<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

Petisi Online Tolak Konser Band Metal di Singapura

Posted on: 03/8/19 at 9:15 am

Beberapa waktu lalu, sebuah petisi diluncurkan untuk membatalkan konser Watain dan Soilwork di Singapura.

Oleh: Scott Munro, Metal Hammer. (Louder Sound)

​​Sebuah petisi online untuk menghentikan band-band metal manggung di Singapura telah ditandatangani oleh lebih dari 16.000 orang. Petisi ini dimulai sebagai upaya untuk mengingatkan Kementerian Kebudayaan, Masyarakat dan Pemuda Singapura pada konser Watain dan Soilwork.

Kampanye yang digalang di Change.org tersebut diberi nama Ban satanic music groups Watain and Soilwork performing in Singapore (larang grup musik setan Watain dan Soilwork manggung di Singapura) dan, pada saat artikel ini dibuat, telah ditandatangani sebanyak 16.894 kali.

Sebuah pernyataan, “Band-band heavy metal ini tidak mewakili budaya yang kita inginkan di kalangan anak muda kita. Pesan bawah sadar mereka di lagu-lagu mereka termasuk kematian dan bunuh diri. Tanda tangani petisi ini untuk membuat anggota parlemen kita melarang band-band ini tampil di Singapura.”

Watain dijadwalkan tampil di EBX Live Space, Singapura Kamis (7/3) kemarin, tetapi beberapa penggemar mereka melaporkan konser tersebut dibatalkan dan hanya ada acara meet and greet.

Sementara itu, Soilwork dijadwalkan manggung di Singapura pada bulan Oktober di lokasi yang sama, dan tiket konsernya yang sudah habis terjual.

Ini bukan pertama kalinya band metal menghadapi pencekalan seperti ini. Di bulan September tahun lalu, Marduk dilarang memasuki Guatemala karena dianggap sebagai band “setan” sementara Carcass terpaksa membatalkan pertunjukannya di Malaysia di 2015.

Pada tahun 2014, badan penyensor di Malaysia menarik salinan album Jimi Hendrix, Axis: Bold As Love, karena menyinggung nilai-nilai agama — 47 tahun setelah album itu pertama kali dirilis. Di tahun sebelumnya, Lamb Of God tidak diizinkan tampil di negara tersebut.

Keterangan Foto Utama: Watain, salah satu band metal yang dilarang konser di Singapura. (Foto: Jake Owens)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Red Hot Chili Peppers

Red Hot Chili Peppers & Eddie Vedder Duet di Konser Amal Sekolah Musik

Vokalis Pearl Jam tersebut gabung dengan Red Hot Chilli Peppers untuk cover “Purple Rain” (Prince) dan “All Along the Watchtower” (Jimi Hendrix) di kon

on Nov 4, 2019

Vokalis Lamb Of God Bahas Kondisi Musik di 2019

Menurut vokalis Lamb of God, Randy Blythe, “Kalau kamu duduk di belakang komputer untuk mencela dan menghakimi orang lain, itu bertentangan dengan segala ses

on Oct 21, 2019
Universal Music

Universal Music Buka Markas di Asia Tenggara, Fokus ke Musik Rap

Korea punya K-Pop. India punya musik Bollywood. Mungkinkah kawasan Asia Tenggara yang terkenal padat dan tumbuh cepat menjadi sarang baru bagi hip-hop? Baca

on Sep 18, 2019
Neon Lights 2019

Neon Lights 2019 Tambahkan King Gizzard & the Lizzard di Lineup-nya!

Selain King Gizzard & the Lizzard Wizard, lineup Neon Lights tahun ini juga akan menyertakan Gus Dapperton dan Cosmo’s Midnight. Baca Juga: Mumford &am

on Sep 13, 2019