×
×

Search in Mata Mata Musik

Program Red Bull Music Academy & Radio Akan Ditutup

Posted on: 04/4/19 at 3:20 pm

Kedua program yang sudah berjalan selama kurang lebih 21 tahun ini akan ditutup per 31 Oktober mendatang.

Setelah 21 tahun berjalan, Red Bull Music Academy (RBMA) akan ditutup, sebagaimana diumumkan oleh perusahaan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (3/4). Red Bull, selaku sponsor musik underground sejak akademinya diluncurkan di tahun 1998, menyatakan RBMA dan Red Bull Radio akan ditutup pada 31 Oktober dalam upaya untuk melakukan perubahan dan memberhentikan struktur yang ada dan memindahkan pemusatan operasinya di industri kreatif.

Yadastar, perusahaan pemasaran dan konsultasi yang bermitra dengan Red Bull untuk mendirikan RBMA, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kedua perusahaan telah “saling sepakat untuk berpisah.”

RBMA dan Red Bull Radio akan ditutup per 31 Oktober untuk melakukan perubahan struktur.

RBMA telah lama dianggap sebagai model yang tampaknya berkelanjutan untuk kemitraan perusahaan dengan para artis. Musisi seperti Flying Lotus, SOPHIE, Objekt, dan Nina Kraviz memperoleh manfaat dari berbagai infrastruktur yang disediakan termasuk konser dan festival internasional serta akses ke perangkat dan studio kelas atas.

Baca Juga: Britney Spears Masuk Fasilitas Kesehatan Mental

Model pendanaan ini meniru manfaat yang ada di sistem label rekaman tradisional tanpa mematok bayaran pada permintaan publik, menurut beberapa pendapat, terlepas dari kekhawatiran dalam musik underground terkait ikatan merek, khususnya mengingat branding besar-besaran Red Bull di acara musik dance.

RBMA juga menjalankan platform editorial dan seri pembinaan yang telah lama berlangsung, yang mencakup obrolan bersama D’Angelo, Björk, dan banyak tokoh musik alternative lainnya. Red Bull akan terus mengoperasikan divisi musik yang didesentralisasi, Red Bull Music, tanpa keterlibatan Yadastar.

Dalam sebuah pernyataan kepada Resident Advisor, Red Bull mengatakan:

“Setelah 20 tahun mendukung para artis di seluruh dunia dengan program musiknya di dunia yang semakin cepat berubah, Red Bull akan mempertahankan tujuannya menyediakan platform global untuk mempromosikan kreativitas—tetapi Red Bull mengubah cara penyampaiannya. Red Bull akan beranjak dari pendekatan yang sangat terpusat, secara bertahap akan menghentikan struktur yang ada dan akan menerapkan pengaturan baru yang memberdayakan tim Red Bull yang ada dan memanfaatkan keahlian lokal. Red Bull akan terus mengeksplorasi cara-cara baru untuk mendukung artis-artis yang menjanjikan dan terbaru di mana pun mereka berada.”

Yadastar menyatakan di Twitter:

Keterangan Foto Utama: Red Bull Music Academy & Radio. (Foto: Google Images)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Asia Rising, Dokumenter Pengaruh Hip Hop di Asia

Asia Rising, Dokumenter Pengaruh Hip Hop di Asia

Film dokumenter persembahan 88 Rising dan Red Bull ini menampilkan musisi hip hop Asia yang sedang naik daun. Ruang lingkup pengaruh hip hop dan budaya rap

on Apr 1, 2019