×
×

Search in Mata Mata Musik

Rahasia The Beatles Tetap Populer Bahkan di Kalangan Gen Z

Posted on: 10/29/19 at 7:53 pm

The Beatles bubar lima dekade lalu, tapi kalau dilihat dari performa musik mereka di tangga lagu, sulit rasanya percaya band ini sudah tidak ada lagi.

Baca juga: The Beatles Sempat Rencanakan Album Lain Setelah Abbey Road

Pada akhir bulan September, grup ini merilis ulang edisi ulang tahun ke-50 album mereka di 1969, Abbey Road, yang mendarat di No. 3 Billboard 200 di AS dan posisi puncak di Inggris.

Koleksi deluxe reissue-nya menampilkan versi remix dari album asli dan juga mencakup dua disc berisi materi yang belum pernah terdengar sebelumnya, satu mix dengan sistem audio 5.1 surround-sound dalam format Blu-ray, dan buku hardcover setebal 100 halaman. 

Dengan harga di bawah $100 saja, mudah melihat mengapa banyak orang tergoda untuk membelinya, bahkan jika mereka sudah memiliki versi asli album.

Penjualan media fisik ini hanyalah bagian kecil dari cerita. Billboard menjelaskan, grup ini bisa mencapai posisi No. 3 berkat penjualan 81.000 album fisik; namun menurut Forbes, musik The Beatles telah di-streaming sebanyak 1,7 miliar kali di Spotify pada 2019 saja. 

30 persen dari jumlah streams itu berasal dari kelompok usia 18-24 tahun, disusul dengan kelompok 25-29 tahun dengan 17 persen. Itu berarti, hampir setengah dari jumlah streams berasal dari audiens di bawah usia 30 tahun.

Abbey Road The Beatles
Sampul album Abbey Road yang dipajang di depan jalur pejalan kaki yang sama di Abbey Road, London Utara. (Foto: Getty Images)

Konstantin Goldman, juru bicara hubungan media untuk SEMrush, mengatakan pada CNBC bahwa data lainnya masih menunjukkan permintaan yang tinggi untuk musik dari The Fab Four ini.

“Kami menarik data tentang jumlah pencarian kata ‘Beatles’ di Google selama empat tahun terakhir, dan ada lonjakan sebesar 48,59 persen dalam 12 bulan terakhir,” ungkapnya.

Status ikonik selama bertahun-tahun lamanya

Jadi apa yang mendorong minat berkelanjutan ini pada The Beatles, dan strategi apa yang digunakan untuk mempertahankannya?

Apple Corps—perusahaan yang dibentuk The Beatles pada 1968 untuk mengelola bisnis mereka—tidak dapat dimintai komentar, sehingga rencananya untuk tahun 2020 dan seterusnya belum dapat dipastikan. Meski begitu, perusahaan ini sudah bertahun-tahun sibuk ditugaskan membawa musik ini ke audiens baru.

Perusahaan mampu membawa band yang dibentuk tahun 1960 ini ke milenium baru pada tahun 2000, dengan perilisan album 1, sebuah kompilasi lagu-lagu No. 1 mereka. Album tersebut bertahan di chart AS selama 388 minggu dan sejak saat itu telah terjual sebanyak 13 juta salinan.

Pada 2006, Cirque du Soleil perdana menayangkan pertunjukan bertajuk Love di Las Vegas. Album soundtrack-nya, yang menampilkan versi yang baru di-mix dari lagu-lagu The Beatles, kemudian terjual sebanyak 2 juta salinan, sesuai data Recording Industry Association of America. Produksinya masih berjalan hingga saat ini.

Tiga tahun kemudian, katalog musik asli lengkap band­—yang nilainya diperkirakan lebih dari $1 miliar—di-upgrade secara sonik dan dirilis ulang, dan dalam lima hari sejak mendarat di toko, penjualannya mencapai lebih dari 2,25 juta salinan di seluruh dunia.

Baca juga: Rayakan 50 Tahun Abbey Road, The Beatles Hadirkan Video Musik “Here Comes The Sun”

Di hari yang sama dengan perilisan ulang katalog, video game The Beatles: Rock Band juga diluncurkan. Game tersebut menghasilkan penjualan senilai $60 juta pada saat dirilis, menurut Los Angeles Times. Apple Corps juga ikut memproduksi film dokumenter garapan Ron Howard di 2016, The Beatles: Eight Days a Week — The Touring Years untuk layanan streaming Hulu.

Kekuatan streaming musik

Meskipun semua langkah ini telah membantu menjaga popularitas band asal Inggris ini, dua langkah paling signifikan untuk memastikan relevansi berkelanjutan band baru terjadi beberapa tahun yang lalu. 

Di 2015, katalog musik The Beatles akhirnya hadir di Spotify dan Apple Music, dan di 2017, The Beatles Channel masuk di Sirius XM Radio.

Seperti namanya, saluran di Sirius hanya memainkan musik milik The Fab Four, 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Namun, memasukkan musik mereka ke layanan streaming mungkin terbukti menjadi langkah paling penting dalam menjaga popularitas band.

Meskipun benar layanan streaming hanya membayar sedikit untuk royalti artis per setiap lagu yang di-streaming, itu tetap menjadi cara mayoritas orang mendengarkan musik saat ini. Artis mana pun yang berharap didengar oleh jutaan penggemar baru harus menyediakan katalog mereka di layanan ini atau berisiko menjadi tidak terkenal.

Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band
Ruang Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band di pameran Beatlemania pada 28 Mei 2009 di Hamburg, Jerman. (Foto: Krafft Angerer/Getty Images Entertainment/Getty Images)

Semua langkah ini diperlukan, sebagian karena kemungkinan merilis dan merilis ulang katalog The Beatles di media fisik mungkin dilemahkan dengan adanya perilisan ulang Abbey Road

Album mereka tahun 1967, Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band, menerima perlakuan mewah untuk ulang tahunnya yang ke-50, disusul tahun berikutnya dengan edisi yang sama mewahnya untuk album The Beatles, yang lebih dikenal fans sebagai The White Album

Di antara rilisan itu dan upgrade katalog lengkap sekitar 10 tahun yang lalu, fans mungkin merasa seolah mereka tidak ingin menghabiskan uang lagi untuk album yang sudah mereka miliki.

Mara Kuge, presiden dan pendiri Superior Music Publishing, mengatakan strategi Apple Corps sangat penting untuk kelangsungan grup, yang merupakan sesuatu yang tidak boleh dilepas begitu saja.

“20 tahun lalu semua orang pikir popularitas Elvis akan selalu bertahan, tapi itu benar-benar menurun dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Kuge.

Jika hal yang sama mulai terjadi pada The Beatles, ia percaya ada banyak cara untuk merebut kembali kejayaan mereka sebelumnya.

”[Band rock] Queen adalah contoh yang hampir sempurna di sini, karena mereka mulai tenggelam seperti rocker klasik biasanya, tidak punya penggemar baru sampai ‘Bohemian Rhapsody’ keluar,” ucapnya. “Sekarang, tidak semua artis bisa dibuatkan film box office besar yang mendapat pengakuan kritis tentang mereka, tapi The Beatles tentunya bisa.”

The Beatles
(Foto: John Pratt/Keystone/Getty Images)

Dia juga menuturkan, hanya karena katalog musik grup sudah dirilis dan dirilis ulang beberapa kali, bukan berarti perusahaan rekaman akan berhenti melakukan itu jika ada kesempatan.

“Meskipun tampaknya opsi untuk merilis ulang sudah habis, akan selalu ada layanan streaming baru, belum lagi format audio masa depan, yang bisa mencakup katalog The Beatles,” kata Kuge. 

“Selalu ada kesempatan untuk merilis ulang versi yang lebih bagus dari katalog mereka, baik itu musik yang belum ditemukan, ulang tahun besar atau cara baru mengemasnya. Hal ini akan menopang mereka untuk beberapa generasi ke depan.”

Sementara semua strategi ini seharusnya mampu mempertahankan eksistensi katalog musik band, kekuatan musiknya sendiri tidak bisa diremehkan. 

Michele Fox, seorang penerbit lepas dari Needham, Massachusetts, mengatakan generasi berikutnya dari penggemar The Beatles sama antusiasnya dengan band ini seperti generasi-generasi sebelumnya, dan ini terjadi berkat The Beatles Channel di Sirius XM.

Baca juga: The Beatles Kembali ke Abbey Road Untuk Edisi Ulang Tahun ke-50

“Saya punya anak kembar berusia 9 tahun yang terobsesi dengan The Beatles. Mereka tahu lirik hampir setiap lagu, membaca hal-hal sepele yang tidak jelas, tahu cerita di balik banyak lagu, lagu album mana yang diputar … dan banyak lainnya. The Beatles Channel di Sirius XM memberi pengaruh besar bagi mereka.” 

Semua ini tampaknya menyiratkan band ini akan berevolusi dengan waktu, sekalipun jika tidak ada musik baru yang keluar. Soal berapa lama itu akan bertahan, tidak ada yang tahu.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Alkemirasa

Lewat Single 'Tiga Puluh Dua Derajat', Alkemirasa Refleksikan Arti Keh...

Alkemirasa. Alkemirasa, band shoegaze rock yang berdomisili di Jakarta dengan formasi Akel (vokal/gitar), Fiqo (vokal/gitar), Akbar (dram), Edho (bass) kemb

on Sep 18, 2020
Sang Juara Turnamen Lagu Rock Indonesia 2020

Inilah Sang Juara Turnamen 32 Lagu Rock Indonesia Terbaik 2020!

Saturia. (Foto: dok. Saturia). Ok guys, tibalah saatnya pengumuman sang juara Turnamen 32 Lagu Rock Indonesia Terbaik 2020 persembahan MataMata Musik yang d

on Aug 31, 2020
Saturia vs Morfem

Turnamen Babak Final – Side A: Saturia Vs Side B: Morfem. Vote Sekar...

Vote dengan tulis di kolom komentar di bawah! Caranya gampang, login terlebih dahulu ke akun Facebook atau Twitter lo atau bikin akun sebentar di Disqus.

on Aug 30, 2020
Turnamen Lagu Rock Babak Final

Turnamen Lagu Rock Indonesia Terbaik 2020 Babak Final – Vote 1 Battl...

Diagram Turnamen Lagu Rock Indonesia Babak Final. Hasil Voting dan Pemenang Turnamen Lagu Rock Indonesia Terbaik 2020 Babak 4 yang menghasilkan 1 battle di

on Aug 30, 2020