×
×

Search in Mata Mata Musik

Phaedra, Album yang Melambungkan Nama Tangerine Dream

Posted on: 02/24/19 at 2:45 pm

Album dari tahun 1974 inilah yang mendorong kebangkitan para master musik progressive tersebut di kancah internasional.

Oleh: Paul Sexton. (uDiscover Music)

Dalam mitologi Yunani, Phaedra (atau Faedra) adalah ibu dari Demophon asal Athena dan Acamas, dan berasal dari sebuah kata yang berarti “terang.” Dalam mitologi progressive rock, nama tersebut menandakan album terpenting dari salah satu band terbaik di genre ini.

Pionir musik progressive dari Jerman ini dibentuk pada tahun 1967 dan telah merilis empat album di label Ohr saat mereka bergabung dengan Virgin Records di 1974. Rilisan terakhir mereka di Ohr, Atem, dinobatkan sebagai album terbaik tahun 1973 oleh penyiar ternama saluran BBC, John Peel. Phaedra adalah album yang mendorong kebangkitan internasional band ini.

Baca Juga: 5 Girl Group K-Pop Tercepat Raih Penghargaan Pertamanya!

Saat karya instrumental klasik ini dirilis pada 20 Februari 1974, album ini menampilkan lagu utama yang mengisi keseluruhan side one, dengan iringan synthesizer VCS 3 selama lebih dari 17 menit. Di salah satu album pertama mereka yang menghadirkan sequencer, side two dimulai dengan “Mysterious Semblance At The Strand Of Nightmares” yang berdurasi hampir 11 menit. Kemudian muncul “Movements Of A Visionary” selama delapan menit, sebelum album ini ditutup dengan lagu akhir yang singkat, “Sequent C.”

Baca Juga: 5 Girl Group K-Pop Tercepat Raih Penghargaan Pertamanya!

Phaedra direkam di Manor, studio di dalam rumah bangsawan di Shipton-on-Cherwell, Oxfordshire, Inggris, yang di awal tahun 1974 dirayakan sebagai lokasi di mana Mike Oldfield menciptakan Tubular Bells.

Album ini diproduseri oleh pendiri Tangerine Dream, Edgar Froese, yang memainkan mellotron, gitar, bass dan organ serta, seperti rekan-rekannya, Peter Baumann dan Christopher Franke, VS3. Froese juga melukiskan gambar di sampul album; Baumann menambahkan organ, piano elektrik dan suling, dan Franke menambahkan Moog.

Anehnya, Phaedra tidak meraih kesuksesan besar di Jerman, di mana band ini telah dikenal selama bertahun-tahun. Tetapi di pasar Inggris dan Amerika, album ini laris manis. Dua minggu bertengger dan menembus peringkat No. 196 di tangga lagu AS menjadi permulaan yang sederhana, namun itu menjadi yang pertama dari tujuh album di tangga lagu di sana dalam belasan tahun.

Baca Juga: Single Yang Bikin Grup K-POP Ini Populer!

Di Britania Raya, dimana impor album Tangerine Dream sebelum bergabung dengan Virgin Records telah mencapai angka penjualan 25.000 kopi, album ini akhirnya terjual sekitar 100.000 unit. Album ini pun anteng bertahan di tangga lagu selama 15 minggu dengan peringkat tertinggi di No. 15, meskipun sangat jarang diputar di radio. Band ini kemudian memperbaiki posisi mereka di tahun berikutnya ke peringkat No. 12 dengan keberhasilan album Rubycon.

Ini adalah dua album pertama dari 16 chart album di posisi 10 besar di Britania Raya setelah lebih dari 13 tahun, dalam hubungan yang setia antara band ini dengan penggemar mereka. Seperti yang dikatakan Froese sendiri, “Kami percaya setiap pendengar pasti juga seorang musisi. Semua orang…memiliki pemahaman yang berbeda tentang apa yang tampak di atas panggung.”

Keterangan Foto Utama: Phaedra muncul di Black Mirror: Bandersnatch. (Foto: Google Images)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Tangerine Dream

Tangerine Dream Akan Rilis Box Set Berisi 16 CD!

In Search of Hades: The Virgin Recordings 1973-1979 akan mendarat pada 14 Juni 2019. Baca Juga: Box Set Vinyl John Coltrane 1958 Resmi Diumumkan In Sea

on May 23, 2019
Tangerine Dream

Box Set 7 Album Tangerine Dream Meluncur Juni Depan

In Search of Hades berisi karya ikonik dari band elektronik asal Jerman ini dari tahun 1973 sampai 1979. Tangerine Dream baru saja mengumumkan box set beris

on Apr 22, 2019