<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

Pesta Partai Barbar 2019: Kembali Ke Fitrah

Posted on: 03/27/19 at 5:00 pm

Sepanjang 274 tahun umurnya, kota Solo lebih sering dikenal sebagai kota batik dan kota kuliner. Atau dalam kosa kata yang lebih durhaka: kota tua yang lambat dan membosankan. Semua berubah ketika geraham Rock In Solo mulai tumbuh. Ia mengunyahkan warna baru bagi kota. Predikat kota musik keras sempat disematkan ke kota ini. Pun ketika akhirnya status Rock In Solo masih menjadi tanda tanya, label itu disepuh ulang oleh Pesta Partai Barbar.

Oleh: Firman Prasetyo. 

“Pesta Partai Barbar bukan Rock In Solo!” tegas Stephanus Adjie di konferensi pers Pesta Partai Barbar, sehari sebelum dimulai. Ketika Tuhan menciptakan manusia di hari keenam, salah satu dari ciptaan-Nya itu kelak berwujud Stephanus Setiadji Anugrah Hendranata, atau yang lebih akrab diidentifikasi sebagai Stephanus Adjie. Intervensi Ilahi menganugerahinya kerongkongan iblis dan jemari Midas. Yang pertama, dikenal karena pekiknya bersama down for life. Yang kedua, berperan menjadi bidan pembantu persalinan acara ini hampir 10 tahun silam.

Pesta Partai Barbar tahun ini sukses digelar di Benteng Vastenburg, Solo pada 10 Maret 2019 lalu
Pesta Partai Barbar tahun ini sukses digelar di Benteng Vastenburg, Solo pada 10 Maret 2019 lalu

Seperti yang ditegaskan Adjie, Pesta Partai Barbar bukan dan tidak akan pernah menjadi atau menggantikan Rock In Solo. Keduanya hidup di beda alam meski ditiup dari satu entitas ruh yang sama; lahir utuh dari hasil zina tanpa kondom antara musik metal dengan semangat bersenang-senang. Selepasnya, mereka tumbuh mandiri ke arah yang berbeda.

Baca Juga: Mereka Yang Besar Di Myspace!

Kalau Slipknot punya Knotfest dan Ozzy Osbourne adalah pemegang sertifikat Ozzfest, maka acara ini sedari awal memang dirancang menjadi konsep pesta yang dituanrumahi oleh down for life. Jadi tidak heran ketika siapapun tamunya yang berbagi panggung dengan mereka adalah kerabat dekat dari bajingan-bajingan kota Bengawan itu. Sayang sekali Adjie belum berkawan dekat dengan anak-anak Slayer.

Setelah absen di tahun lalu, Pesta Partai Barbar kembali dengan amunisi penuh di 2019. Dan lebih dari dua pekan lalu, semua berpesta-pora di benteng Vastenburg.

Antrian masuk Pesta Partai Barbar tahun ini
Antrian masuk Pesta Partai Barbar tahun ini.

Gerbang benteng dibuka tepat pukul 1 siang ketika matahari sedang lucu-lucunya. Musik keras sejatinya memang lebih cocok dengan iklim terik di Solo. Kota ini agak kekurangan lokasi untuk menikmati senja dengan syahdu. Pula es teh dan ciu lebih digemari ketimbang kopi. Itu mungkin alasan kenapa tidak banyak musisi folk/pop yang tumbuh besar di sini. Adagium ‘senja – kopi – asam lambung’ kurang bisa tumbuh subur di tepi Bengawan Solo. Poros ‘tengah hari – headbang – keseleo leher’ sepertinya lebih pas.

Holykillers, Nightfall dan Killer of Gods menjadi trio pembuka yang masuk ke pesta lewat jalur registrasi band submission. Setelah mereka, Suabakar naik panggung sebagai perwakilan Solo dari bagian kota yang gelap dan Black Sabbath-esque. Langit di atas benteng memang masih cerah di jam 3 sore itu, tapi panggung sudah berubah kelam. Salahkan fenomena alam itu kepada Djiwo dengan black metalnya.

Kemudian, Belantara mengambil alih amplifier. Salah seorang teman yang jenisnya ‘kokoh indie’ menghampiri saya di FOH sambil teriak-teriak antusias karena dia senang sekali dengan musik yang dibawakan Belantara. Bayangkan, seorang loyalis musik pop yang mengira Darkthrone merupakan serial Netflix gabungan The Dark Knight dan Game of Thrones, bisa menikmati sajian musik berdesibel tinggi. Terima kasih, Tuhan Metal.

Baca Juga: Perjalanan Tujuh Album John Mayer

Belantara, salah satu band Lawless Jakarta Records di Pesta Partai Barbar.
Belantara, salah satu band Lawless Jakarta Records di Pesta Partai Barbar.
Unit grindcore asal Gianyar, Bersimbah Darah di Pesta Partai Barbar
Unit grindcore asal Gianyar, Bersimbah Darah. (Foto: @darksideofstage)

Bertindak sebagai provokator SSD (Sore-sore Slamdance) adalah mesin grindcore dari ibukota punk rock Indonesia, Bali, Bersimbah Darah. Kuartet asal Gianyar tersebut selain memiliki nama band paling keren sejagat juga sukses memanaskan moshpit sekaligus memberi jalan kepada Death Vomit. Sekitar 2000 penonton langsung merangsek ke barikade depan panggung saat MC mempersilahkan mereka tampil. Seperti yang sudah diduga, Death Vomit tampil prima dengan gabungan aksi audio-video yang impresif sebagai pemungkas sesi siang-sore.

Senja, kopi dan death metal. Nikmat blastbeat mana lagi yang kau dustakan?

Tepat saat azan magrib berkumandang, panggung berhenti menyalak. Di area Lounge, tampak Panglima Besar Whiskey Warriors, Rudolf Dethu dan eks Pemred majalah Hai, Dani Satrio, asyik ngobrol-ngobrol skena bersama Iyok Samalona dan bassis Soloensis, Pungkas Pinundi dalam talkshow  sesi kedua berjudul “Kami Adalah Api” di bawah asuhan moderator Adia Prabowo.

Iyok Samalona, Pungkas Pinundi, Dani Satrio, Rudolf Dethu dan Adia Prabowo usai talkshow "Kami Adalah Api" di Pesta Partai Barbar 2019.
Iyok Samalona, Pungkas Pinundi, Dani Satrio, Rudolf Dethu dan Adia Prabowo usai talkshow “Kami Adalah Api” di Pesta Partai Barbar 2019.

Gelar temu wicara tampaknya menjadi sajian baru di Pesta Partai Barbar tahun ini. Di sesi “One Town One Crown” yang berlangsung tiga jam sebelumnya turut menyajikan jagoan lokal Solo seperti Tatuk Marbudi dan mengimpor Moh. Faisal dari ibukota. Kedua sesi tersebut ternyata cukup diminati pengunjung.

Punk rockers lokal Solo, Fun As Thirty, ikut sumbang distorsi diantara jeda magrib dan isya. Hanton Prasetyo sang vokalis menjadi corong yang mewakili ketidakpuasan dan sikap mereka terhadap RUU Permusikan. Selepas jeda isya giliran Fraud yang membuas. Jika sebelumnya serapah favorit Solo, “asu” lebih sering terdengar di antara penonton, maka penampilan Fraud membuat umpatan “jancok” bergaung di seputaran dinding Vastenburg.

Aksi Fraud di Pesta Partai Barbar.
Aksi Fraud di Pesta Partai Barbar. (Foto: via @fraud.official)

Kalau aksi panggung itu temporer, maka kelas adalah permanen. Jasad membuktikan kalau mereka menjajah Eropa bukan karena nepotisme atau keberuntungan belaka melainkan karena kualitas. Kuping saya tidak pernah didesain untuk bisa khusyuk mendengarkan death metal. Apalagi saya punya trauma khusus dengan Jasad semenjak pernah menyaksikan mereka beberapa tahun silam di bawah pengaruh Xanax yang diselundupkan seorang teman ke venue. Tai banget rasanya. Tapi malam itu saya berseru “tai!” lagi ketika menonton mereka. Kali ini karena terpana dengan penampilan gerombolan Nuswantara Death Metal itu. Meski tetap saja saya tidak suka death metal.

Fraud. (Foto: @berandakusut)

30 menit berselang, Jasad undur diri. Lampu panggung dimatikan. Penonton dipersilahkan mengambil napas yang ternyata cuma sebentar saja. Sound gamelan kemudian menggaung dari pengeras suara, menambah aura mistis benteng Vastenburg yang sudah lebih dulu dikenal sebagai venue yang ramah astral. Tanda-tanda kiamat sudah dekat dan kita harus segera bertobat?

Baca Juga: 7 Kolaborasi Rock Yang Mengejutkan!

Oh, ternyata bukan. Itu adalah penanda tampilnya sang tuan rumah.

Down for life melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai among tamu. Ribuan Pasukan Babi Neraka – fanbase mereka – yang hadir malam itu sebagai tamu agung dilayani dengan baik. Mereka disuguhi tata suara dan cahaya prima, digenjot habis-habisan di moshpit, dipersatukan dalam ajang silaturahmi kolosal nan barbarik berwujud wall of death, hingga dibonusi Adjie yang berselancar turun panggung untuk crowdsurfing. 60 menit yang akan dikenang lama oleh 15.701 pengunjung yang hadir malam itu.

Down for life jadi tuan rumah yang untuk Pestai Partai Barbar di Benteng Vastenburg, Solo.
Down for life jadi tuan rumah yang untuk Pestai Partai Barbar di Benteng Vastenburg, Solo.
Stephanus Adjie, vokalis down for life sempat lakukan crowdsurfing di tengah penampilannya.
Stephanus Adjie, vokalis down for life sempat lakukan crowdsurfing di tengah penampilannya.

Semisal Barbar adalah nama partai dengan down for life sebagai Ketua Umum dan Pasukan Babi Neraka konstituennya, maka Serigala Militia adalah fraksi pendukung di Komisi DCLXVI. Hingga tidak ada peristiwa lain yang lebih tepat untuk berkoalisi selain di sidang parlemen Seringai dalam agenda membakar Surakarta.

Program party Seringai jadi pamungkas Pesta Partai Barbar tahun ini.
Program party Seringai jadi pamungkas Pesta Partai Barbar tahun ini. (Foto: @anggaadanu_)

Hadir sebagai tamu kehormatan, empat serigala dari Selatan Jakarta tersebut menunjukkan taringnya dengan buas. Satu jam set disikat di bawah aliran adrenalin beroktan tinggi. AD/ART di program party mereka tidak saja berisi pasal yang menolak tua tapi juga himbauan untuk merusuh selamanya. Pesta pun paripurna.

Dan ketika lampu panggung dipadamkan dan ribuan penonton berjalan ke pintu keluar dengan punggung pegal dan betis “sempal,” setidaknya untuk 10 jam di awal bulan Maret lalu itu, Solo kembali ke fitrahnya sebagai kota yang ramah cadas.

Pesta Partai Barbar, Maret 2019

Keterangan Foto Utama: Pesta Partai Barbar, Maret 2019, Benteng Vastenburg, Solo.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

JBIF 2019

JBIF 2019 Gelar Acara Pemanasan di Hard Rock Cafe Jakarta

Jakarta Blues International Festival 2019 akan digelar satu bulan lagi. Setelah mengumumkan kompetisi One-Minute Blues Challenge (OMBC) online pada bulan Septe

on Nov 6, 2019
JBIF 2019

Meriahkan JBIF 2019 dengan One Minute Blues Challenge!

Jakarta Blues International Festival 2019 membuka kesempatan bagi pecinta musik di Indonesia untuk ‘nge-blues’ secara online lewat One Minute Blues Challen

on Nov 4, 2019
JBIF 2019

Jakarta Blues International Festival 2019 Guncang Ibu Kota Bulan Depan...

Festival musik berskala internasional ini akan menyapa para pecinta blues di Jakarta tepatnya di Tennis Indoor Senayan pada 7-8 Desember 2019 mendatang. Bul

on Nov 4, 2019
Metallica

Metallica Akan Guncang 5 Festival Musik Rock AS Tahun Depan

Band Metallica akan tampil selama dua malam di festival Epicenter, Welcome to Rockville, Sonic Temple, Louder Than Life dan Aftershock Baca juga: Metallica

on Oct 11, 2019