×
×

Search in Mata Mata Musik

Paramore Bahas Tur Australia 2018 dan ‘Balikan’ Dengan Drumer Zac Farro

Posted on: 08/25/18 at 9:21 am

Empat tahun sejak konser terakhirnya di Australia, Paramore siap mengguncang 4 kota di negeri kangguru tersebut. Mereka memberikan bocoran lagu yang akan dibawakan, dan menceritakan keakraban mereka setelah Zac Farro kembali

Oleh Sally McMullen (Music Feeds)

Paramore adalah salah satu dari sedikit band yang bertahan dari fenomena emo di awal tahun 2000-an. Bahkan, diketuai oleh si pentolan, penyanyi dan penulis lagu yang hobi ganti warna rambut, Hayley Williams, fanbase band beraliran pop-punk ini masih sama bersemangatnya seperti biasa. Sekarang, dengan pengalaman selama 13 tahun dan telah sukses menghasilkan lima album, band asal Nashville tersebut baru saja memanjakan para penggemarnya dengan musik yang segar di album terbaru mereka, After Laughter.

Dirilis pada bulan Mei tahun lalu, album ini menjadi tonggak sejarah untuk beberapa alasan. Pertama, ini adalah album pertama Paramore sejak dirilisnya album self-titled mereka di 2013 dan menyajikan musik pop-rock baru ala tahun ‘80-an. Tapi nuansa baru bergelombang yang nge- synth ini sering digunakan untuk menutupi lirik yang menunjukkan kekecewaan. Dalam single ‘Hard Times’, Hayley menyanyikan: “Hard times, gonna take you down and laugh when you cry. These lives, and I still don’t know how I even survive,” dengan chorus yang nge-pop.

Kedua, album baru ini juga menjadi hasil dari seringnya bongkar pasang komposisi band ini. Di 2015, bassist lama mereka, Jeremy Davis, memutuskan untuk keluar dan — untuk beberapa waktu — personil yang tersisa telah siap menggantung gitar dan mikrofon mereka. Seiring berjalannya waktu, gitaris Taylor York mendatangi Hayley dengan beberapa lirik baru dan drummer Zac Farro (yang pernah hengkang dari band ini di tahun 2010 dengan saudara dan mantan gitaris, Josh) kembali bergabung seperti ‘Anak Hilang’. Hal ini mendorong Paramore untuk keluar dari masa kelam mereka.

Menunggangi kesuksesan album terbaru mereka, ketiganya pun menjalankan tur keliling dunia dan kembali menyambangi benua paling selatan bumi dengan dukungan Bleachers di bulan Februari mendatang. Kami berkesempatan mengobrol dengan Paramore terkait tur mendatang mereka ke Australia, mengingat kembali momen-momen suram di atas panggung dan mengapa ketiga sahabat ini menjadi semakin akrab dari sebelumnya.

Music Feeds: Kalian belum pernah tur lagi di Australia sejak 2014, jadi Februari nanti akan menjadi tahun keempat sejak kalian terakhir ke sana. Apa yang paling kalian nanti dari tur ini?

Hayley Williams: Kami sangat suka Australia. Kami harap bisa selalu tur ke sana setiap waktu (tertawa), jadi kami siap untuk kembali dan ketemu kalian semua. Sangat menyenangkan terlebih karena kami akan ke sana ketika cuaca sedang sangat dingin di rumah, jadi kami akan bisa menikmati cuaca yang bagus dan beberapa pertunjukan besar. Jadi ini akan menjadi saat yang tepat.

Music Feeds: Di album ini Paramore terlihat melakukan perubahan sonik dan estetika yang sangat besar. Apa yang dapat kita harapkan dari pertunjukan live kalian?

Taylor York: Akan ada kami bertiga. Well, kami berempat bermain di atas panggung. Kami akan memainkan banyak lagu Paramore dan kami akan mencoba memainkannya sebaik mungkin. Kamu sangat bisa mengharapkan beberapa kekacauan. Kamu bisa mengharapkan beberapa lagu yang kamu suka dan beberapa lagu yang mungkin kamu tidak terlalu suka seperti lagu-lagu lainnya. Tapi kamu juga bisa mengharapkan kami menjadi sangat bersemangat dan memberikan yang terbaik dan bersenang-senang.

Music Feeds: Jadi, ini tidak akan menjadi tur ‘Yang Terbaik dari Paramore’?

Zac Farro: Saya pikir yang Taylor maksud adalah, setiap album yang dikeluarkan adalah album yang paling membuatmu bersemangat. Jadi sulit untuk ingin memainkan lagu-lagu lama walaupun kami masih menyukainya, karena kami merasa seperti orang yang berbeda. Kami masih bisa memiliki koneksi dengan lagu tersebut dan kami paham betapa pentingnya lagu-lagu itu bagi para fans, tapi ketika kamu mengeluarkan album baru, rasanya seperti setelah membeli baju baru. Seperti itu satu-satunya baju yang akan kamu pakai. Jadi, kami akan sering memakai baju baru kami (tertawa) dan beberapa baju lama.

Taylor: Kami akan memberikan para fans waktu penuh. Kami tidak akan menjadi seperti band yang hanya melakukan ini untuk diri kami sendiri. Kami tahu orang-orang menyukai lagu lama kami, tapi kamu tidak bisa selalu menyenangkan semua orang, kan?

Music Feeds: Tentu saja, dan saya bisa membayangkan betapa sulitnya bagi kalian untuk mencoba meringkas semua lagu dari lebih dari 10 tahun terakhir ke dalam sebuah set list lagu juga.

Hayley: Ya! Kami berusaha memainkan lagu yang sangat kami suka dan tidak sabar mainkan baik apakah kami memainkannya untuk pertama kali atau lagu yang mungkin bisa kami perbarui dari yang lama. Banyak orang yang telah mendukung kami sejak lama, mereka pernah datang ke banyak pertunjukan Paramore. Jadi kami peduli dan ingin memastikan kami menghibur para fans yang telah mendukung kami selama ini. Tapi kami juga … inilah pekerjaan kami tapi ini juga passion kami. Inilah yang benar-benar kami nikmati. Kamu tahu, kami bermusik bersama dan menciptakan sesuatu dari awal. Jadi kami ingin naik ke atas panggung dan memainkan lagu yang membuat kami bersemangat dan kami bisa menjadi lebih dekat tidak hanya secara individu tetapi dengan satu sama lain.

Saya yakin ini akan berjalan baik, tapi untuk saya pribadi, saya tidak ingin memainkan lagu lain selain [dari album] After Laughter. Kalau kami adalah ‘bandnya Hayley’, itulah yang akan kami mainkan karena saya senang dan bangga dengan album itu. Jadi itu menjadi alasan bagus lainnya berada di sebuah band—memiliki orang lain untuk memberikan masukan dan membantu memutuskan sesuatu dan melihat hal lain dari perspektif yang berbeda. Hal-hal itu lah yang kami pikirkan ketika membuat set list.

Music Feeds: Dan bagaimana dengan lagu seperti ’26’? Karena sangat jelas daya tarik lagu itu banyak terletak di aransemen gitarnya yang indah. Apakah kalian akan pergi tur dengan band full house untuk menirukan beberapa lagu baru? Atau apakah mereka tidak akan banyak diikutkan untuk acara live?

Taylor: Kamu mengira kami akan memainkan lagu itu (tertawa)!

Music Feeds: Saya hanya mencoba memberikan beberapa petunjuk untuk kalian.

Hayley: Apakah kamu punya kenalan kuartet atau oktet? (tertawa)

Music Feeds: Ya, tentu. Saya akan menghubungi Sydney Symphony Orchestra untuk kalian. Saya yakin mereka tidak keberatan.

Taylor: Untuk lagu itu kami akan naik helikopter ke Opera House dan memainkan lagu tersebut melalui satelit dan kemudian kembali lagi untuk menyelesaikan konser (tertawa).

Hayley: (Tertawa) Ya! Kami belum sempat memainkan lagu itu dengan senar. Suatu hari akan kami coba.

Music Feeds: Meski tanpa ‘26’, saya yakin sangat menyenangkan bisa memainkan banyak lagu dari After Laughter secara live. Lagu-lagunya sangat nge-pop dan nge-synth, tapi juga dengan lirik yang agak suram. Seperti apa rasanya mengingat sebagian momen tersebut di atas panggung?

Hayley: Ada malam di mana saya pikir itu lebih sulit dan kami akan manggung dan saya akan menyanyikan suatu baris yang tidak terpikirkan oleh saya setelah sekian lama dan itu akan membuat saya merasa berbeda. Tapi saya pikir itu adalah hal yang baik. Maksudnya, saya hanya berbicara untuk diri sendiri di sini tapi saya pikir itu sesuatu yang sehat. Kamu seperti harus melihat ke kaca beberapa waktu sekali dan benar-benar bercermin pada apa yang kamu katakan tentang hidupmu dan mungkin perbedaan dalam bagaimana perasaanmu sekarang. Dan dalam banyak hal, saya pikir ini menyembuhkan kami semua untuk akhirnya keluar dan memainkan lagu-lagu ini untuk orang-orang.

Menurut saya, melihat orang lain merasa terhubung dengan lagu-lagu ini dengan cara mereka sendiri adalah hal yang baik karena itu membuatmu percaya diri dan kamu sadar kalau kamu bukan satu-satunya orang yang menderita. Ini lebih seperti sesuatu yang universal. Dan itulah mengapa musik sangat luar biasa. Masih ada beberapa lagu yang kami belum tampilkan dari album ini dan saya pikir akan menyenangkan bisa memainkan beberapa lagu tersebut dan merasakan perasaan itu dan mengukir kembali kisah itu.

Music Feeds: Dan bagaimana perasaanmu, Zac? Sekarang kamu sudah lumayan lama kembali dengan band ini, tapi apakah terasa nyata bisa kembali tur dan tampil live dengan orang-orang ini?

Zac: Ya! Maksud saya terutama karena saya tidak pernah benar-benar tur lagi sejak saya hengkang di tahun 2010. Rasanya sangat asing tapi di saat yang sama rasanya seperti biasa saja karena saya sudah pernah melakukannya sejak kami masih kecil. Jadi, ini terasa menyenangkan.

Sebenarnya saya tinggal di Selandia Baru selama beberapa tahun dan, jangan tersinggung, tapi saya benar-benar punya pandangan baru tentang tur dan jalan-jalan—sesuatu yang tidak saya miliki untuk sementara waktu di masa lalu. Jadi sekarang sangat menyenangkan dan mengasyikkan setelah apa yang terjadi. Hal ini sama menyenangkannya.

Music Feeds: “Sama menyenangkannya”, ya? Apa itu sesuatu yang kamu pelajari selama di Selandia Baru?

Zac: (Tertawa) Yep! Saya merasa harus mengucapkannya.

Music Feeds: Kalian sudah banyak terang-terangan tentang beberapa momen di tahun-tahun terakhir di mana Paramore hampir bubar. Bagaimana album ini mengubah pola pikir band ini sejak itu?

Hayley: Well, sudah pasti kami putus (tertawa). Tidak, kami baik-baik saja. Sebenarnya kami cukup sering membicarakan hal itu. Saya pikir kami masih mencubit diri sendiri dan senang rasanya menjadi sehat dan berada di sekitar teman-teman. Saya pikir ini adalah sesuatu yang kami terus pelajari dalam 15 tahun terakhir selama berada di sekitar satu sama lain, seperti perbedaan dalam menjadi sangat sangat jujur dan mendukung satu sama lain dan di mana kami berada dan juga membantu mengangkat satu sama lain. Kamu harus belajar menyeimbangkan kepercayaan dan dukungan dan kami hanya benar-benar beruntung karena kami suka berada di sekitar satu sama lain.

Saya rasa kami senang berada di sekitar satu sama lain lebih dari kami suka bermain musik bersama sekarang, yang sebenarnya yang pertama dalam waktu yang lama. Tetapi yang kerennya adalah kamu bisa melakukan semuanya sekaligus. Jadi ya, kami bersyukur.

Music Feeds: Dan bagaimana dengan musik terbaru? Apakah kalian mengerjakan karya baru selama kalian sedang tur?

Taylor: Saya akan memberimu petunjuk… tidak (tertawa). Kami ingin membuatnya tapi… saya akan memberikan petunjuk lain …jawabannya masih tidak (tertawa).

Zac: Ya, kami akan mengatakan tidak untuk itu (tertawa).

Well, saya kira kita hanya bisa terus berulang-ulang memutar After Laughter sampai jawaban tersebut menjadi ‘ya’.

 

Sumber: http://musicfeeds.com.au/features/paramore-2018-australian-tour-reuniting-drummer-zac-farro/         

Posted on January  9, 2018

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Loudness

Eksklusif: Mata Mata Musik Ngobrol Bareng dengan Loudness

Band heavy metal legendaris asal Jepang, Loudness, baru saja mampir ke Jakarta untuk menggelar konser di Hard Rock Café Jakarta pada hari Selasa kemarin (12/1

on Nov 14, 2019

Vokalis Lamb Of God Bahas Kondisi Musik di 2019

Menurut vokalis Lamb of God, Randy Blythe, “Kalau kamu duduk di belakang komputer untuk mencela dan menghakimi orang lain, itu bertentangan dengan segala ses

on Oct 21, 2019
Zico

Zico Mengaku Pernah Alami Rambut Rontok Karena Stres

Zico buka-bukaan tentang musik dan kekhawatirannya saat menjadi tamu di acara Kim Shin Young‘s Hope Song At Noon pada 8 Oktober kemarin. Baca juga: Crush

on Oct 10, 2019
Kygo Avicii

Kygo: Avicii Adalah Alasan Mengapa Saya Mulai Membuat Musik

Di dalam wawancara yang dilangsungkan baru-baru ini di Las Vegas, Kygo membahas tentang perjalanan karier musik miliknya sampai inspirasi yang ia dapatkan dari

on Oct 7, 2019