×
×

Search in Mata Mata Musik

Punker Destroy Boys Serukan Anti Cancel Culture Via ‘Locker Room Bully’

Posted on: 08/10/21 at 10:00 am

Trio Punk Destroy Boys Lepas MV 'Locker Room Bully' Dari Album Baru "Open Mouth, Open Heart"
Foto: Ashley Gellman.

Destroy Boys, trio punk rock/post punk dari California Utara, Amerika Serikat (AS) baru saja merilis single ketiga, ‘Locker Room Bully’. Diambil dari album mendatang mereka Open Mouth, Open Heart yang diproduseri oleh Will Yip. Dan akan diluncurkan pada 8 Oktober 2021 melalui Hopeless Records. Sebelumnya, band yang dihuni oleh Alexia Roditis (vokal/gitar), Violet Mayugba (gitar), dan Narsai Malik (dram) ini melepas dua single, yakni ‘Muzzle’ dan ‘Drink’.

Baca juga: Amyl And The Sniffers Lepas Dua Single Punk Energik Dari Album Baru

‘Locker Room Bully’ ditulis dari sudut pandang seseorang yang difitnah secara salah. Dan berbicara kepada kekuatan media sosial untuk menyebarkan informasi yang salah yang menyakitkan. Yang dapat menjadi katalis kuat untuk kemarahan yang salah tempat. Dengan formatnya yang cepat dan singkat, media sosial dan internet, secara umum, dapat dengan mudah menjadi permainan telepon, dengan orang-orang yang berbagi setengah kebenaran tentang cerita yang tidak mereka miliki hubungannya. Dan mengarah ke seluruh budaya yang didedikasikan untuk “meng-cancel” orang secara online. Tetapi lagu itu jauh dari sekadar ratapan, namun juga suatu pernyataan yang kuat dan penuh semangat yang menyerukan intimidasi online dan caranya yang membuat orang terpecah belah.

“‘Locker Room Bully’ adalah produk dari kemarahan, keputusasaan, dan kesedihan yang gue rasakan pada tahun lalu,” kata frontwoman Alexia Roditis. “Sepanjang hidup gue, gue telah dihadapkan dengan orang-orang yang enggak menyukai gue atau enggak mengerti apa yang gue lakukan. Atau orang-orang yang berpikir bahwa mereka benar tentang sesuatu yang enggak mereka ketahui. Gue frustrasi tanpa henti. Tetapi ‘Locker Room Bully’ juga merupakan batasan figuratif gue, gue rasa. Suatu tanda melepaskan orang dan situasi yang enggak gue kendalikan dan enggak gue pedulikan”.

Destroy Boys Lantang Bersuara

Destroy Boys 'Locker Room Bully' artwork

Di album yang baru diumumkan, Open Mouth, Open Heart secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan besar dalam band baik sebagai musisi dan orang. Pendukung yang blak-blakan untuk berbagai masalah keadilan sosial, terutama dalam hal kesetaraan ras, hak LGBTQA+, dan inklusi untuk semua, tema-tema ini lazim dalam musik mereka, tindakan mereka, dan bagaimana mereka menggunakan platform mereka. Album bermuatan 13 lagu ini membahas tema pelecehan, intimidasi, insekiuritas, serta kekuatan keluarga yang lebih dalam. Serta menunjukkan band yang melangkah masuk dan memiliki kekuatan mereka untuk menyuarakan uneg-uneg mereka secara lantang .

Lagu Berbahasa Spanyol

Album tersebut mencakup dua lagu yang ditulis dan dibawakan dalam bahasa Spanyol oleh Roditis yang merupakan setengah orang Argentina. “‘Lo peor’ adalah rahasia dan gue enggak mau kebanyakan orang mengerti apa itu,” katanya tentang merekam dan merilis lagu pertama mereka dalam bahasa Spanyol. “‘Te llevo conmigo’ adalah tentang keluarga gue dan kakek-nenek gue dan orang-orang yang lahir sebelum gue, dan gue ingin bernyanyi dalam bahasa Spanyol sebagai penghormatan kepada pihak (keluarga) bokap gue. Berbicara bahasa Spanyol penting bagi gue dan gue ingin untuk memasukkannya ke dalam beberapa lagu untuk lebih merayakan budaya gue. Gue tahu banyak penggemar kami berbicara bahasa Spanyol dan gue ingin membuat sesuatu untuk mereka! Begitu banyak musik rock yang didominasi oleh bahasa Inggris, tetapi ada begitu banyak band rock bagus yang berbicara bahasa Spanyol dan gue ingin berkontribusi untuk itu”.

Dua belas dari tiga belas lagu di album ini diproduseri dan direkam oleh Will Yip di studionya selama Februari 2021. Hanya lagu ‘Muzzle’ yang berdurasi 1 menit saja yang diproduksi dan direkam oleh Martin Cooke di Los Angeles. “Bekerja dengan Will belum pernah kami alami sebelumnya, sebagai sebuah band dan sebagai manusia,” kata Violet Mayugba. Berada di studio bersamanya adalah pengalaman yang benar-benar mendalam. Dia membantu kami mengubah album kami dari sesuatu yang bagus menjadi sesuatu yang Wow banget”.

Baca juga: Punk Rocker Cewek ABG The Linda Lindas Dikontrak Epitaph Records

Selamat menyimak MV (Music Video) Destroy Boys ‘Locker Room Bully’, bray!

Penulis, Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    5 Film Panduan Yang Representatif Untuk Punk Rock

    5 Film Panduan Yang Representatif Untuk Mengenal Punk Rock

    Punk Rock lagi nih bray. Industri film Hollywood dan musik rock nampaknya tidak selalu cocok jika bersatu dalam sebuah proyek. Sering kali saling berlawana

    on Aug 23, 2021
    Johnny Rotten

    Johnny Rotten Kalah, Musik Sex Pistols Sah Dipakai Di Miniseri 'Pistol...

    Foto: Bridlington Press. Johnny Rotten, nama beken dari John Lydon, belum lama ini dikabarkan kalah dalam pertempuran hukumnya dengan dua rekannya di Sex Pi

    on Aug 23, 2021
    10 Lagu Panduan Punk

    10 Lagu Panduan Yang Representatif Untuk Mengenal Punk Rock

    Punk rock adalah genre yang lahir dari pemberontakan dan konflik terhadap kepincangan sosial, bahkan terkadang masalah politik. Suatu medium yang menjunjun

    on Aug 21, 2021
    Amyl and the Sniffers

    Amyl And The Sniffers Lepas Dua Single Punk Energik Dari Album Baru

    Foto: Jamie Wdziekonski. Amyl and The Sniffers, kuartet punk rock asal Melbourne, Australia merilis single baru mereka yang berapi-api, ‘Security’ pada

    on Aug 4, 2021