×
×

Search in Mata Mata Musik

Play – Dave Grohl

Posted on: 11/13/18 at 3:00 pm

Selama kurang lebih 23 menit, ketujuh Dave Grohl jadi-jadian ini membangun apa yang bisa disebut sebagai seni suara murni. 

Oleh: Mudours.

Jikalau musik rock boleh diibaratkan dalam wujud seorang manusia, maka satu pertanyaan yang ingin sekali saya lontarkan kepadanya adalah “Kamu apa kabar?” dan saya yakin dia (musik rock) pun akan kaget dan kebingungan dalam menjawab pertanyaan yang tak terduga itu. Sejatinya, pertanyaan itu tidak hanya diperuntukkan bagi si rock, namun bagi si musik itu sendiri secara umum.

Baca Juga: Unknown Mortal Orchestra – Sex & Food

Maklum, di tengah hiruk pikuk digital ini, musik seringkali digunakan sebagai kendaraan ramah lingkungan untuk mengangkut pemikiran manusia, manifestasi ego, kritik sosial, atau sekedar penyedap suasana. Musik hampir tak lagi dianggap sebagai proses, ia hanya dikenakan layaknya kostum untuk melenggang di ajang pencarian apresiasi.

Paling tidak hingga sesosok manusia itu muncul (kembali). Manusia yang bernama David Eric Grohl ini datang bersama enam kembarannya memasuki Join the Band Studio—sebuah studio les musik di California. Masing-masing bersiap di posisi dan instrumennya dan seketika pertanyaan saya di paragraf pertama tadi pun terjawab sudah: Musik (rock) baik-baik saja. Lupakan Nirvana, lupakan Foo Fighters. Di sini, Dave hanyalah seorang anak yang asyik sendiri dengan mainan kesukaannya.

Solonya di Play dibuka dengan suara synth tebal yang dilanjutkan dengan isian drum khas dan suara gitar yang menyalak layaknya deru mesin mobil yang baru dinyalakan untuk bersiap dalam sebuah perjalanan yang takkan terlupakan. Dave dan keenam kembarannya larut dalam dinamika, tempo dan nada yang saling ditaburkan satu sama lain. Mereka bermain tanpa konteks selain cinta yang begitu mendalam pada musik itu sendiri. Dalam rekaman penuh yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, salah seorang Dave terlihat canggung sekaligus gemas di hadapan glockenspiel dan alat musik pukul lainnya. Rekaman yang begitu organik ini ditutup dengan dengungan elektrik khas studio yang akan membuat setiap Homo Studioensis merasa kangen dan tak sabar ingin kembali ke studio.

Selama kurang lebih 23 menit, ketujuh Dave Grohl jadi-jadian ini membangun apa yang bisa disebut sebagai seni suara murni. Mereka seperti pustakawan yang baru saja merapikan buku-buku musik yang halamannya banyak dilipat, ditandai, dan ditempel dengan konteks ala manusia modern. Lewat Play, Grohl mampu menampar karya-karya musik modern ciptaan manusia mabuk literasi yang kini banyak digandrungi. dan mengembalikan kodrat musik sebagai seni yang santun dan disiplin tanpa mengesampingkan keindahannya. Play kelak akan menjadi artefak musik tersohor bagi peradaban manusia di ratusan tahun yang akan datang karena perannya sebagai katalis dan bila saat itu tiba, David Eric Grohl mungkin hanya akan jadi sebuah nama di akhir kutipan yang diukir di museum:

“But at the end of the day, just like any kid, the reward is just to play.”

Verdict: 8/10.
Tapi, siapalah saya berani-beraninya menilai karya seorang bapak rock dunia nan karismatik itu, hhe :’(

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Foo Fighters X Metallica.

Dave Grohl Ingat Dulu Disuruh Oleh Manajernya "Lebih Baik Dari Metalli...

Taylor Hawkins dan Dave Grohl (Foo Fighters) bersama Metallica. (Foto: Pinterest). Periode masa isolasi ini telah terbukti menjadi kesempatan untuk menginga

on May 31, 2020
Dave Grohl

Dave Grohl (Foo Fighters) Akui Punya Masalah Serius Dengan Kepribadian...

Dave Grohl. Dave Grohl, rockstar mantan dramer Nirvana, pendiri dan vokalis/gitaris Foo Fighters, produser/multi-instrumentalis Probot, pernah ngisi dram Q

on May 23, 2020
Tatiana Jinjer.

20 Musisi Rock dan Metal Yang Memiliki Tato Musisi & Band Idolanya

Tinta tato bersifat permanen bersatu dalam kulit seseorang. Boleh dibilang, tato itu seperti komitmen. Sekali jarum tato menusuk kulitmu, itu akan selamanya be

on May 17, 2020
Dave Grohl

Dave Grohl (Foo Fighters) Tulis Esai Yang Menguatkan Tentang Makna Mus...

Dave Grohl. (Foto: Getty Images). Pandemi Covid-19 telah memengaruhi hampir semua lapisan masyarakat, tetapi bagi para pecinta musik, ini adalah masa yang s

on May 14, 2020