×
×

Search in Mata Mata Musik

Poppy “I Disagree”: Muara Identitas Sebagai Pop Metal

Posted on: 01/26/20 at 10:30 am

Poppy - i disagree.
Cover album ‘I Disagree’ oleh Poppy. (Gambar: Sumerian Records).

POPPY
I Disagree
(2020, Sumerian)

Oleh Dharma Samyayogi

Fakta: Kamu bisa menjadi apa saja yang kamu mau secara online. Tapi mengapa penentuan nasib sendiri berhenti ketika kamu log out? Ini adalah pertanyaan tentang identitas yang sangat menarik diajukan oleh Poppy, alter ego yang berubah bentuk dari artis kelahiran Boston dan besar di L.A. bernama asli Moriah Rose Pereira. Sejak 2013, Poppy membangun kariernya dari L.A. sebagai YouTuber dan sukses meraih ratusan juta views sebelum akhirnya beralih ke musik dengan merilis album Poppy.Computer (2017) dan Am I A Girl? (2018) dengan menggeber kombinasi elemen J-Pop dan Electro-Pop.

Pada album ketiga ini, Poppy benar-benar keluar dari zona nyamannya dengan bermain di wilayah musikal yang menyeberang dari genre pop sebagaimana doi dikenal. Dari melihat cover albumnya saja yang sangar sudah bisa kita duga, menampilkan Poppy dengan riasan wajah ala corpse paint Black Metal. Yup, I Disagree merupakan album pop metal pertama Poppy. Sebenarnya, sisi metallic Poppy sudah muncul di lagu terakhir album Am I A Girl? yang berjudul ‘X’. Pada EP Choke (2019) juga kembali memperlihatkan sisi metalnya melalui lagu kolaborasinya dengan FEVER 333, ‘Scary Mask’. Mungkin itu petunjuk dari Poppy tentang evolusi musiknya yang akan datang.

Kelebihan: Lagu pembuka, ‘Concrete’ menggeber nu-metal untuk generasi baru yang memperlihatkan Poppy menyanyi tentang keinginan untuk membunuh versi lama dari dirinya di tengah musik “metal gado-gado” dengan tempo, ketukan, nuansa yang naik-turun, silih-berganti bagaikan rollercoaster. Dari bergaya power metal, hardcore breakdown, hingga pop manis yang melodius. Tidak mungkin kalau tidak mengaitkan Poppy dengan Babymetal yang sama-sama piawai dalam mengolah persilangan genre, terutama J-Pop, aneka subgenre metal dan pop yang sarat penggunaan perangkat elektronik. Apalagi pas bagian lirik “Chewy Chewy” dan “Yummy Yummy”.

Lagu utama ‘I Disagree’ memperlihatkan Poppy yang berdiri tegak dan menolak untuk menerima hal-hal yang kurang pantas doi terima: “Aku tidak setuju dengan cara kamu terus menekanku / Aku tidak setuju dengan cara kamu gagal menyenangkanku”. Kemudian dia menawarkan harapan bagi dunia: “Jika kalian semua bisa melihat dunia yang kulihat / maka mungkin semua orang bisa hidup dalam harmoni”. Melompati antara amarah dan optimisme, I Disagree memperlihatkan Poppy yang bergulat dengan kehancuran, awal yang baru, dan bagaimana kedua visi yang berbeda itu bersatu.

Gaya aransemen yang super variatif ala rollercoaster memang menjadi signature sound lagu-lagu di album ini. ‘BLOODMONEY’ bermain dengan sensibilitas hip hop dalam racikan electro-pop-metal. Kemudian ‘Anything Like Me’ memperlihatkan Poppy menyanyi dan humming yang mengingatkan ke gaya Billie Eilish dengan latar industrial metal yang terpengaruh berat oleh idola Poppy, yaitu Marilyn Manson. Usai lagu itu, Poppy kembali mengajak berdansa dan ber-headbang diiringi ‘Fill the Crown’ yang lagi-lagi memiliki struktur yang “tabrakan” antara bar per bar namun hebatnya tetap sukses menyatu menjadi komposisi yang unik sekaligus gila. ‘Sit/Stay’ menggeber peleburan techno/dubstep/industrial metal/dream pop dengan upbeat secara kontinyu. ‘Bite Your Teeth’ makin sinting yang sarat metalcore breakdown yang diputar-balikkan dan disisipi aneka elemen dengan aransemen yang rapat. Progressive namun tanpa njelimet yang bikin mumet.

Kekurangan: Hanya dua lagu yang sepertinya hanya menjadi pelengkap jumlah tracklist saja, yakni ‘Nothing I Need’ dan ‘Sick of the Sun’ walau sebenarnya bukan lagu yang buruk. Hanya terasa kurang pas saja bersanding dengan lagu-lagu lainnya yang bernuansa “twisted”.     

Kesimpulan: Di album inilah, Poppy membuka topengnya menunjukkan identitas sejatinya setelah bertahun-tahun memerankan sosok yang bukan dirinya di depan kamera. Sementara banyak band metal favorit kita yang melunak dan berubah ke arah pop, cewek berusia 25 tahun ini justru tidak sabar merangkul keinginannya untuk menjadi lebih cadas. Mungkin terinspirasi oleh band-band yang doi dengarkan, yang jelas tidak ada momen di sepanjang I Disagree yang terasa seperti kemunduran. Tetap pasang mata dan telinga untuk Poppy. Electro-Pop-Metal menjadi sesuatu yang segar untuk 2020 dan seterusnya.

Verdict: 9/10

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

L.Y.O.N. Band Foto

Onad Bersama L.Y.O.N Lampiaskan Rindu Melalui 'Merindu', Single Anyarn...

L.Y.O.N. (Foto: Kawula Music). Band yang pertama kali debut dengan lagu 'Ego' ini tampaknya sudah sebegitu merindunya untuk kembali merilis karya terbarunya

on Sep 12, 2020
Gorillaz

Rilis Single Baru Fitur Robert Smith (The Cure), Gorillaz Umumkan Albu...

Sepanjang tahun 2020, Gorillaz seperti bermain-main ke sana ke sini dengan seri audio-visual mereka yang bertajuk Song Machine, merilis lima single menawan

on Sep 10, 2020
Billie Eilish

Fender Rilis Ukulele Seri Signature Billie Eilish, Kenapa Ukulele Ya?

Billie Eilish memegang ukulelenya di samping anjingnya, Shark. (Foto: Matty Vogel). Setiap bintang besar dimulai dari yang kecil, dan itu lebih berlaku untu

on Sep 9, 2020
Gorillaz

Di Episode 6 ‘Song Machine’, Lagu Gorillaz Bakal Fitur Robert Smit...

Gorillaz fitur Robert Smith (The Cure). Pernah terbayang nggak kalau kuartet kartun Gorillaz bakal menghadirkan karakter yang agak kontradiktif dengan merek

on Sep 8, 2020