×
×

Search in Mata Mata Musik

Protokol Baru Industri Musik: Moshing Dilarang Dalam Konser! Randy Blythe: Katro!

Posted on: 05/14/20 at 11:00 am

Warped Tour crowd surfing.
Fans saat asyik crowd surfing di festival Warped Tour di Merriweather Post Pavilion, Columbia, Amerika Serikat. (Foto: Josh Sisk/The Washington Post).

Banyak fans musik di seluruh dunia yang sudah tidak sabar untuk kembali nonton konser musik. Kami pun merasakan hal yang sama. Tapi keselamatan itu lebih penting dan jika aturan baru ini bisa dipercaya, konser metal mungkin tidak akan lagi sama seperti dulu. Saat berbagai venue sudah mulai buka kembali, pada awalnya kita tidak akan memiliki pengalaman konser yang sama seperti sebelumnya, setidaknya itu menurut The Event Safety Alliance Reopening Guide. Panduan keselamatan ini disusun oleh para profesional industri musik yang membuat protokol tentang cara membuka kembali aktifitas musik live dengan aman.

Baca juga: Bagaimana Paket Bantuan Virus Corona Dapat Membantu Tenaga Kerja Industri Musik

Panduan ini mencatat bahwa pada awalnya, fans kemungkinan akan menentang perubahan ini, tetapi seiring waktu, mereka akan terbiasa dengan perubahan tersebut, membandingkannya dengan waktu awal pengecekan tas dan pendeteksi logam di bandara setelah tragedi 9/11.

“Pada momen awal ini, ada banyak perlawanan terhadap masker dan social distancing seperti pada pengecekan tas dan magnet-o-meter di Amerika Serikat (AS) setelah 9/11. Kami terbiasa dengan mereka, dan kebanyakan orang datang untuk menerima bahwa ini adalah demi keselamatan kita sendiri. Perubahan budaya sekali lagi diperlukan.

Penyebaran pesan oleh para profesional venue dan event dapat mencapai dua tujuan penting:
(a) Fans akan belajar bahwa aturan baru itu adalah demi perlindungan mereka, yang pada akhirnya akan mengarah kepada kepatuhan yang lebih besar.
(b) Secara transparan, penunjukkan praktik sanitasi baru akan membujuk orang-orang yang masih gelisah agar dapat kembali muncul ke tempat umum”.

Mungkin bagian yang paling mengejutkan bagi para fans musik metal adalah saat dokumen berisis 29 halaman itu menekankan kita untuk:

“Fans tidak bisa semuanya berdiri di depan panggung seperti biasanya; moshing dan crowd surfing adalah termasuk pelanggaran social distancing dan harus benar-benar dilarang selama pandemi ini”.

Mungkin hanya dengan bisa meninggalkan rumah dan pergi ke sebuah konser sudah cukup bagi kebanyakan orang, tetapi sepertinya itu akan sangat sulit bagi para metalhead untuk menghindari moshing atau menabrak satu sama lain. Solusi lainnya adalah untuk menjaga jarak dengan memasang tanda pita di lantai: “Pita gabus di lantai ruangan indoor, atau semprotan kapur, bendera survei, dan kerucut untuk ruangan outdoor, untuk menandakan jarak sejauh enam kaki (dua meter)”.

Panduan ini merekomendasikan staf venue untuk berpatroli di area tersebut untuk memastikan fans patuh, yang pastinya akan repot banget. Solusi lainnya yang disarankan adalah pengecekan suhu untuk semua orang yang memasuki venue:

“Setiap titik masuk, baik dari depan dan belakang bangunan, harus dipantau oleh pekerja yang dilatih dan disetujui di bawah pengawasan Infection Mitigation Coordinator. Para pekerja ini akan melakukan pengecekan suhu menggunakan termometer ‘tanpa sentuhan’ yang disetujui oleh Infection Mitigation Coordinator. Siapa pun yang menampilkan suhu lebih dari 100,4 F (38,0 C) harus dibawa ke area pribadi untuk pengecekan suhu sekunder. Pekerja atau pelanggan yang dikonfirmasi memiliki suhu lebih tinggi harus ditolak masuk dan diarahkan ke perawatan medis yang sesuai. Rencana keselamatan harus mencakup kebijakan refund atau pengembalian dana dan protokol bagaimana cara menangani sekolompok fans yang salah satu anggotanya ditolak masuk”.

Baca juga: Bandcamp Sampingkan Penghasilan Saham Untuk Dukung Musisi Selama Wabah COVID-19

Panduan ini juga merekomendasikan sanitasi yang intens di tempat-tempat tersebut, termasuk semua lift, pegangan pintu, meja dan loket tiket, dll. Panduan ini mendorong adanya cuti sakit berbayar bagi para pekerja. Konser pertama yang akan mematuhi paduan social distancing akan berlangsung akhir pekan ini di Arkansas, AS. Seluruh panduannya dapat dibaca di sini.

Nggak Akan Berhasil, Bro! -Randy Blythe

Randy Blythe (Lamb Of God).
Randy Blythe (Lamb Of God).

Vokalis Lamb of God, Randy Blythe juga sempat berbicara tentang bagaimana konser metal tidak akan benar-benar optimal di era social distancing dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan podcast Vox & Hops:

“Sejauh bagaimana konser akan berjalan di masa depan, aku nggak tahu apakah akan ada konser sampai kita dapat menjalankan konser secara normal – secara umum, untuk siapa pun. Karena menurutku  – mari kita bersikap realistis; mari kita menjadi 100 persen realistis – Aku pikir sekelompok metalhead atau anak-anak punk rock atau anak-anak hardcore, ketika mereka semua pergi ke sebuah konser, jika akan ada social distancing, saat band apapun mulai bermain, semua omong kosong social distancing itu akan segera diabaikan. Itu seperti, ‘Waktunya moshing, maderfaker! Ngerti ‘kan maksudku? Itu nggak akan berhasil untuk kita, bro… percuma, nggak akan berhasil”.

“Bisa bayangkan betapa anehnya itu? Aku ingat saat menonton Testament dan Slayer pada tahun umm… sial, kapan ya, mungkin 1990, aku rasa itu antara 1990 atau 1991; mereka sedang tur bareng. Dan mereka sedang konser di venue ini di Richmond, AS yang bernama The Mosque, dan penontonnya harus duduk. Itu semacam teater yang indah dan semua penontonnya harus duduk. Dan aku, seperti, ‘Ini nggak akan berhasil, bro’. Dan tentu saja… Ada banyak penjaga keamanan yang naik ke lorong-lorong dan berusaha membuat semua tetap tenang. Tapi, tetap saja bro, kursi-kursinya jadi berantakan. Itu bukan mengenai cara kamu melakukannya. Memangnya apa yang harus aku katakan kepada para penonton? ‘Semuanya, tolong jangan bergerak. Jangan menyentuh siapa pun. Lagu selanjutnya ini berjudul ‘Walk With Me In Hell’. Tolong jaga jarak dua meter ya’. Itu nggak akan berlaku untuk Lamb of God, bro. Jadi, itu seperti, aduh… brengsek!

“Aku pikir itu akan menjadi kesalahan untuk mencoba dan menjalani konser metal dengan gerakan terbatas. Apa-apaan, bro? Itu nggak akan berhasil – nggak akan berhasil sama sekali.

“Hal lain yang perlu diingat para fans adalah ini bukan keputusan kami (kapan kami bisa kembali tur). Dan itu bervariasi dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya, provinsi ke provinsi, kota ke kota, setiap pemerintah daerah memiliki aturan yang berbeda. Semua orang berpikir bahwa, yah, kami bisa pergi tur, dan ini adalah bagaimana kami akan melakukannya. Nggak, bro. Kami harus diberikan lisensi untuk main konser”.

Katro!!!

Sumber: Metal Injection
Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Deathgasm

    Studi Baru: Selera Musik Bisa Menentukan Kepribadian Seseorang

    Adegan ikonik film "Deathgasm" (2015). Artikel ini cukup menarik, terutama bagi lo yang sedang mencari pasangan tambatan hati alias pacar. Atau bahkan jodoh

    on Apr 6, 2021
    Tony Iommi

    Tony Iommi Beda Pendapat Dengan Gene Simmons Soal "Rock Is Dead"

    Tony Iommi. (Foto: Future / Olly Curtis). Selama bertahun-tahun, Gene Simmons dari KISS telah menyuarakan pendapatnya - dalam beberapa kesempatan berbeda -

    on Apr 2, 2021
    Gojira

    Gojira Rilis Single 'Amazonia' Sambil Galang Dana Untuk Suku Amazon

    Gojira. (Foto: Gabrielle Duplantier). Gojira telah meluncurkan single baru berjudul 'Amazonia' beserta video musiknya menjelang album mendatang mereka, Fort

    on Mar 27, 2021
    The Brandals

    The Brandals Setia Dengan Nuansa Punk Rock Via Single 'Belum Padam'

    The Brandals. (Foto: Ade Branuza). Gerombolan rocker sejati The Brandals merilis single terbaru bertajuk 'Belum Padam'. Sejak 21 Maret, lagu ini resmi diril

    on Mar 22, 2021