×
×

Search in Mata Mata Musik

Penyanyi Country Chase Rice Konser Tanpa Jaga Jarak Aman-Aman Saja Tuh!

Posted on: 06/30/20 at 8:00 am

Chase Rice.
Chase Rice. (Foto: imageSPACE/Shutterstock).

Di tengah lonjakan berbagai kasus virus Corona baru di seluruh wilayah Amerika Serikat (AS), seorang penyanyi country Chase Rice mendapat kecaman setelah memainkan konser yang penuh dan sesak oleh ribuan penggemar di Tennessee, AS pada Sabtu malam lalu, menurut laporan dari TMZ.

Konser kontroversial (biasa saja sih sebenarnya, perspektif kita saja yang diubah oleh media dan protokol pemerintah) itu berlangsung di Brushy Mountain State Penitentiary, sebuah tempat yang dulunya pusat penjara yang menjadi pusat acara di Petros, Tennessee, AS. Kapasitas venue itu dibatasi hingga 60% sehingga memberikan ruang yang cukup untuk pedoman CDC (Centers for Disease Control) mengenai social distancing. Namun, ketika tiba saatnya untuk memainkan konser, para penontonnya berkumpul dekat ke panggung dan berdiri samping-sampingan, dengan tidak ada satu pun masker yang terlihat (nonton konser pakai masker dengan kerumuman penuh orang yang sesak nafas lah, belum ada korban saja, kalau sudah ada baru deh, blablabla).

Sementara itu, Chase Rice tampaknya tidak peduli tentang separah apa konsekuensi kesehatan yang dapat disebabkan dari bermain konser di tengah pandemi semacam ini. Meskipun para ilmuwan (pro WHO) telah memperingatkan bahwa bernyanyi bareng (sing along) dalam jarak dekat adalah cara ampuh untuk menyebarkan virus Corona, Chase Rice berulang kali meminta penggemarnya untuk melakukan hal itu, ketika dia memandu beberapa sesi ber-sing along.

Selain itu, setelah memainkan konser, Chase Rice memposting sebuah video di Instagram yang menyoroti kerumunan konsernya, bersama dengan caption yang berkata, “Kami telah kembali”.

Promotor di balik konser itu mengatakan kepada TMZ bahwa “semua persyaratan lokal telah dipatuhi untuk konser baru-baru ini, dan banyak tindakan pencegahan yang diambil. Kami secara drastis mengurangi kapasitas maksimum venue kami dari 10.000 hingga 4.000 kapasitas maksimum (lebih rendah dari saran negara yaitu 50%)”. Promotor juga mengatakan bahwa hanya ada sekitar 1.000 orang yang benar-benar muncul untuk menonton konser, dan bahwa semua peserta “diberi pemeriksaan suhu sebelum memasuki venue dan semua orang yang masuk diberikan pembersih tangan gratis”. Meskipun demikian, mereka tidak dapat memaksakan pembatasan jarak secara fisik saat konser benar-benar sudah mulai, dan sekarang sedang mempertimbangkan solusi alternatif untuk konser di masa depan, termasuk menambahkan tiang pembatas.

Chase Rice masih memiliki beberapa konser lagi yang dijadwalkan dalam beberapa minggu mendatang, termasuk setidaknya dua konser tertutup di Kentucky dan Virginia, AS.

Foto dan video performa live Chase Rice tersebut menunjukkan orang-orang berkerumun di dekat bagian depan panggung, memicu kegemparan di media sosial, dengan penggemar dan bahkan artis lain mengecam Chase Rice karena membahayakan kesehatan para penggemarnya. Kelsea Ballerini menyebutnya “egois”, Will Hoge mengatakan Chase Rice dan Chris Janson, yang juga menjadi headliner di festival di Idaho pada Sabtu malam, “seharusnya malu”.

“Aku hanya ingin membahas konserku pada Sabtu malam… Aku mengambil video konser itu, semua orang bersenang-senang, tetapi kemudian setelah aku memposting videonya, banyak orang yang melihatnya secara online memiliki masalah besar dengan bagaimana penampilan konsernya, bagaimana cara konsernya,” kata Chase Rice dalam sebuah postingan Instagram. “Aku mengerti bahwa ada banyak pendapat yang berbeda, banyak pendapat berbeda tentang Covid-19, bagaimana cara kerjanya dengan kerumunan pentas musik live dan seperti apa semua itu”.

Kemudian Chase Rice melanjutkan dengan mengatakan bahwa fokusnya akan pada keamanan penggemar. “Kalian adalah segalanya bagiku, jadi keselamatan kamu adalah prioritas yang sangat besar,” katanya, seraya menambahkan bahwa konser berikutnya, tanggal 3 Juli di Ashland, Kentucky, akan dipentaskan dalam format drive-in. “Semakin aman kita sekarang, semakin cepat kita mencapai konser yang sebenarnya, yang aku tahu kita semua inginkan. Silakan ikuti aturan, silakan ikuti hukum”.

Setelah konser ini adakah penonton yang terpapar positif Covid-19? Atau diwajibkan Rapid & Swab Test dengan membayar ke Rumah Sakit (RS) dengan harga yang tidak murah dengan dalih konser ini telah melanggar protokol jaga jarak. Ada celah bagi RS yang memungkinkan untuk memberi diagnosa palsu bahwa ada beberapa orang penonton yang positif kemudian media mainstream memberitakannya sehingga narasi Covid-19 adalah virus yang sangat berbahaya dan menakutkan tetap terjaga di benak masyarakat. Entahlah, we’ll see…

Anyway, Chase Rice, yang memiliki lagu hit nomor satu 2018 berjudul ‘Eyes on You’, telah merilis album full length terbarunya, The Album, Pt. II, pada bulan Mei. Dia telah ter-booking untuk puluhan jadwal konser hingga September mendatang.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Kanye West

Kanye West Sebut Vaksin Covid-19 Mendatang Sebagai “Mark Of The Beas...

Kanye West. (Foto: Michael Loccisano/Getty Images). Dalam sebuah wawancara baru yang diterbitkan pada 8 Juli, Kanye West telah mengungkapkan bahwa dia sempa

on Jul 9, 2020
Industri Hiburan

Pemerintah Inggris Suntik Dana Bantuan Rp 28 Triliun Untuk Industri Hi...

Konser duo elektronik Justice di O2, Brixton Academy, London, Inggris, 29 September 2017. (Foto: Luke Dyson). Pemerintah Britania Raya telah mengungkapkan p

on Jul 7, 2020
Destruction konser social distancing.

Beginilah Suasana Konser Social Distancing Pertama Thrashers Jerman De...

Destruction akhirnya menggebrak panggung setelah 3 bulan nganggur. Thrashers asal Jerman Destruction memainkan konser pertama mereka setelah lockdown pandem

on Jul 6, 2020
Virgin Money Unity Arena.

Venue Musik Berkonsep Social Distancing Pertama di Dunia Siap Hadir di...

Virgin Money Unity Arena. Penggemar musik di Inggris mungkin akan lebih cepat merasakan musik live daripada yang diperkirakan beberapa pakar kesehatan. Venu

on Jul 5, 2020