×
×

Search in Mata Mata Musik

Paramore Tetap Apik Tampil dengan Gaya Pop Seperti di Masa Emo Dulu

Posted on: 08/25/18 at 6:11 am

Hayley Williams mengaku sudah jauh lebih dewasa dibandingkan pada masa ‘emo’ bandnya. Meski begitu, musisi berusia 28 tahun ini tetap tidak kehilangan gaya khasnya saat manggung walaupun Paramore telah pindah haluan

Oleh Alexis Pedritis (The Guardian)

Minggu lalu, situs web jaringan radio Amerika, NPR, memutar siaran panjang yang diberi nama Grunge Gold Rush: momen awal tahun ’90-an ketika para label rekaman terobsesi menemukan penerus Nirvana dan menggelontorkan dana ke sejumlah band gitar alternatif yang kurang ‘pas’. Obrolan yang dibahas sangat menarik, penuh dengan kekecewaan mendalam dari band-band yang idealisme punk-nya dirusak oleh intrik dunia pop mainstream, dan takut fanbase mereka akan malah berkurang, ketimbang meningkat, dengan adanya pemotretan dan kunjungan mewah ke studio rekaman yang mahal. Hal ini sangat kontras dengan karier Paramore, yang memulai ketenarannya sebagai band emo-punk yang angsty dari Tennessee yang menjadi kesayangan majalah Kerrang! Untuk album terbarunya, After Laughter yang dirilis tahun 2017, Paramore bertransformasi menjadi mesin pop elektronik yang berkilau, tampaknya tanpa kehilangan sentuhan originalnya. Misalnya, di tengah kerumunan para penggemar yang masih setia bersorak di setiap awal lagu, masih banyak fans yang hadir dengan rambut yang dicat hitam dan riasan ala anak emo.

Orang yang kelihatannya paling khawatir dengan perubahan suara band ini adalah Hayley Williams, tapi tidak seperti yang Anda bayangkan. Paramore lebih condong memainkan lagu-lagu dari After Laughter – mereka memainkan hampir semua lagu di album tersebut – dan sebelum mereka membawakan lagu hit dari tahun 2007 Misery Business, Hayley memberikan kata pembuka panjang yang membuatnya terdengar seolah-olah dia malu dengan lagu itu: “Mari kita rayakan kalau kita semua sudah jauh lebih dewasa sejak masa itu.”

Namun, saat menonton mereka di atas panggung, Anda akan bertanya-tanya seberapa besar perubahan band ini. Perubahan antara karya lama dan karya baru tidak pernah kelihatan terlalu berbeda karena mereka memang selalu punya jiwa pop di diri mereka. Bahkan di awal kemunculannya,  Paramore banyak menerima kritik yang menyamakan karya mereka dengan karya pemenang American Idol, Kelly Clarkson, tapi apa yang benar-benar diingat dari karya lama mereka adalah gelombang baru awal tahun ’80-an Amerika yang punya banyak hook yang catchy. Anda tidak perlu berpikir keras untuk mengingat That’s What You Get atau Still Into You dimainkan dengan rotasi berat oleh band dengan gaya emo nan funky di channel MTV zaman dulu. Dan apa yang karya mereka sekarang sebut sebagai gelombang baru awal tahun ’80-an Amerika yang punya banyak hook yang catchy adalah band yang sama di MTV beberapa tahun kemudian, dengan pakaian yang jauh lebih longgar dan rambut ber-highlight dengan gaya mullet.

Paramore Tetap Apik Tampil dengan Gaya Pop Seperti di Masa Emo Dulu-2

Paramore tampil lepas di O2 Arena. (Foto: Dafydd Owen/Retna/Avalon.red)

Hanya saja, penampilan mereka terasa sedikit monoton, termasuk transformasi “Hate to See Your Heart Break” menjadi lagu ballad. Ini bukan masalah yang ada kaitannya dengan produksi yang sederhana, yang tidak menawarkan sensasi yang biasa menarik perhatian di acara konser pop, atau dengan anonimitas personil Paramore lainnya, yang seolah menyatu menjadi barisan musisi pendukung yang disewa untuk mendukung jalannya konser. Orang lain mungkin segan mengatakannya, apalagi mengingat perselisihan internal band di beberapa tahun belakang, tapi konser ini lebih terasa seperti pertunjukan artis solo.

Terlepas dari hal itu, Hayley adalah musisi dengan daya tarik tersendiri yang bersedia jatuh bangun di atas panggung dan mengajak penonton ke panggung untuk bernyanyi bersamanya. Sebagian monolog bersemangatnya di setiap jeda antar lagu bisa menjadi agak panjang, tapi itulah yang sebenarnya diinginkan penonton di sini: mereka meneriakkan kembali lirik tentang kesedihan dan perselisihan emosional dengan semangat orang-orang yang hidupnya pernah benar-benar ‘tersentuh’ dengan lirik tersebut, dan daya tarik Paramore yang tak ada habisnya pun menjadi jelas.

 

Sumber: https://www.theguardian.com/music/2018/jan/14/paramore-review-o2-arena-london-hayley-williams   

Posted on January 18, 2018 12:20 pm

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Gimana Nasib Masa Depan Paramore

Hayley Williams Akui Tidak Tahu Arah Paramore Selanjutnya!

Sudah lebih dari dua tahun sejak Paramore merilis album terakhir mereka, After Laughter, dan hampir setahun sejak mereka terakhir menggelar pertunjukan live, d

on Aug 18, 2019
Gelar Konser di Wembley, The Who Debut Lagu Baru

Gelar Konser di Wembley, The Who Bawakan Lagu Baru!

“Hero Ground Zero” diperkirakan menjadi lagu dari album studio terbaru The Who yang akan rilis tahun ini. The Who menggelar satu-satunya konser mereka d

on Jul 9, 2019
Hayley Williams

Hayley Williams Isyaratkan Materi Baru Paramore Atau Solonya?

Teaser yang diunggah di Instagram pribadi Hayley Williams tidak ada suaranya! Baca Juga: American Football Gandeng Hayley Williams di “Uncomfortably Numb

on Jun 24, 2019
Pertunjukan Album Interaktif UNKLE Kini Hadir di London-1

Beyond The Road, Pertunjukan Interaktif 2 Album UNKLE

UNKLE tawarkan pengalaman menarik menikmati salah satu albumnya di sebuah eksibisi di Saatchi Gallery, London. Dibangun selama dua tahun, proyek terobosan b

on Jun 16, 2019