<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

Perjalanan Tujuh Album John Mayer

Posted on: 03/18/19 at 9:45 am

Terhitung kurang lebih ada tujuh LP, tujuh album yang direkam secara live, tiga album kompilasi, dua album video, 17 video musik, lima EP dan kurang lebih 24 single yang pernah dirilis dengan nama John Mayer selama perjalanan musiknya.B

Baca Juga: John Mayer Rilis Lagu Baru!

Sempat merasakan dua semester di Berklee College of Music ketika berumur 19 tahun, John Mayer putuskan tinggalkan kuliahnya untuk mengejar mimpi bermusiknya dan pindah ke Atlanta bersama Clay Cook — salah satu anggota Zac Brown Band — dan membentuk LoFiMasters. Setelah hanya beberapa kali tampil di Atlanta, mereka memutuskan untuk berpisah dan karier solo John Mayer pun dimulai.

Dibantu seorang produser musik lokal, Glenn Matulio, Mayer merekam mini album pertamanya, Inside Wants Out dan merilisnya pada September 1998. Debut EP-nya tersebut berhasil mengantarkan John Mayer ke tawaran kontrak sebuah label indie, Aware Records.

Seperti yang kalian sudah ketahui, melalui debut albumnya tersebut, nama John Mayer mulai dikenal dan sekarang dia adalah salah satu musisi yang berada di jajaran teratas dengan penggemar dari seluruh dunia.

Kali ini, kami akan deretkan tujuh album studio milik John Mayer untuk sedikit lebih tahu perjalanan musiknya.

Room for Squares (2001)

Debut studio album John Mayer.

Dirilis pada 5 Juni 2001, debut album studio ini dinaungi oleh Aware Records dan Columbia Records. Terinspirasi dari salah satu album Hank Mobley — saxophonist dan komposer musik Jazz — No Room For Squares, John Mayer menulis semua lagu yang ada di Room for Squares, yang beberapa lagu diantaranya terdapat di Inside Wants Out.

Debut album yang sebagian besar lagunya diambil dari pengalaman pribadi John Mayer ini mulai banyak dikenal orang ketika menempati posisi pertama di tangga lagu Billboard’s Heatseekers pada Maret 2002. Di penghujung tahun tersebut, single seperti “No Such Thing,” “Your Body Is a Wonderland,” dan “Why Georgia” menjadi hits di beberapa stasiun radio.

Heavier Things (2003)

Album kedua John Mayer, Heavier Things.

Di minggu pertama perilisannya, Heavier Things berhasil terjual sekitar 300.000 keping dan langsung menempati posisi pertama di tangga lagu Billboard 200. Walaupun John Mayer banyak mendapat kritik tentang cara penulisan lagunya, tapi secara umum, album ini mendapatkan respon positif saat itu.

Direkam di sebuah apartment di New York, John Mayer mengaku lebih bebas tekanan dan fokus ketika mengerjakan album ini. Dia juga lebih banyak memegang kontrol dari sisi kreatifnya. “Bigger Than My Body” dan “Daughters” merupakan dua lagu yang diakui paling banyak meraih sukses. Bahkan “Daughters” disebut sebagai lagu terbaik yang pernah John Mayer buat selama perjalanan dua albumnya, piala Grammy pun dia kantongi untuk Song Of The Year di tahun 2005 lewat single tersebut.


Baca Juga: John Mayer Singgung 2 Tahun Bebas Alkohol di Ellen Show!

Sedangkan “Clarity” mempunyai tempat tersendiri di hati John Mayer dan para penggemarnya, walaupun terbilang tidak terlalu sukses dibandingkan dengan dua single lainnya dari album Heavier Things.

Continuum (2006)

Continuum dirilis pada September 2006.

John Mayer mengaku sedang terobsesi dengan waktu ketika sedang di tengah proses pengerjaan album ini. Dirilis pada 12 September 2006, proses rekaman Continuum dilakukan di beberapa studio; The Village Recorder, Royal Studios, Avatar Studios dan Right Track/Sound on Sound. Dan album ini menandai perubahan gaya bermusik John Mayer — lebih banyak menyertakan blues dan soul.

Album yang menduduki posisi dua di Billboard 200 pada minggu pertama setelah peluncurannya ini terjual sebanyak lima juta keping di seluruh dunia. Selain masuk di deretan 11 album terbaik 2006 versi Rolling Stone, Continuum juga memberinya piala Grammy untuk kategori Pop Vocal Album. Continuum menghadirkan cover lagu The Jimi Hendrix Experience, “Bold as Love.” 

Battle Studies (2009)

Battle Studies milik John Mayer dirilis pada 17 November 2009.

Setelah kesuksesan dari Continuum, John Mayer mengaku merasakan tekanan yang lebih besar untuk mengerjakan album berikutnya. Battle Studies sempat tersebar secara gelap hanya beberapa saat sebelum jadwal peluncuran resminya di stasiun radio.

Pada Juli 2010, Battle Studies mendapat sertifikasi platinum dari Recording Industry Association of America untuk penjualannya yang mencapai satu juta keping di Amerika Serikat.

Born and Raised (2012)

Born and Raised sempat mengalami penundaan pada waktu perilisannya.

Born and Raised merupakan album yang juga merekam perubahan gaya bermusik John Mayer. Kali ini, dia sertakan eksplorasinya di ranah folk dengan sentuhan rock and roll dan blues. Bob Dylan, Neil Young — secara khusus disebutkan After The Gold Rush adalah album yang intens dia dengarkan — dan Graham Nash hanyalah beberapa musisi yang banyak memberinya pengaruh saat itu.

Musisi yang belum pernah menikah ini mengaku frustasi karena sempat jenuh dengan musik-musik yang dia buat. Dia sempat mengambil waktu untuk mundur dari sorotan media dan publik untuk beberapa waktu. Sekitar pertengahan September 2011, John Mayer mengumumkan penundaan perilisan Born and Raised karena terdapat granuloma pada pita suaranya dan akan menjalani proses pengobatan.

Baca Juga: Tiket Konser John Mayer di Singapura Akan Ditambah!

Akhirnya album yang direkam di Electric Lady Studios dan beberapa studio lainnya ini resmi diluncurkan pada 22 Mei 2012 oleh Columbia Records.

Paradise Valley (2013)

“Who You Love,” salah satu single dari Paradise Valley tampilkan Katy Perry.

Secara keseluruhan, Paradise Valley terasa mirip dengan album John Mayer sebelumnya, Born and Raised, hanya suara gitar listrik lebih mendominasi album ini. Album yang berisi 11 trek ini dirilis pada Agustus 2013, dan diproduseri oleh dirinya sendiri bersama Don Was — Produser Blue and Lonesome, album Rolling Stones.

Salah satu single-nya, “Who You Love” menampilkan Katy Perry yang saat itu menjadi kekasihnya. Selain itu, John Mayer juga menampilkan Frank Ocean di “Wildfire” yang terasa lebih membangkitkan selera apabila dibandingkan dengan duetnya bersama Katy Perry.

Semua materi yang ada di Paradise Valley mengalir dengan ringannya, semua terasa catchy dan mudah dinikmati. Tapi banyak yang mengatakan kalau album ini tidak termasuk dalam deretan karya terbaik John Mayer.

The Search of Everything (2017)

The Search of Everything milik John Mayer dirilis pada April 2017.

Ini adalah rilisan album studio terakhirnya sampai sekarang, dan disebut sebagai titik terendah John Mayer semenjak dia pertama kali merilis album penuhnya. Masih di bawah Columbia Records, The Search of Everything dikeluarkan pada 14 April 2017 silam.

Merupakan album patah hatinya, The Search of Everything masih menunjukan sisi rapuh John Mayer. Emosi merupakan bahan bakar terbaik dalam mencipta karya. Tapi entah mengapa, John Mayer kurang berhasil meramunyadi album ini. Beberapa krikitus bahkan menulis kalau dia sudah kehilangan kemampuannya untuk membuat materi yang menarik.

Keterangan Foto Utama: John Mayer di Norwegian Wood Festival 2014. (Foto: kiim.net)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

John Mayer

John Mayer Luncurkan "Carry Me Away," Kartu Pos Musim Panasnya!

Di tengah break dua minggu dari tur yang Amerika Utara yang sedang berjalan, John Mayer mengirimkan single baru untuk para penggemarnya. Baca Juga: Ryan Ada

on Sep 7, 2019

Seri Buku Musik 33⅓, Tambahan Penting Untuk Setiap Album Terbaik

Seri 33⅓ merevolusi buku musik. 33⅓ merupakan seri buku saku yang memberi penulis kebebasan untuk menjelaskan album favorit mereka, langsung ke bagian-

on Jul 17, 2019
Ed Sheeran ‘Mampir’ Ke Konser John Mayer di Jepang

Ed Sheeran 'Mampir' Ke Konser John Mayer di Jepang

Setelah Jakarta dan Hongkong, John Mayer tampil di hadapan ribuan penggemarnya di Jepang dan suguhkan kejutan menyenangkan bernama Ed Sheeran. Rabu malam (

on Apr 11, 2019
Beberapa Setlist John Mayer Sebelum Konser di Jakarta!

Beberapa Setlist John Mayer Sebelum Konser di Jakarta!

Sebelum penampilannya di Jakarta, John Mayer membagikan beberapa setlist di beberapa kota sebelumnya. Menjadi salah satu bagian dari tur dunia John Mayer, p

on Apr 4, 2019