×
×

Search in Mata Mata Musik

Para Musisi Perempuan Afrobeats Underrated di Inggris

Posted on: 08/16/18 at 2:00 pm

Sumber: https://mixmag.net/feature/the-hidden-women-of-uk-afrobeats
Posted on August 14, 2018

Afrobeats kembali naik daun, namun di Inggris, para musisi perempuannya masih banyak yang belum dipandang oleh penikmat aliran musik ini.

Oleh: Hannah Olarewaju. (Mixmag)

Saat kamu memikirkan artis-artis Afrobeats di Inggris, nama siapa yang terlintas di pikiranmu? Not3s atau Maleek Berry? Moelogo? Namun ketika kamu membaca tentang semua musisi hebat dalam genre ini, apakah kamu pernah berpikir: di mana artis-artis wanitanya? Saat saya melihat-lihat playlist populer dari Afrobeats Inggris di Spotify, dari lima playlist yang saya lihat, hanya satu yang berisi seorang artis wanita. Jadi saya memutuskan untuk melakukan penelitian, untuk menemukan di mana para wanita itu berada, mengobrol dengan mereka yang berada di garis terdepan gerakan musik ini, dan mencari jawaban tentang mengapa mereka semua sangat terpendam.

 

Veeiye

Veeiye, musisi Afrobeats di Inggris. (Foto: Mixmag)

“Menjadi wanita di industri ini sangat sulit, apalagi di genre ini karena banyak produser dan orang-orang yang berpotensi menjadi pendongkrak kariermu tidak menganggapmu serius,” ujar Veeiye, yang merilis single pertamanya di 2017 dan termasuk dalam kompilasi berpengaruh ‘Moves’ karya Afro B. “Kamu harus terus-terusan membuktikan kalau kamu punya status dan kamu bisa bekerja sama kerasnya, atau bahkan lebih keras dari rekan-rekan priamu.”

Ada intensitas di balik kata-katanya yang jelas merupakan hasil dari hasrat yang dia miliki untuk apa yang kami bicarakan, sementara juga lelah dengan kenyataan bahwa hal tersebut masih menjadi topik yang hangat. Dan seiring pembicaraan kami berlanjut, saya menjadi tercerahkan akan situasi yang dia dan wanita-wanita lainnya hadapi, yang membuat berkarya di genre Afrobeats begitu sulit. Namun meski begitu, dia tampak sangat yakin dengan apa yang dia persembahkan. Dan musiknya sejajar dengan kepribadiannya. Dengan lagu “Feenin” dan “Ecstasy”, suara yang halus dan penuh semangat memancar di tengah lirik yang dewasa, meyakinkan kita bahwa dia tidak takut mengutarakan apa yang dia inginkan dalam hidup.

Baca Juga: Tonton Aksi BABYMETAL Bawakan “Distortion”

Ezi Emela

Ezi Emela, musisi Afrobeats di Inggris. (Foto: Mixmag)

Kita tentu berada di era pemberdayaan dan kebebasan wanita, tetapi masih ada kesenjangan yang besar dalam jumlah musisi wanita yang tampil dalam acara festival maupun pertunjukan dan bahkan di playlist. Khususnya dalam Afrobeats, yang bisa mengindikasikan bahwa artis wanita tidak mendapat perhatian meskipun mereka sangat berbakat. Rasio kasar antara artis pria dan artis wanita di genre Afrobeats Inggris adalah sekitar 10:1, dengan rata-rata artis pria merilis lebih banyak musik, memproduksi lebih banyak video dan menjadi penampil utama di lebih banyak pertunjukan. Di atas kertas, hal tersebut mungkin kelihatan seolah artis pria bekerja lebih keras dibanding artis wanita, namun kenyataannya bisa jadi bukan demikian.

“Masalahnya bukan di kerja keras,” kata penyanyi “Think To Lose You”, Ezi Emela. “Yang menjadi masalah adalah apakah orang-orang bersedia memberikanmu kesempatan atau tidak.” Emela telah merilis musik sejak 2014, dan tidak asing dengan kerja keras. Dia menyebutkan ketahanan dan sikap tangguhnya sebagai alasan utama untuk kemajuannya di industri musik. “Beberapa wanita mungkin menyerah begitu saja karena bekerja dengan laki-laki terkadang terasa mengintimidasi. Bukan semata-mata dalam bentuk penindasan, hanya saja mereka akan mendorong gagasan mereka ke dirimu tentang suaramu, penampilanmu dan bagaimana kamu harus bersikap. Menutupinya dengan embel-embel nasihat ketika kenyataannya hal itu cukup mendikte.”

Dengan gayanya yang tenang dan rileks, Ezi bercerita kepada saya identitasnya sebagai seorang artis dan bagaimana dia menemukan tempat di sub-genre Afro-Indie ini. Dia menjelaskan bahwa meskipun inti musiknya adalah musik dari Afrika, mengadaptasi musik tersebut membuatnya lebih unik. Dia juga tidak memiliki masalah dalam menampilkan dirinya dengan cara terbaik, yang dibuktikan dalam visual lagunya “Chineke Meh”, di mana dia memberikan nuansa yang sangat seksi – sesuatu yang dia senang lakukan, karena dia melakukannya untuk dirinya sendiri.

Trayc Selasi

Trayc Selasi, musisi Afrobeats di Inggris. (Foto: Mixmag)

Namun di tingkat makro industri ini, wanita ditempatkan pada standar yang lebih tinggi daripada pria dalam hal penampilan, bahkan beberapa karier mungkin terancam jika para artis tidak mematuhi penampilan tertentu. Argumen ini ditegaskan oleh Trayc Selasi, yang telah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam industri ini sebagai penari yang bertolak menjadi penyanyi. “Ada hal-hal yang harus kamu lakukan sebagai seorang artis wanita yang mana hal tersebut tidak harus dilakukan oleh artis pria. Dan hal itu adalah meluangkan waktu untuk memastikan kamu selalu terlihat sempurna serta harus membuktikan kepada dirimu berkali-kali bahwa kamu lebih dari sekadar penampilanmu, [dan] itu memerlukan upaya terus-menerus.”

Trayc Selasi menjalani tur bersama Fuse ODG saat Afrobeats sedang meraih kesuksesan komersial, dan selama tur tersebut dia menyadari keinginannya untuk menjadi pusat perhatian. Dijadwalkan merilis EP debutnya di musim panas tahun ini, Selasi punya suara yang menarik perhatian. Seperti yang terlihat di lagu-lagu “Rider” dan “Cool Down”, di mana dia menunjukkan bakat penulisan lirik yang kuat dan penuh perasaan.

Ketiga wanita ini memberikan nuansa yang berbeda untuk Afrobeats, menyumbang hal unik yang membuktikan betapa beragamnya genre ini. Dan sisi feminin dari Afrobeats ini telah terpendam begitu lama di Inggris. Lebih banyak upaya dibutuhkan untuk lebih memahami dan merayakan suara wanita. Jadi lain kali kamu berpikir tentang Afrobeats di Inggris, ingat Veeiye, Ezi Emela and Trayc Selasi serta Tomi Agape, ZoeLDN dan Vicky Sola, di antara wanita-wanita lainnya, yang membawa bakat murni ke dalam genre luar biasa ini.

 

Keterangan foto utama: Para musisi perempuan penuh talenta beraliran Afrobeats yang masih diremehkan di Inggris. (Foto: Mixmag)

Mata Mata Musik's Newsletter