×
×

Search in Mata Mata Musik

Nikki Sixx (Motley Crue) Jual Hak Lagu-Lagu Ciptaannya Ke Hipgnosis Songs

Posted on: 09/2/20 at 6:30 am

Nikki Sixx (Motley Crue) Jual Hak Lagu-Lagu Ciptaannya Ke Hipgnosis Songs
Nikki Sixx. (Foto: Arthur Mola/Invision/AP).

Perusahaan investasi dan manajemen musik asal Inggris, Hipgnosis Songs telah memperoleh hak atas katalog musik alias lagu-lagu ciptaan Nikki Sixx, bassis dan pendiri Motley Crue, salah satu band rock paling sukses di dunia yang berjaya di era 1980-an.

Baca juga: Motley Crue Ungkap Alasan Kenapa Mereka Ingin Reuni Setelah Bubar Pada 2015 lalu

Hipgnosis Songs telah memperoleh 100% bagian pendapatan PRO (profesional) Nikki Sixx sebagai penulis lagu dan hak royalti Sound Exchange atas katalog musiknya, yang secara total mengandung 305 lagu. Rincian lebih lanjutnya mengenai akuisisi ini belum secara lengkap dijelaskan.

Dengan lagu-lagu hit seperti ‘Looks That Kills’, ‘Shout at the Devil’, ‘Home Sweet Home’ dan ‘Girls, Girls, Girls’, secara global Motley Crue telah menjual lebih dari 100 juta kopi album dan mencetak sembilan album Top 10 di chart Billboard 200. Band heavy metal ini merilis album debutnya, Too Fast for Love pada tahun 1981 dan menjalani tur perpisahan pada tahun 2015, tetapi kemudian mempertimbangkan masa pensiun mereka berkat kesuksesan yang revolusioner dari film biopik Motley Crue, The Dirt dan mengumumkan tur reuni mereka untuk tahun 2020 ini, yang ujung-ujungnya ditunda karena pandemi kopad-kopid ora jelas.

Merck Mercuriadis, pendiri dari Hipgnosis Songs Fund Limited dan The Family (Music) Limited, mengatakan: “Mötley Crüe bertanggung jawab atas meledaknya trend musik rock di Los Angeles pada tahun 1980-an yang membuka jalan bagi semua artis rock yang muncul kala itu dan menempatkan musik rock kembali ke wilayah Top 40 di radio dan berbagai chart musik pop. Nikki (Sixx) adalah seorang katalis dan arsitek dari semua itu dan kami sangat senang untuk menyambutnya ke keluarga Hipgnosis”.

Nikki Sixx, yang bernama asli Frank Ferranna, mengatakan: “Merck dan timnya di Hipgnosis adalah perusahaan berpikiran maju yang ramah dengan artis-artisnya. Ke depannya gue bersyukur mereka memperlakukan musik gue dengan sangat hati-hati dan penuh hormat”.

Hipgnosis Songs belum lama ini merilis laporan tahunannya, yang mencatat pendapatannya melonjak di tahun pertama bisnisnya, naik menjadi US$ 81 juta (Rp 1,1 triliun) dalam periode 12 bulan yang berakhir pada Maret 2020 dari sekitar US$ 8,9 juta (Rp 130 miliar) pada periode sebelumnya. Perusahaan itu, yang secara besar-besaran telah mengakuisisi katalog musik berbagai penulis lagu dan produser beken, mulai dari Dave Stewart dari Eurythmics, Timbaland hingga Jack Antonoff dan Jeff Bhasker, mulai berdagang di London Stock Exchange pada bulan Juli 2018 antara Maret 2019 dan Maret 2020, perusahaan itu membelanjakan hampir US$ 700 juta (Rp 10,2 triliun) untuk memperoleh 42 katalog musik.

Baca juga: Nikki Sixx Minta Maaf, Tapi Sangkal Cerita Kekerasan Seksual di The Dirt

Dalam laporan tersebut, Merck Mercuriadis mencatat, “Jika dibandingkan dengan tiga perusahaan musik besar lainnya, kami telah memperoleh antara 7% hingga 12,5% hasil pendapatan mereka hanya dengan antara 0,5% hingga 0,9% dari jumlah lagu mereka”. Ini adalah hasil dari investasi band itu yang sangat selektif, yang dalam laporannya diringkas sebagai berikut: “Semua lagu kami memiliki rekor kesuksesan yang sudah jelas terbukti dan kami nggak berspekulasi tentang lagu-lagu baru terlepas dari hasil performa para penulis lagu, produser, atau artisnya di masa lalu. Lagu-lagu hit yang telah terbukti sukses ini menghasilkan cash flow (arus kas) yang dapat diandalkan, diprediksi, dan nggak berkorelasi yang sangat bagus untuk diinvestasikan”.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Asisten Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Avenged Sevenfold

    Avenged Sevenfold: 20 Urutan Peringkat Lagu Terbaik Sepanjang Masa

    Formasi klasik A7X (Foto: dok. A7X). Avenged Sevenfold merupakan salah satu dari deretan band heavy metal garda terdepan dan teratas di dunia. Gerombolan ro

    on Jun 13, 2021
    Gelora Saparua

    Gelora Saparua: Episentrum Sejarah Geliat Rock & Metal Indonesia

    Gelora Saparua. Sesuai namanya, Gelora adalah akronim dari Gelanggang Olahraga. Selain lapangan atletik dan taman sarana umum, salah satu tempat di dalam a

    on Jun 7, 2021
    AC/DC

    AC/DC 'Highway To Hell' Dicover Sempurna Bocah 7 Tahun, Keren Gila!

    AC/DC cover? Lagu-lagunya tentu sudah ribuan kali di-cover oleh ribuan orang di dunia. Tetapi akan menarik ceritanya jika yang meng-cover adalah seorang bo

    on Jun 4, 2021
    David Ellefson

    David Ellefson Respons Usai Dipecat Megadeth & Gugat Penyebar Video

    David Ellefson (Foto: David Brendan Hall). David Ellefson. Yep, this guy. Awal pekan ini, Megadeth mengumumkan pemutusan hubungan kerjanya dengan bassis dan

    on May 27, 2021