×
×

Search in Mata Mata Musik

Pandemi Memaksa Kita Nonton Konser Virtual Dengan Tata Suara Yang Buruk

Posted on: 08/4/20 at 8:00 am

Pandemi Memaksa Kita Nonton Konser Virtual Dengan Tata Suara Yang Buruk
Mariah Carey. (Foto: Fox).

Seperti yang kita lihat ketika MTV Video Music Awards (MTV VMA) mengumumkan daftar nominasinya minggu lalu, di situ MTV menambahkan kategori baru yang sesuai untuk kondisi saat ini, yakni: Best Quarantine Performance alias performa karantina terbaik. Mereka yang bersaing untuk meraih “Moonman” (nama lain beken dari piala MTV VMA) termasuk penampilan Lady Gaga ‘Smile’ dari konser “One World: Together At Home” dari Global Citizen, ‘Unplugged At Home’ dari CNCO dan aksi tribute untuk Nirvana dari Post Malone, di mana semua konsernya disiarkan secara live streaming. Beberapa nominasi tersebut saat dijalankan sekaligus sebagai penggalangan dana bantuan untuk korban dampak pandemi virus Corona.

Popularitas konser virtual atau live streaming ini hadir lebih sebagai kebutuhan daripada pilihan karena pandemi virus Corona belum menunjukkan tanda-tanda pengurangan, bahkan ketika memaksakan social distancing di sebuah konser, telah terbukti lebih bermasalah daripada yang diantisipasi. Bahkan perusahaan musik live Pollstar telah meluncurkan bagan untuk memantau ukuran audiens untuk acara online ini. Maka, ikon-ikon pop besar dan artis-artis yang nggak begitu beken juga ditantang oleh keterbatasan suara yang dihasilkan dari konser live jarak jauh, dan hasilnya sering terasa nggak enak di kuping dan, bahkan kadang-kadang, “kresek-kresek”, naik-turun volume-nya, dan masalah lainnya.

Apakah ada sesuatu yang sulit didengar di kuping kita dari konser live beberapa artis dunia yang paling kita cintai tampil di laptop dengan backing track yang menggelegar dari ponsel mereka? Atau menggunakan earbud sebagai monitor? Atau meratakan level frekuensi suara lagu-lagu yang dikenal karena aransemennya yang rumit menjadi versi gitar akustik yang nyaring? Belum lagi koneksi internet nggak bisa diandalkan yang menyebabkan gangguan audio, atau keterbatasan aplikasi Zoom, yang membuat vokal terdengar teredam, terdistorsi, atau masalah lainnya, dan musisi dipaksa untuk menavigasi di area masalah sound teknis yang mereka nggak harus urusi ketika konser secara konvensional. Dan di konser karantina ini, nggak selalu ada sound-engineer untuk membantu mereka mengatasi masalah tersebut.

“Di saat seperti ini, harapan penonton bukan untuk suara yang dipoles secara super, itu (lebih) untuk (kelancaran) koneksi,” kata Mike Bradley, seorang sound-engineer profesional yang telah bekerja dengan Norah Jones dan artis besar lainnya, menangani FOH (Front-Of-House) di konser-konser yang sukses di Red Rocks dan Sydney Opera House. “Ketika saya melihat artis menggunakan ponsel mereka untuk melakukan performa streaming, saya nggak kecewa dengan itu. Saya hanya bersyukur mereka ingin terkoneksi”.

Baca juga: Indonesia Online Fest, Festival Daring Terbesar Di Indonesia Masuki Edisi Ke-2

Mike Bradley adalah satu di antara ribuan tenaga profesional musik yang menunggu konser live untuk dilanjutkan kembali, yang mungkin tidak sampai musim panas 2021 sebagaimana prediksi beberapa veteran industri musik. Mike termasuk korban dampak pandemi ini sejak dia diberhentikan dari perusahaan tempat dia bekerja dan sekarang dia berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dengan pekerjaan paruh waktunya di sebuah toko kelontong.

Jelas ada peluang yang terlewatkan untuk menjaga bagian penting dari industri musik ini bekerja dan secara dramatis telah meningkatkan performa musik live streaming. Hal itu menjauhkan fans musik dari banyak venue, dan dari orang-orang di luar keluarga dekat mereka atau lingkaran terkait penyebaran virus Corona, yang juga berlaku untuk musisi.

Itu salah satu alasan kenapa, performa live terdengar bagus dan sangat menonjol di tengah pandemi. Contohnya Post Malone yang dinominasikan MTV VMA untuk performa selama 85 menit-nya mengcover lagu-lagu Nirvana favoritnya, yang ditayangkan di YouTube pada 24 April. Post Malone tampil bersama Brian Lee pada bass, Nick Mack pada gitar, dan Travis Barker (Blink-182) pada dram, tampil di ruangan dalam rumah Posty di Utah.

Ada performa live online lainnya yang merupakan contoh dari memanfaatkan situasi yang terbatasi, yaitu performa perilisan album Haim di Canter’s Deli di Los Angeles pada Juli lalu, begitu pula dengan live set yang intim dari Billie Eilish dan FINNEAS yang di-live stream-kan pada bulan April lalu dalam acara “Verizon’s Pay It Forward Live”. Demikian pula, Mariah Carey saat membawakan lagu hit-nya, ‘Always Be My Baby’ untuk seri “iHeart Living Room Concert For America” pada Maret lalu yang terdengar profesional.

Ketika lo mempertimbangkan penampilan Malam Tahun Baru 2016 Mariah Carey yang terkenal di Times Square New York itu, di mana dia nggak bisa mendengar suaranya di monitor in-ear-nya, dan menolak untuk menampilkan performa yang buruk, dia dengan agak canggung mencoba mengendalikan musiknya dan mengalihkan perhatian dengan berbicara kepada audiens. Hal itu mendukung gagasan bahwa suara adalah yang terpenting, terutama ketika lo adalah seorang artis “grade A”. Dan itu mungkin salah satu alasan mengapa penyanyi ngetop markotop seperti Barbra Streisand dan Celine Dion belum memasukkan nama mereka ke jadwal performa live selama ini atau yang mendatang. Bagi beberapa artis, nggak ada gunanya menodai kualitas atau reputasi brand mereka, yang dituntut menjaga citra mereka di benak publik tentang betapa baiknya suara mereka terdengar.

Memang, nggak jarang artis-artis besar menghabiskan jutaan dolar untuk peralatan sound dan banyak meng-hire kru untuk keperluan tur mereka, itulah sebabnya mengapa begitu mengejutkan melihat fakta bahwa hanya sedikit atau bahkan nggak ada investasi yang diarahkan pada keperluan sound di beberapa konser live streaming.

Konser live streaming yang menampilkan berbagai artis kemungkinan akan terus memiliki variasi besar dalam kualitas dari lagu ke lagu, baik itu acara seperti Global Citizen all-star atau pertunjukan RWQuarantunes khusus agen Richard Weitz. Para tamu superstar yang bernyanyi di iPhone mereka secara mendadak mungkin disandingkan secara langsung dengan artis-produser yang sibuk menyiapkan peralatan canggihnya di ruang keluarga atau kamar tidur mereka. Seri pay-per-view yang sedang berlangsung yang melibatkan seorang artis tunggal di sebuah studio rumah, dari pertunjukan lengkap album Brandi Carlile yang disajikan melalui Veeps hingga pertunjukan serupa Lucius untuk Seated, telah meningkatkan harapan untuk audio headphone yang berkualitas.

Beberapa artis besar menjadi lebih kreatif dalam cara mereka menampilkan diri di dunia digital. Dari penampilan ‘Astronomical’ Travis Scott di game Fortnite pada bulan April lalu, yang disaksikan lebih dari 12,3 juta pemain yang secara bersamaan berpartisipasi secara live, hingga akhir pekan mendatang pada “The Weeknd Experience”, konser live streaming AR (Augmented-Reality) spesialnya The Weeknd dalam aplikasi TikTok.

Dibuat oleh TikTok dalam kemitraannya dengan XO, Republic Records, dan Scooter Braun yang didukung perusahaan startup konser virtual Wave, “The Weeknd Experience” akan menampilkan sang artis The Weeknd dalam bentuk avatar digital yang menampilkan lagu-lagu dari album hit-nya After Hours. Pengalaman AR pertama kali TikTok ini akan menggunakan rendering 3D dan video gambar-dalam-gambar untuk menciptakan live streaming dengan kesan yang mendalam.

Adapun konser di ruang tamu, banyak yang bermaksud baik dan muncul dengan aksi amalnya sehingga pertunjukan live streaming tersebut, dalam semua hal, merupakan hal yang baik. Tetapi mengingat kita semua yang ada di sini untuk lebih sering tinggal di rumah selama pandemi, seharusnya sih kita bisa mendapatkan sound dari konser atau performa live streaming yang lebih baik alias layak didengar di kuping. Inilah masalah yang perlu direnungkan dan dicari solusinya. Semoga akan terus ada konser live streaming yang benar-benar berkualitas secara audio.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Global Happiness Festival

DOUBLE HAPPINESS Global Festival Tampilkan Varian Artis Top Dunia & In...

DOUBLE HAPPINESS global holiday music festival mengumumkan line-up untuk merayakan talenta Asia terbesar dan terbaik di seluruh dunia pada tanggal 3 Desemb

on Nov 30, 2020
Damon Albarn

Damon Albarn: Musisi Harus Diizinkan Konser Selama Pandemi Sebagai Oba...

Damon Albarn. (Foto: Linda Brown Lee). Pada akhir pekan lalu, Damon Albarn berbagi pemikirannya tentang pentingnya konser selama pandemi yang sedang berlang

on Nov 4, 2020
Melomaniac

Yuk Pesta Malam Helloween Di Melomaniac 8th Episode: Soulnation Virtua...

Bergabunglah di malam spektakular dalam Melomaniac 8th Episode: Soulnation Virtual Edition spesial Halloween bersama Agis Kania, Ayu Rika, Kamga dan home b

on Oct 30, 2020
We The Fest 2020

We The Fest 2020 Home Edition Mengobati Kerinduan Festival Musik Secar...

Lewis Capaldi. We The Fest 2020 Virtual Home Edition hari pertama, 26 September dan kedua, 27 September telah resmi digelar. Dengan tetap membawakan pengala

on Sep 30, 2020