×
×

Search in Mata Mata Musik

Produser Bob Rock Ungkap Alasan Sound Snare Dram Aneh Di ‘St. Anger’ Metallica

Posted on: 07/23/20 at 9:00 am

Produser Bob Rock Ungkap Alasan Sound Snare Dram Aneh Di ‘St. Anger’ Metallica
Dramer Metallica, Lars Urlich. (Foto: Melinda Oswandel).

Album tahun 2003 Metallica, St. Anger dari dulu sangat sering dikritik, bahkan diejek, sebagian besar karena sound snare dram yang aneh dari dramer band heavy metal legendaris ini, Lars Ulrich. Tidak sedikit yang bilang sound snare dramnya mirip “kaleng”.

Sebagai bahan ejekan di kalangan penggemar dan kritikus selama bertahun-tahun, sound snare kocak itu mencapai puncaknya ketika seorang YouTuber yang cerdik menggantikan snare dari ‘Master of Puppets’ dengan sampel sound snare dari St. Anger, dan mengabadikan keanehannya. Banyak parodi lainnya dibuat, masing-masing menggantikan snare dari berbagai lagu dengan sampel sound snare St. Anger yang hasilnya tentu saja aneh bin kocak.

Akhirnya, setelah bertahun-tahun, produser album itu, Bob Rock buka suara dengan menjelaskan cerita di balik sound snare yang beken banget itu. Tidak mengherankan, dia pada dasarnya mengalihkan kesalahan itu pada Lars Ulrich, yang jatuh cinta dengan sound snare Plexi Ludwig milik Bob Rock.

Seperti yang dijelaskan Bob Rock, Metallica saat itu sedang nge-jam di “clubhouse” mereka di San Francisco (AS), tempat mereka sebelumnya berlatih dengan almarhum bassis Cliff Burton. Terinspirasi oleh kualitas demo dari sesi jamming tersebut – yang juga diproduksi oleh Bob Rock – Lars Ulrich berusaha mempertahankan sound mentah itu selama sesi rekaman resmi album St. Anger. Lars Ulrich meminjam snare Plexi Ludwig dari Bob Rock untuk sesi demo, dan snare itu tetap bertahan di dram kit-nya selama sesi rekaman album.

Baca juga: Mantan Produser Metallica Bob Rock Bahas Hubungan Lama Dirinya Dengan Band

“Kami sedang mencari inspirasi, mari kita jelaskan seperti ini, karena James (Hetfield) nggak ada di sana, jadi gue bilang, ‘Ayo mainkan dramnya, bagian kick dobelnya karena kami sedang mencoba-coba dengan dram lainnya,” ujar Bob Rock kepada Tone Talk. “Jadi dia mengatur dram di ruang latihan, kami sedang dalam perjalanan, dan Lars Ulrich terus menatap dramnya. Akhirnya, dia duduk di belakang dan bilang, ‘Kasih gue snare dram apa saja’. Gue baru membeli snare Plexi Ludwig karena gue ingin mencobanya, dan dia menaruhnya di dram kit, dan dia bilang, ‘Itu sound yang pas’. Dan gue merespons, ‘Apa?’”.

Bob Rock kemudian melanjutkan, “Jadi pada dasarnya, kami mengerjakan sebuah demo, dan gue menggunakan dua mikrofon (Shure SM) 58, satu mikrofon di bagian kick dram dan beberapa mikrofon sederhana di sekitarnya, dan kami mengerjakan demo. Dan itulah sound-nya, dan dia nggak mau kembali. Gue nggak menyalahkannya, ini tentang, pada dasarnya, jika lo bisa membungkus suatu konsep, ini adalah sound dram ketika mereka latihan merekam album, itu pada dasarnya adalah sound yang paling dekat dengan mereka saat berada di clubhouse itu, dan nggak peduli apa pun yang semua orang katakan, itu yang membuat band ini tetap bersama, dan itu menginspirasi mereka untuk tetap maju. Jadi gue nggak masalah dengan semua kritik yang gue terima. Ini hanya sound snare dram bro, santai saja lah”.

Inilah beberapa ironi yang perlu direnungkan oleh penggemar Metallica: Mungkin Bob Rock benar. Tanpa sound snare dram itu dan sensasi nostalgia yang ditimbulkan oleh “sound clubhouse”, mampukah Metallica bertahan melalui segala cobaan dan kesulitan dalam merekam album St. Anger, yang secara blak-blakan digambarkan melalui film dokumenter Some Kind of Monster?

Pada akhirnya, bagaimanapun, Bob Rock telah mengakui bahwa untuk tetap menggunakan sound snare dram versi latihan itu mungkin bukan keputusan terbaik untuk hasil akhir albumnya.

“Sebagian dari St. Anger adalah untuk membuang standar umum dan mengatakan, ‘Kenapa kita harus mengatur dram yang sama hanya karena itu ada hubungannya dengan metal?'” ujar Bob Rock. “Jadi, gue dan Lars Ulrich mengobrol tentang hal itu, dan itu semacam hal yang keren ya, dan kami baru saja mengatakan, jika lo dapat merekam bagian solo yang hebat dengan Kirk (Hammett), ya silakan, dan itu nggak pernah berhasil”.

Dengarkan episode penuh Tone Talk saat mereka ngobrol bareng Bob Rock di bawah ini.

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Jaggernaut

Stoner Rocker Juggernaut Mengajak Kembali Ke EP "Masa Pertengahan"

Jaggernaut. Setelah sebelas tahun, mini album Juggernaut dibangkitkan kembali oleh Rekam Jaya sebagai bagian dari program reissue dan dokumentasi arsip musi

on Oct 26, 2020
Miley Cyrus

Miley Cyrus Sedang Di Tengah Proses Rekaman Album Lagu Cover Metallica

Miley Cyrus dan Lars Ulrich (Metallica) di tengah konser tribute to Chris Cornell. (Foto: Instagram/Lars Ulrich). Bukan rahasia lagi bahwa Miley Cyrus adala

on Oct 21, 2020
Alex Skolnick

WTF! Alex Skolnick (Testament) Ternyata Bisa Nge-Rap Dan Sudah Merilis...

Alex Skolnick (Testament). (Foto: Kid Logic Media). Gitaris virtuoso Testament, Alex Skolnick sejak lama dianggap sebagai salah satu gitaris thrash metal te

on Oct 14, 2020
Kuasa

Selain Eksplorasi Secara Massif, Album KAUSA "Una In Perpetuum" Bertam...

Sebagai band yang berbasis heavy metal dan punk rock, KAUSA termasuk band yang gemar berpetualang secara musikal. Dan kini mereka menganalogikan diri merek

on Oct 13, 2020