya, koreografi. Proses baru ini bagi saya adalah masuk ke sebuah ruangan bersama beberapa penulis luar biasa yang membantu saya menyalurkan pengalaman saya, dan tanpa formula. Hidup adalah tentang belajar untuk melupakan, kemudian belajar sesuatu yang lebih baik, lagi dan lagi.”

Transisinya menjadi artis solo dan kembalinya ke AS bukan tanpa masa-masa suram, dan Tiffany ingat mengalami teror, kegugupan dan kecemasan; namun, “pergi ke sekolah (akting), ke studio dan sekarang pergi ke terapi banyak membantu mengubah pola pikir saya. Ada momen-momen di mana saya meragukan diri saya, ya, tetapi saya tahu saya menginginkan ini,” katanya dengan penuh keyakinan. “Saya ingin berkarya, dan membantu dengan cara saya dibantu saat saya membutuhkan seseorang melalui musik.”

Keterangan Foto Utama: Tiffany Young, personil Girls’ Generation yang kini sedang merintis karier solonya di AS. (Foto via NME)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Film Dokumenter

10 Film Dokumenter Musik Revolusioner Yang Oke Ditonton Selama Social ...

Jimi (The Upstairs), Randy (Lamb Of God), Gaahl (Gorgoroth). (Foto: Kolase). Selama masa pandemi Covid-19 alias virus Corona dengan mengkarantina diri #diru

on Apr 2, 2020
Slipknot

Slipknot Rilis Film Dokumenter Baru Pada 'Friday The 13th'

Slipknot rilis film dokumenter. (Foto: Instagram.com/@slipknot). Pada bulan Januari lalu, raksasa metal Slipknot melakukan konser intim di Maida Vale Studio

on Mar 10, 2020
Rihanna

Dokumenter Rihanna Dibeli Amazon Senilai Hampir Rp 350 Miliar

Amazon dilaporkan telah mengantongi hak cipta atas film dokumenter Rihanna yang digarap oleh Peter Berg. Baca juga: Lagu Eminem yang Memihak Chris Brown dal

on Dec 14, 2019
Film Dokumenter Taylor Swift

Film Dokumenter Taylor Swift Tayang Perdana di Sundance

Film dokumenter Taylor Swift, Go-Go, serta St. Vincent akan tayang perdana di Festival Film Sundance 2020, dari 23 Januari hingga 2 Februari di Park City, Utah

on Dec 5, 2019