×
×

Search in Mata Mata Musik

Patrick Mameli (Pestilence) “Jerinx” Versi Death Metal Tolak Konspirasi Covid-19

Posted on: 09/14/20 at 8:30 am

Patrick Mameli (Pestilence) "Jerinx" Versi Death Metal Tolak Konspirasi Covid-19
Patrick Mameli, mastermind Pestilence. (Foto: The Moshville Times).

Patrick Mameli, vokalis merangkap gitaris Pestilence belum lama ini ngobrol bareng Heavy Culture dalam sesi wawancara membahas tentang inspirasi lirik untuk album mendatang band death metal legendaris kebangsaan Belanda ini yang berjudul Exitivm. Album ini dipastikan akan dirilis pada awal tahun 2021 melalui Agonia Records.

Baca juga: Diduga Cari Inspirasi Lagu, Flea (RHCP) Kepincut Cannibal Corpse: Mereka GOKIL!

Dalam wawancara tersebut, Patrick mengatakan: “Hampir setiap saat gue memiliki konsep untuk sebuah album, dan gue hanya menggulirkan konsep itu. Gue selalu berusaha untuk bersikap rasional dan realistis tentang hal itu ketika gue mempelajari topiknya. Kali ini, topik yang berkaitan dengan penyakit mental dan cara masyarakat telah diciptakan dalam beberapa tahun terakhir untuk mencuci otak orang dan membuat orang nggak lagi menjadi individu tetapi harus berpikir (lebih seperti) sekumpulan domba”.

“Maksud gue dengan hal ini, contohnya, adalah apa yang terjadi sekarang dengan virus Corona,” lanjutnya. “Ada keadaan hipnosis massal di mana orang hanya takut, lebih takut pada apa yang ada di TV. Dan kalau lo nggak memakai masker, lo bisa mencemari orang lain. Dan lo melihat bahwa tingkat stres umat manusia menjadi sangat tinggi, sangat tinggi”.

“Menurut gue, sejak peristiwa Corona ini terjadi, ada pergeseran realitas, mana yang nyata dan mana yang nggak nyata, apalagi media digunakan sebagai kebenaran total dan orang memakannya mentah-mentah sebagai suatu realitas”.

“Ketika lo melihat anak-anak tumbuh besar, mereka hanya berkomunikasi melalui ponsel mereka, semua orang hanya menonton ponsel mereka,” imbuh Patrick. “Gue ingat ketika gue tumbuh dewasa, gue masih suka memanjat pohon. Orang-orang (sekarang) nggak melakukan itu lagi. Sekarang mereka hanya melihat layar sepanjang waktu dan mereka mencoba menemukan kebenaran di layar tersebut”.

“Tuhan baru adalah teknologi. Dan yang ada di balik teknologi adalah orang-orang yang mencoba menghipnotis umat manusia. Lihat Facebook. Bagi gue, Facebook nggak lain adalah alat untuk membawa Pestilence keluar secara publik. Tetapi bagi orang-orang yang nggak memiliki band atau (sesuatu yang lain untuk dipromosikan), itu bisa lebih seperti propaganda dan hipnosis massal (mass hypnosis)”.

“Ketika lo melihat Facebook dan (CEO Facebook) Mark Zuckerberg, doi sudah memenuhi panggilan ke pengadilan berkali-kali di mana mereka mengatakan doi telah melanggar hak istimewa orang-orang yang membutuhkan privasi. Maksud gue, lihat saja, ketika lo berbicara dengan pacar lo, kepada teman lo, kepada istri lo tentang topik tertentu, sekarang lo membuka ponsel dan lo melihat gambar-gambar dari topik yang telah lo diskusikan. Itu berarti perangkat ini nggak lebih dari alat untuk memata-matai. Tetapi jika orang mulai percaya alat mata-mata itu, kita kehilangan esensi dari penggunaan mata, hidung dan mulut kita untuk komunikasi”.

Aksi Patrick Mameli saat Pestilence tampil di 70.000 Tons of Metal Festival 2019
Aksi Patrick Mameli saat Pestilence tampil di 70.000 Tons of Metal Festival 2019. (Foto: Jason Carlson).

“Album (Pestilence tahun 2011, Doctrine) adalah album di mana gue mulai membicarakan, ‘In Manipulation We Trust’ (dengan manipulasi kita percaya). Inilah alasan mengapa gue muncul dengan Doctrine. Ini cara tersembunyi untuk memberi tahu orang-orang, ‘Dengar deh, lo harus menggunakan pikiran lo sendiri, gunakan otak lo sendiri dan jangan percaya platform seperti Facebook yang menggunakan lokasi lo untuk melacak di mana lo berada. Dan bahkan jika lo mematikannya, mereka masih bisa melacak lo, mereka masih bisa menggunakan mikrofon lo. Dan saat itulah gue mulai berpikir bagaimana masyarakat menjalankannya saat ini, dan begitulah topik gue mulai berkembang menjadi apa yang gue tuju tentang Exitivm. Karena ‘Exitium’ adalah kata Latin untuk kehancuran total, dan kehancuran total berarti kehancuran total masyarakat seperti yang kita tahu”.

“Anak-anak kita akan hidup di dunia di mana sebagai ‘new normal’, lo bersedia untuk memakai masker, lo menerima bahwa apa yang mereka katakan di TV adalah kebenaran,” kata Patrick. “Jadi gue benar-benar takut terhadap kebenaran (versi mereka) untuk anak-anak muda dan apa yang terjadi. Jadi gue pikir hal-hal itu sangat penting bagi gue untuk menyuarakan diri dan mengekspresikan diri dalam Exitivm, karena kehancuran total sedang terjadi sekarang, dan itu terjadi, dan itu adalah realitas alias kenyataan”.

“Gue nggak pernah menjadi band yang berbicara tentang zombie, berbicara tentang isi perut dan darah kental (gore) dan semua hal bodoh ini, men. Maksud gue, ayolah. Gue tahu musiknya harus powerful dan musiknya terkadang menampar keras, tapi itu hanya musik. Pikiran adalah alat yang paling kuat yang pernah ada, dan pikiran kita digunakan oleh kekuatan eksternal yang nggak terlihat”.

Sejumlah postingan Patrick Mameli di Facebooknya terkait masalah virus Corona telah ditandai oleh Facebook sebagai bagian dari upaya Facebook untuk memerangi berita palsu dan informasi yang salah di platformnya, juga menyentuh subyek “cancel culture” (praktik populer menarik dukungan (membatalkan) untuk figur publik setelah mereka melakukan atau mengatakan sesuatu yang dianggap tidak menyenangkan atau menyinggung). Menanggapi hal itu Patrick mengatakan “semua yang lo katakan bisa digunakan untuk melawan balik lo”.

Patrick kembali menjelaskan: “Hal-hal yang terjadi saat ini, di mana fokusnya adalah pada hal-hal seperti ‘Black Lives Matter’ dan Antifa yang saling bertikai, kampanye Donald Trump-Joe Biden dan semua hal yang terjadi saat ini, sepertinya kita tahu apa yang terjadi, tapi nggak ada yang bisa kita lakukan. Dan itulah masalahnya, kebanyakan orang nggak peduli untuk keluar lagi dan bersuara karena apa yang akan dikatakan atau akan dilakukan orang lain ke lo. Umat manusia telah menjadi seperti hal politik. Semua yang lo katakan bisa digunakan untuk melawan balik lo. Jadi lo nggak bisa bilang orang kulit putih, orang kulit hitam, Hispanik, tanpa orang yang menggunakan eksploitasi ras. Lo harus berhati-hati dengan apa yang lo katakan, semua yang lo lakukan, dan karena internet ada di sana, orang-orang dilarang. Gue dilarang karena apa yang gue katakan di Facebook. Mereka mengambil gambar gue, mereka mengambil apa yang gue tulis. Beberapa orang takut dengan ini dan kemudian mereka berhenti memprotes apa yang menurut mereka benar”.

Baca juga: Band Baru Mitch Harris (Napalm Death) & Dirk Verbeuren (Megadeth) Siap Debut!

Doi melanjutkan: “Gue nggak tahu berapa lama kita bisa menjalani ini sebelum orang nggak menginginkan ini lagi. Dan kemudian ketika eksploitasi ras selesai, maka datanglah virus Corona berikutnya, dan jika itu nggak berhasil lagi, mereka akan mengambil uang lo, karena itulah yang akan terjadi. Semua orang harus menjalani tes COVID. Dengan tes ini, lo bisa menunjukkan bahwa lo telah divaksinasi, dan jika lo nggak divaksinasi, lo nggak bisa bepergian ke luar negara lo. Mereka menginginkan kontrol total. Dan ketika gue mengatakan ini, orang-orang mencap gue sebagai ahli teori konspirasi, which is BULLSHIT. Gue hanya melihat apa yang terjadi di sekitar kita. Gue melihat apa yang terjadi nggak hanya di negara gue… Ketika perdana menteri gue mengatakan gue nggak bisa dekat dengan satu orang, jarak satu setengah meter yang harus kita buat, dan kemudian gue melihat doi bersama menteri dari Perancis, mereka mempraktikkan saling berciuman. Jadi apa yang terjadi disini? Mengapa kami diperlakukan seperti kami nggak berharga, sedangkan bagi gue sekarang, gue dalam masa yang sangat sulit, karena gue nggak diizinkan bepergian dan menggelar konser. Gue nggak diizinkan untuk melakukan pertunjukan. Itu berarti gue nggak bisa menghasilkan uang dan hidup. Jadi, sampai di titik ini, setengah tahun tanpa uang. Dan ini bukan hanya gue, banyak banget band yang memiliki masalah yang sama”.

Video di bawah ini adalah versi lengkap sesi wawancara Patrick Mameli dengan Heavy Culture, silakan disimak jika berkenan.

Berikut ini adalah beberapa postingan Facebook Patrick Mameli terkait konspirasi Covid-19 yang mengundang pro dan kontra.

The only mask Mr. Pestilence will wear🤘🤘🤘

Posted by Patrizio Mameli on Saturday, September 12, 2020

Thanks fact checkers. You ruin democracy for a few bucks from a crook🖕🖕🖕

Posted by Patrizio Mameli on Friday, September 11, 2020

Stop wearing masks!!!

Posted by Patrizio Mameli on Sunday, September 6, 2020

Open your eyes

Posted by Patrizio Mameli on Monday, August 31, 2020

Pestilence destroyed Czech Republic. 🤘🤘🤘No Covid bs here!!! I would like to thank all the guys in the band for this…

Posted by Patrizio Mameli on Saturday, August 29, 2020

SO WHY DO THE RUSSIANS HAVE A VACCINE AND THE REST HAS NOT? WHY ISN’T EVERYONE WORKING TOGETHER? What vaccin will be legal for us??? ALL BS.

Posted by Patrizio Mameli on Wednesday, August 12, 2020

Sambil menunggu album baru Pestilence, Exitivm rilis, atau paling nggak, single-nya rilis, kita simak dahulu album terakhir kuartet technical death metal yang pernah tampil di Karnival Festival, Solo, Jawa Tengah pada 2019 lalu ini, selamat mendengarkan playlist album Hadeon (2019, Hammerheart Records).

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Carnivored

Single ‘Rintih Mengemis’ Beri Gambaran Musik Album Baru Carnivored...

Carnivored. Bagi scene IDDM (Indonesian Death Metal), Carnivored adalah salah satu nama yang nggak perlu diperkenalkan lagi. Bendera band ini sudah lama ber

on Nov 25, 2020
12 Kolaborasi Lagu Cover Rock & Metal Terbaik

12 Kolaborasi Lagu Cover Rock & Metal Secara Social Distancing Terbaik

Tahun 2020 memang penuh tragedi dan menyebalkan tentunya, terutama sejak dimulainya pandemi Covid-19 alias Kopad-Kopid Kagak Jelas ini, di mana seluruh sek

on Nov 23, 2020
Stephen Carpenter

Stephen Carpenter (Deftones) Akui Dirinya Penganut Bumi Datar & Keboho...

Stephen Carpenter. (Foto: Debi Del Grande). Gitaris Deftones, Stephen Carpenter dikenal sebagai seorang advokat legalisasi mariyuana yang paling menonjol di

on Nov 13, 2020
Dave Grohl

Dave Grohl (Foo Fighters): "Kami Bisa Saja Berubah Menjadi Death Metal...

Dave Grohl. (Foto: Amy Harris). Pada akhir pekan lalu, Foo Fighters mengumumkan album baru mereka, Medicine at Midnight, yang akan dirilis pada Februari 202

on Nov 11, 2020