×
×

Search in Mata Mata Musik

Pionir Genre Musik Reggae, Toots Hibbert (Toots & The Maytals) Tutup Usia

Posted on: 09/13/20 at 6:00 am

Pionir Genre Musik Reggae, Toots Hibbert (Toots & The Maytals) Tutup Usia
Toots Hibbert.

Frederick Nathaniel “Toots” Hibbert, pendiri sekaligus pentolan band Toots & The Maytals yang merintis genre musik reggae, telah meninggal dunia pada usia 77 tahun.

Toots Hibbert sebelumnya dirawat di rumah sakit di kampung halamannya di Kingston, Jamaika. Musisi pemenang piala Grammy itu meninggal pada hari Jum’at, 11 September lalu dikelilingi oleh keluarganya, menurut suatu pernyataan. Toots Hibbert meninggalkan tujuh anak dan istri yang sudah hidup bersamanya selama 39 tahun.

Baca juga: Kisah Lagu ‘Bad Boys’ Inner Circle Yang Membuat Reggae “Great Again”

Toots Hibbert diakui sebagai salah satu pencetus genre musik reggae dengan mencampur unsur-unsur gaya musik ska dan rocksteady Jamaika bersama dengan musik gospel tradisional, soul, R&B, dan rock and roll. Faktanya, single tahun 1968 Toots & The Maytals yang berjudul ‘Do the Reggay’ adalah lagu pertama yang menggunakan kata “reggae” dan pada akhirnya melahirkan nama untuk genre itu sendiri.

Pada awal tahun 1960-an, Toots Hibbert membentuk band Toots & The Maytals bersama sesama vokalis, Henry “Raleigh” Gordon dan Nathaniel “Jerry” Mathias dan instrumentalis Jackie Jackson, Hux Brown, Rad Bryan, dan Paul Douglas.

Setelah mengalami awal karier yang sukses saat mereka bekerja sama dengan produser Clement “Coxsone” Dodd dan bandnya The Skalites, Toots & The Maytals sempat terpaksa menghentikan aktivitas mereka setelah Toots Hibbert ditangkap polisi dan dijatuhi hukuman 18 bulan penjara karena kepemilikan mariyuana alias ganja. Namun keajaiban terjadi saat Toots Hibbert berada di balik jeruji besi, karena selama masa hukumannya doi menulis ‘54-46 That’s My Number’, yang akhirnya menjadi salah satu lagu hit pertama Toots & The Maytals.

Setelah Toots Hibbert dibebaskan dari penjara, Toots & The Maytals semakin tenar di luar Jamaika berkat lagu-lagu hits seperti ‘Do the Reggay’ dan ‘Monkey Man’, termasuk lagu ‘Pressure Drop’ yang sekarang dianggap sebagai salah satu lagu yang membentuk fondasi musik reggae. Pada tahun 1972, Toots & The Maytals mendapat pengakuan dunia dan audiens internasional setelah musik mereka ditampilkan dalam film kriminal populer Jamaika, The Harder They Come. Tahun berikutnya band itu merilis Funky Kingston, album pertama mereka yang dirilis melalui label rekaman Island Records yang merupakan sub-label dari Universal Music Group.

Selain menjadi pembawa obor dari gerakan musik reggae di Jamaika, Toots & The Maytals juga menginspirasi penciptaan genre lainnya di Inggris pada akhir tahun 1970-an. Band-band seperti The Specials, The Selector, dan Madness menggabungkan elemen-elemen punk rock dengan ska dan reggae untuk menghasilkan sound yang kemudian dikenal sebagai 2-tone. Khususnya, The Specials mengcover lagu ‘Monkey Man’-nya Toots & The Maytals pada debut tahun 1979 mereka, dan The Clash merekam versi mereka sendiri dari lagu ‘Pressure Drop’ pada tahun 1980.

Setelah menjalani kesuksesan global dengan bandnya, Toots Hibbert kemudian menempuh karier solo pada tahun 1980-an, tetapi membentuk kembali Toots & The Maytals pada dekade berikutnya dan terus memimpin band itu hingga akhir hayatnya. Toots & The Maytals saat ini memegang rekor untuk single No. 1 terbanyak di Jamaika (39 kali), dan pada tahun 2004, mereka memenangkan piala Grammy Awards pertama mereka dengan True Love, koleksi lagu-lagu hits masa lalu yang direkam ulang dengan kolaborasi bersama artis-artis beken seperti Willie Nelson, Eric Clapton, Jeff Beck, Trey Anastasio, No Doubt, dan Manu Chao. Album terbaru Toots & The Maytals, Got to Be Tough, baru saja dirilis bulan lalu.

Baca juga: Lagu ‘No Woman, No Cry’ Bob Marley Kini Ada Video Resmi Barunya

Mari kita mengenang kembali salah satu legenda sekaligus pencipta musik reggae ini dengan mendengarkan lagu-lagu terhebat Toots & The Maytals di bawah ini.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Asisten Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Glorious Friends

Pandemi Nggak Hentikan Glorious Friends Tampil Di Dua Festival Ska Int...

Glorious Friends. Mengusung musik ska dan reggae dengan khas anak muda Indonesia, Glorious Friends kembali mengejutkan pencinta musik Indonesia. Setelah di

on Nov 22, 2020
Jamessteady ska

Sixtet Ska Asal Cirebon Jamessteady Kembali Dengan EP "Riot City Rocke...

Jamessteady. Jamessteady, nama yang nggak asing bagi penggemar musik ska, reggae maupun rock steady. Tumbuh dari scene musik reggae di kota Cirebon, Jamesst

on Nov 21, 2020
Ayuenstar

Mantan Idol 2018, Ayuenstar Jadi Diri Sendiri Via 'Swagger', Single Hi...

Ayuenstar. Banyak penyanyi hebat Indonesia lahir dari berbagai ajang pencarian bakat di televisi. Mereka hadir dengan talenta dan ciri khas mereka masing-ma

on Nov 18, 2020
Saykoji

Lewat 'SideHustle', Saykoji Gaet Iwa K & Ras Muhamad Sebarkan Spirit O...

Persatuan hip-hop dan reggae (ki-ka): Iwan K, Saykoji, Ras Muhamad. Pandemi mengubah jalan pikiran semua orang, mau nggak mau survival adalah hal utama yang

on Oct 11, 2020