×
×

Search in Mata Mata Musik

Akhirnya Penantian Lima Tahun Album Baru Lamb Of God Telah Usai

Posted on: 06/21/20 at 8:30 am

Lamb of God.
Lamb of God. (Foto: Travis Shinn).

Jawara metal kelahiran Richmond, Virginia, Amerika Serikat (AS), Lamb of God akhirnya memuntahkan album studio baru pertama mereka dalam lima tahun, mahakarya berjudul Lamb of God alias “self-titled” yang memuat lagu-lagu sarat kritikan pedih yang fokus pada sejumlah masalah sosio-politik. Album baru veteran metal ini menuai banyak pujian sebagai “album terkuat band” di banyak ulasan album media-media rock besar.

Baca juga: Jadwal Rilis Album Baru Lamb Of God Terpaksa Diundur Demi Situasi Kondusif

Vokalis Randy Blythe mengambil topik-topik dalam lirik lagu-lagunya seperti penembakan massal (‘Reality Bath’), Imigrasi (‘New Colossal Hate’), protes industri minyak Standing Rock (‘Routes’), administrasi Donald Trump (‘Checkmate’), dan banyak lagi di seluruh album ini.

Lamb of God Tracklist:
1. Memento Mori
2. Checkmate
3. Gears
4. Reality Bath
5. New Colossal Hate
6. Resurrection Man
7. Poison Dream (feat. Jamey Jasta)
8. Routes (feat. Chuck Billy)
9. Bloodshot Eyes
10. On The Hook

Cover album Lamb of God Self-Tited.
Cover album Lamb of God Self-Tited.

Seperti yang dikatakan Randy Blythe kepada Consequence of Sound dalam sebuah wawancara video awal tahun ini, “Punk rock, hardcore dan metal yang terbaik… selalu keluar dari masa-masa sulit. Saat ini tampaknya menjadi waktu yang sangat kacau… dan itu bukan hanya (Donald) Trump, ini bukan hanya Amerika – (para pemimpin dunia di) banyak negara yang berbeda menganjurkan beberapa cita-cita yang sangat menjijikkan dan ideologi yang mundur. Tidak seperti Trump yang tiba-tiba berkuasa, dan semuanya menjadi sia-sia”.

Album ini menandakan pengalaman pertama band rekaman dengan dramer baru Art Cruz, yang secara resmi bergabung dengan Lamb of God setelah mereka berpisah dengan salah satu pendiri band ini, Chris Adler, tahun lalu.

Baca juga: Lamb of God Bicara Pandangan Politik Dan Album Baru Yang Akan Dirilis 8 Mei

Awalnya, album full length ini ditetapkan untuk dirilis pada 8 Mei, tetapi didorong ke 19 Juni karena kekhawatiran kendala distribusi terkait dengan pandemi Covid-19. Jika bukan karena penutupan industri konser, Lamb of God akan berada dalam tur co-headlining besar-besaran bareng Megadeth sekarang. Babak pertama yang dijadwalkan dimulai pada 12 Juni telah resmi ditunda, dengan belum ada pernyataan resmi tentang jadwal babak keduanya, yang dijadwalkan akan dimulai pada bulan Oktober.

Yes, mari kita headbanging berjamaah mendengarkan album Lamb of God melalui Apple Music atau Spotify. Kalau kamu mau order album fisiknya, silakan order ke www.nuclearblast.de atau www.nuclearblast.com.

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Stereotip Rasis Di Komunitas Metal

Stereotip Rasis Di Komunitas Metal Yang Kembali Mencuat Sejak Pandemi ...

Andrew Lee, pentolan Ripped To Shreds. Andrew Lee, seorang warga negara Amerika Serikat (AS) keturunan Taiwan, adalah seorang musisi multi-instrumentalis da

on Jul 2, 2020
Antartick & Bogorian Voices.

Antartick & 17 Musisi Bogor Serukan Bangkit Dari Pandemi Lewat ‘Indo...

Antartick & Bogorian Voices 'Indonesia Kita'. Perubahan kini terjadi di segala penjuru. Alih-alih mengeluh dan berhenti berkarya bukankah sebaiknya kita

on Jun 25, 2020
Deftones

Album Baru Deftones Telah Rampung Digarap dan Siap Rilis Tahun Ini, Ka...

Deftones. (Foto: Frank Maddocks). Deftones mengabarkan telah merampungkan proses rekaman album terbaru mereka yang sudah sangat ditunggu para fans. Dramer b

on Jun 17, 2020
Slayer - Relentless Killogy.

Slayer Rayakan ‘International Day Of Slayer’ Dengan Film ‘The Re...

Slayer, 2020. (Foto: Gene Ambo). Sejak hari Sabtu, 6 Juni, untuk pertama kalinya sejak perilisan di teater dan DVD-nya bulan November 2019 lalu, film Slayer

on Jun 8, 2020