×
×

Search in Mata Mata Musik

Phil Labonte & John Cooper Kritik Keras Pemblokiran Akun Media Sosial Trump

Posted on: 01/12/21 at 10:00 am

Phil Labonte & John Cooper Kritik Keras Pemblokiran Akun Media Sosial Trump
Phil Labonte (All That Remains) dan Skillet’s John Cooper (Skillet).

Vokalis All That Remains Phil Labonte dan vokalis Skillet John Cooper kompak mengutuk pemblokiran akun media sosial Donald Trump baru-baru ini oleh Twitter, Facebook, dan platform lainnya. Phil Labonte lebih jauh menulis surat terbuka kepada Gubernurnya, sementara John Cooper membagikan pemikirannya melalui video di YouTube.

Baca juga: Beginilah Reaksi Para Rocker AS Terhadap Aksi Protester Pro-Trump Yang Rusuh

Berawal dari akun Twitter Trump yang ditangguhkan secara permanen setelah ratusan pendukungnya menyerbu gedung US Capitol pada 6 Januari lalu. Sebelum insiden pada hari itu, Presiden Trump menggelar rapat umum di dekat lokasi kejadian, di sana Pak Presiden mendesak para pengikutnya untuk berbaris menuju ke gedung US Capitol dan memprotes sertifikasi pemilu. Doi juga yang menyulut api di Twitter, menyebut Wakil Presiden Mike Pence sebagai “pengecut” karena nggak berani menolak hasil pemilu yang dimenangkan oleh Joe Biden.

Phil Labonte dan John Cooper pun nggak merahasiakan keyakinan politik konservatif mereka di masa lalu, meski mereka bersikeras bahwa mereka bukan pendukung Trump, namun mengkritik keras “sensor” yang melanggar hak Presiden Amerika Serikat untuk menggunakan media sosial sebagai preseden yang buruk untuk pemerintahan ke depannya.

Sang vokalis band metalcore, Phil Labonte menulis surat terbuka kepada Gubernur New Hampshire, Chris Sununu, yang isinya sebagai berikut:

“Saya menulis untuk menyatakan dukungan saya untuk Konvensi Pasal V sebagaimana diuraikan dalam Konstitusi Amerika Serikat. Ada beberapa platform media sosial dan penyedia layanan yang, seperti yang saya tulis, dalam proses menghapus suara libertarian dan konservatif, termasuk Presiden Donald J Trump. Meskipun saya tidak memiliki ilusi tentang hak perusahaan swasta untuk memiliki kebijaksanaan tunggal atas siapa yang boleh dan tidak boleh menggunakan layanan mereka, saya yakin tindakan ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk membungkam pandangan bahwa kurang dari satu dekade yang lalu akan dianggap sepenuhnya tidak ofensif. Membungkam suara apa pun, bahkan yang akan mengungkapkan pendapat yang benar-benar penuh kebencian, adalah ancaman yang jauh lebih besar bagi negara kita daripada opini itu sendiri”.

“Saya bukan pendukung Presiden Trump. Saya tidak memilihnya, tetapi ancaman sensor yang membayangi ini jauh lebih besar daripada akun Twitter seorang Presiden. Saya percaya, dan takut, bahwa kekerasan yang terjadi di Washington D.C. pada tanggal 6 Januari hanyalah sebagian kecil dari apa yang kemungkinan besar akan terjadi di negara kita. Penindasan terhadap opini yang dianggap tidak dapat diterima dan upaya untuk menyensor merupakan indikasi dari, menurut saya, perbedaan yang tidak dapat didamaikan, dan saya khawatir hal itu dapat semakin menambah bahan bakar ke dalam apinya”.

“Tidak ada alasan kita harus diatur oleh pemerintah pusat sejauh ini dari kebutuhan dan perhatian begitu banyak orang dan budaya yang berbeda yang tersebar di seluruh negeri ini. Lawan politik dari mereka yang dibungkam telah menyatakan keinginan yang kuat untuk memastikan bahwa mereka akan dapat memaksa melalui agenda politik mereka sendiri yang sepenuhnya mengabaikan pendapat orang-orang yang berpikiran kebebasan pemerintah kecil seperti saya. Saya percaya jika lebih baik kita membuat sebuah konvensi dan membubarkan serikat seluruhnya dengan cara yang damai dan konstitusional daripada dipaksa untuk hidup di bawah apa yang oleh standar apa pun dapat disebut tirani”.

“Saya telah tinggal di NH selama satu dekade sekarang. Saya pindah ke sini dari Massachusetts karena apa yang saya rasakan adalah hukum yang arogan dan tidak masuk akal. Jika Pemerintah Federal bertindak berdasarkan janji-janji pemerintahan yang akan datang, tidak akan ada tempat untuk pindah ke tempat yang menawarkan perlindungan. Saya memilih Anda Gubernur, dukung Konvensi Artikel V untuk mengembalikan Pemerintah Federal sesuai dengan batasan Konstitusionalnya atau menghapus Amerika Serikat sepenuhnya”.

Sementara itu, John Cooper menekankan bahwa dia tidak mendukung Trump ketika mengkritik pembungkaman Presiden di media sosial, dengan mengatakan:

“Dengar, gue bukan pengikut Trump di Twitter. Gue nggak menyukainya. Beberapa orang menyukainya; beberapa orang membencinya; beberapa orang berada di antaranya… Orang-orang mengatakan hal-hal aneh di Twitter, segala macam hal yang kejam dan menghasut. Lihat, gue mengerti. Tapi itu nggak akan mengarah ke tempat yang baik, dan gue pikir itu membuat banyak orang benar-benar ketakutan. Bagi gue, itu bukan hal yang paling aneh. Hal yang paling aneh bagi gue adalah semua hal (yang akan terjadi) berikutnya. Gue, seperti, tunggu sebentar, apa artinya ini? Jika Twitter memiliki kekuatan untuk menyensor Presiden, apa artinya itu? Gue pikir itulah yang membuat orang-orang ketakutan. Ada banyak sekali orang yang konservatif yang nggak menyukai tweet Trump. Ada banyak sekali orang yang berharap dia nggak akan terlalu banyak tweet. Menurut gue bukan itu hal yang membuat orang-orang ketakutan. Menurut gue orang-orang, seperti, ‘Tunggu sebentar. Jika mereka bisa melakukannya kepada Presiden, apa artinya itu bagi orang lain? Orang-orang sudah kehilangan pekerjaan mereka, itu telah menjadi berita. Gue yakin lo pernah melihatnya, orang kehilangan pekerjaan bergantung pada apa yang mereka dukung. Karena, pada dasarnya, idenya adalah jika lo konservatif, maka itu berarti lo mendukung kekerasan, lo bertanggung jawab atas kekerasan tersebut. Jika lo konservatif, maka lo mendukung kekerasan, yang sekarang merupakan produk dari supremasi kulit putih, itulah yang mereka katakan. Kebebasan berbicara akan hilang. Gue nggak tahu apakah lo tahu, orang-orang menelepon, bahkan CNN dan orang terkenal lainnya, kita nggak hanya berbicara tentang siapa pun, kita berbicara tentang orang-orang berpengaruh di elit budaya, menyerukan agar sumber berita disingkirkan. Bahkan CNN menyerukan agar Fox News ditarik dari stasiun TV kabel. Gue nggak tahu apa artinya ini”.

Baca juga: Jon Schaffer (Iced Earth) Dicari FBI & Polisi Karena Terlibat Insiden US Capitol

Kancah musik hard rock dan heavy metal telah menjadi sorotan sejak kerusuhan di US Capitol sejak gitaris Iced Earth, Jon Schaffer yang saat ini sedang diburu oleh polisi Washington D.C. dan FBI karena masuk secara ilegal setelah tertangkap kamera sebagai bagian dari massa yang menerobos gedung US Capitol pada 6 Januari. Meskipun nggak menyebut nama Jon Schaffer, rekan satu bandnya di Iced Earth mengeluarkan pernyataan yang mengutuk kerusuhan dan tindakan kekerasan selama insiden di sana.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    The Warning - evolve

    THE WARNING, 3 Rocker Cantik Lagi-Lagi Sukses Meninggalkan Impresi

    Horeee… The Warning nongol lagi!Horeee… tidak banyak "PAUSE" walau masih trauma dengan pemblokiran video akibat penerapan perlindungan copyright yang b

    on Oct 23, 2021
    Lovebites

    LOVEBITES - Holy War (Live at Zepp DiverCity Tokyo 2020) GO-KILL!

    LOVEBITES, salah satu dari deretan band heavy metal Jepang terbaik yang semua anggotanya cewek. Tetapi penampilan mereka yang anggun bak tuan putri hanyala

    on Oct 19, 2021
    Max Portnoy

    Max Portnoy, Putra Mike Portnoy, Menjadi Dramer Baru Code Orange

    Foto: Max Portnoy (via Instagram). Max Portnoy, putra kandung dramer metal legendaris Mike Portnoy, sekarang resmi menjabat sebagai dramer Code Orange. Band

    on Oct 17, 2021
    Burgerkill

    Burgerkill Ft. Ahmad Dhani 'Satu Sisi', Kolaborasi Terepik Sepanjang M...

    Kenapa bisa dibilang kolaborasi paling epik? Yang pertama, karena kolaborasi ini menampilkan mesin metal nomor wahid Indonesia BURGERKILL (BK) dan salah sa

    on Oct 15, 2021