×
×

Search in Mata Mata Musik

Prog-Rocker Shellin Rilis “Bhaskara”, Album Perdana Sarat Eksplorasi Ciamik

Posted on: 10/23/20 at 10:00 am

Prog-Rocker Shellin Rilis "Bhaskara", Album Perdana Sarat Eksplorasi Ciamik
Shellin.

Perkenalkan, Shellin, band progressive rock asal Malang, Jawa Timur. Meski pendatang baru, musikalitasnya patut diperhitungkan di kancah musik Tanah Air, khususnya di ranah rock dan jazz.

Baca juga: John Petrucci dan Mike Portnoy Reuni Tapi Bukan Untuk Dream Theater

Shellin sudah berkiprah menggeber rock keriting nan teknikal sejak tahun 2016 dan merilis dua single bertajuk ‘Ironi’ dan ‘Saturasi’. Formasi Shellin terdiri dari Abo (vokal/gitar), Hasan (bass), Rifqy (kibord), Dwiky (gitar) dan Icang (dram). Tahun 2020 ini akhirnya mereka berhasil merampungkan dan merilis album perdananya bertajuk Bhaskara.

Sebelumnya pada saat merilis single ‘Ironi’ dan ‘Saturasi’ pada 2019,
mereka masih menggunakan nama Shellin Parker. Alasan dipangkasnya nama Parker oleh mereka menjadi Shellin dikarenakan nggak cocoknya para personil terhadap kata “Parker” yang sebenarnya juga nggak memiliki arti, dan agar lebih mudah diingat oleh penikmat dan penggemar. Sehingga diambillah nama Shellin sampai saat ini.

Kata Bhaskara yang memiliki arti matahari digunakan oleh mereka untuk mewakili proses penciptaan album ini yang membutuhkan waktu selama kurang lebih 2-3 tahun, dituntun oleh Abo yang memilki skill dasar dalam audio engineering dalam proses rekaman, dan kemudian disambung oleh Rizqtsany dari The Moses Purposes dan Remissa untuk proses mixing dan mastering, dalam kurun waktu yang bagi mereka sangat lama itu pun mereka terus-menerus mengolah ulang lagu-lagu mereka mulai dari komposisi hingga peramuan sound mixing-mastering.

Di dalam album perdana ini, Shellin mengangkat berbagai isu yang
pernah mereka alami atau pun sedang dialami. Mulai dari tentang menemukan sesuatu, perasaan kecewa, suatu penyesalan, berbagai kondisi terpuruk yang dialami, fanatisme, sampai siklus kehidupan mereka sendiri. Pengalaman pribadi bagi setiap anggota Shellin yang notabene adalah mahasiswa-mahasiswa jenjang akhir yang punya mimpi dalam dunia seni suara kerap menghadapi dilema-dilema terkait keputusan-keputusan untuk hidup ke depannya, dan begitulah bagi mereka rasa dan bahasan yang dirasa cukup tepat untuk menggambarkan perasaan tiap personil ini pun mereka tumpahkan ke dalam album perdana mereka.

Artwork cover album Bhaskara oleh Shellin.

Di dalam album ini juga terdapat perbedaan vokalis dalam beberapa lagu.
Di lagu ‘Ironi’, ‘Saturasi’, dan ‘Jerit Tangis Tatih’ dibawakan oleh Yudha Prawira, dan di lagu ‘Eureka’, ‘Laut Dalam’, dan ‘Lubang Hitam’ dibawakan oleh Abo. Penyebab dari perbedaan vokal ini disebabkan karena Yudha memilih keluar dari band dikarenakan fokus ke karier yang ingin dijalani, dan meninggalkan band pada saat di tengah penggarapan album. Akhirnya beberapa materi lagu yang belum diselesaikan oleh Yudha diteruskan oleh Abo di vokal sembari memainkan gitar.

Progressive adalah kata yang tepat untuk mewakili keinginan eksplorasi
musikal serta warna musik yang mereka bawa pada album ini, terinspirasi oleh The Contortionist, Periphery, Plini dan Interval, eksplorasi mereka dalam album ini pun dapat dikatakan nggak tanggung tanggung, dengan lagu-lagu mereka yang berdurasi antara 6-8 menit, mereka mengeksplorasi banyak hal dalam teknik song writing, seperti dalam lagu ‘Lubang Hitam’ yang mereka ciptakan dengan tanpa adanya pengulangan atau repetisi, lagu ‘Saturasi’ dengan perubahan mood dari awal hingga akhir, ‘Eureka’ dengan eksplorasi ketukannya, dan juga ‘Ironi’ dengan lirik puisinya.

Dengan album Bhaskara yang mereka anggap sebagai gerbang pertama
ini, harapan dengan dirilisnya album ini, suara dan bahasan yang disampaikan dapat diterima oleh segmentasi dan berbagai penikmat musik, dan juga dapat mewakili apa yang tiap personil rasakan dalam album ini. Ke depannya Shellin akan terus memunculkan eksplorasi dan ide-ide baru bagi karya mereka ke depannya.

Baca juga: Buku ‘Dream Theater: Every Album, Every Song’ Telah Tersedia Untuk Prog-Fans

Ok, selamat mendengarkan, semoga suka dengan karya prog yang satu ini, bray…

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Neil Peart

Drum Set Klasik Peninggalan Alm. Neil Peart (Rush) Dilelang Bernilai R...

Neil Peart dan dram Chrome Slingerland andalannya. (Foto: via Bonhams). Dramer band progressive rock legendaris Rush, Neil Peart, meninggal pada awal tahun

on Nov 24, 2020
12 Kolaborasi Lagu Cover Rock & Metal Terbaik

12 Kolaborasi Lagu Cover Rock & Metal Secara Social Distancing Terbaik

Tahun 2020 memang penuh tragedi dan menyebalkan tentunya, terutama sejak dimulainya pandemi Covid-19 alias Kopad-Kopid Kagak Jelas ini, di mana seluruh sek

on Nov 23, 2020
MIRROR

Persetan Video Mirip Gisel, Band Prog-Rock Aditya Mukti, MIRROR Keren!

Ide membentuk Mirror berawal dari gitaris Tri Ramadhi Kurnia alias Donnie dan dramer Alejandro Saksakame alias Cito, yang juga merupakan personil band alte

on Nov 9, 2020
Hagara

Kuintet Post Rocker Hagara Kembali Dengan Single 'Khayat' Yang 'Proggy...

Hagara. Setelah berhasil merilis EP perdana mereka yang bertajuk BARAKA pada bulan Juli lalu, Hagara, band post-rock yang berunsur progressive rock asal Jak

on Nov 1, 2020