×
×

Search in Mata Mata Musik

Republic Records Tidak Akan Lagi Pakai Kata “Urban” Untuk Genre Musik

Posted on: 06/7/20 at 6:30 am

Anak perusahaan rekaman atau sub-label dari Universal Music Group, Republic Records mengumumkan ke publik akan berhenti menggunakan istilah “urban” sebagai sinonim untuk genre hip-hop, R&B, dan musik lainnya yang dipelopori oleh musisi kulit hitam.

Republic Records adalah rumah bagi musisi grade A seperti The Weeknd, Taylor Swift, dan Ariana Grande. Dalam pernyataan mereka di media sosial, major label itu menjelaskan bahwa, “Segera berlaku, Republic Records akan menghapus “Urban” dari kata-kata kami dalam hal mendeskripsikan departemen, jabatan karyawan, dan genre musik”. Postingan itu kemudian berlanjut:

“Kami mendorong seluruh industri musik untuk mengikuti hal ini karena ini penting untuk membentuk masa depan yang sesuai dengan apa yang kita inginkan, dan tidak mematuhi struktur kuno dari masa lalu”.

Baca Juga: Pendiri Uptown Records Yang Besarkan The Notorious B.I.G., Andre Harrell, Wafat

Republic Records menjelaskan via Billboard, istilah kata “urban” berasal dari DJ kulit hitam legendaris Frankie Crocker, yang mengembangkan format musik urban kontemporer pada tahun 1970-an. Namun selama lima dekade terakhir, frasa itu telah “dicuri” oleh artis-artis kulit putih. Saat ini, hip-hop dan R&B adalah salah satu genre musik paling populer di dunia, dan pelabelan yang terus-menerus terhadap genre musik itu sebagai “urban” sangatlah tidak akurat, dan paling buruknya, itu bisa menjadi upaya untuk memisahkan artis-artis tersebut dari sesama artis musik pop yang berkulit putih.

Tyler, the Creator menyatakan poin itu ketika dia mengkritisi Grammy Awards awal tahun ini. “Aku tidak suka kata ‘urban’ itu,” ujar sang musisi multi-genre tersebut. “Itu hanyalah cara yang secara politis benar untuk mengucapkan N-word (Nigga atau Nigger) kepadaku. Jadi ketika aku mendengar itu, aku hanya seperti, mengapa kita tidak berada di (kategori) pop saja?”.

Pengumuman Republic Records datang tiga hari setelah kampanye “Blackout Tuesday”, sebuah gerakan inisiatif oleh Jamila Thomas dan Brianna Agyemang untuk menginspirasi lebih banyak perhatian dalam industri musik untuk ras kulit hitam. Keputusan oleh Republic Records ini, meskipun sederhana, menunjukkan bahwa beberapa refleksi diri yang sangat dibutuhkan akhirnya sedang terjadi.

Kemarin, perusahaan induk dari Republic, Universal Music Group mendirikan “Change Fund”, sebuah suntikan dana sebesar US$ 25 juta atau sekitar Rp 350 miliar untuk dana perjuangan kesetaraan ras.

View this post on Instagram

#WeUseOurVoices, Use Yours.

A post shared by Republic Records (@republicrecords) on

Penerjemah: Mohamad Shabaa El Sadiq
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Taylor Swift.

Taylor Swift Minta Penghancuran Permanen Berbagai Monumen Bersejarah R...

Taylor Swift saat menghadiri pemutaran perdana film "Cats" di Alice Tully Hall, New York, AS pada 16 Desember 2019. (Foto: Evan Agostini/Invision/AP/Shuttersto

on Jun 15, 2020
Warner Music Group

Warner Music Kucurkan Rp 1,4 Triliun Untuk Kampanye Lawan Kekerasan da...

Len Blavatnik, big boss Warner Music Group. Tampaknya kampanye “Blackout Tuesday" telah mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satunya yang paling signifika

on Jun 4, 2020
The Weekend.

The Weeknd Ajak Major Label Donasi Besar-Besaran Untuk Melawan Rasisme

The Weeknd. (Foto: WENN/Instar). The Weeknd, yang pada hari Senin lalu menyumbangkan US$ 500.000 alias sekitar Rp 7 miliar untuk organisasi pemberdayaan ora

on Jun 4, 2020
George Floyd

Cardi B, Ice T, Snoop Dogg Dan Lainnya Tuntut Keadlian Atas Kematian G...

Aksi demonstrasi tuntut keadilan untuk George Floyd. Tragedi selama tahun 2020 sejauh ini semakin terasa tidak berujung. Kemarahan warga Amerika Serikat (AS

on May 29, 2020