×
×

Search in Mata Mata Musik

Review Album Fetty Wap, Bruce Wayne

Posted on: 09/19/18 at 12:17 pm

EP berdurasi 28 menit ini meneruskan kemunduran stabil Fetty Wap dari seorang penyanyi balada trap yang menjanjikan menjadi seorang rapper satu dimensi.

Oleh Sheldon Pearce (Pitchfork)

Fetty Wap mencoba melakukan terobosan pop rap yang hanya pernah dilakukan Eminem dan Lil Wayne, tapi belakangan dia hanya masuk berita utama saat dia menjual obat-obatan ke calon walikota di kota asalnya, atau saat menyeret mobil Mercedes CLS AMG-nya sambil mabuk dengan SIM yang ditangguhkan, atau saat orang-orang membuat petisi guyonan agar dia mambawakan lagu “Trap Queen” di pemakaman Nancy Reagan. Mixtape terbarunya, Bruce Wayne, adalah sebuah upaya untuk mengubah narasi tersebut.

Di intronya, pemindaian tombol penyetel radio tidak menghasilkan apa-apa kecuali lagu-lagu terbesarnya, sebelum beralih ke “So Different”—implikasinya adalah dia masih membuat lagu hit. Rekaman ini, yang dinamai setelah alter ego Batman yang tajir melintir, bertujuan untuk menggambar garis paralel tipis antara Fetty dan seorang superhero miliarder yang membasmi kejahatan: Seperti Wayne, pikirnya, dia menggunakan kekuatan dan statusnya untuk melakukan timbal balik kepada masyarakatnya. (Perlu dicatat bahwa Wayne juga berperan sebagai playboy superfisial sebagai kedok untuk aksi heroiknya di malam hari.)

“Saya Bruce Wayne, saya telah melakukan banyak hal untuk orang-orang,” kata Fetty pada Complex. “Ini bukan soal menyombong, tapi menginspirasi orang-orang untuk selalu melakukan balas budi.” Mixtape ini, yang dirilis pada hari ulang tahunnya dan didedikasikan untuk mendiang kakek neneknya Bishop Willie Lee Maxwell dan James Eugene Hagans, sering kali menjadi kebalikan dari apa yang dia klaim—penuh dengan lirik yang menyombong belaka seperti, “A million in my bank, hunnid in my jeans, baby/I don’t mean to brag but they know it’s me, baby,” di lagu yang secara harfiah berjudul “Westin”—namun itu tidak semata-mata menjadi hal yang buruk. Masalah yang sebenarnya dua kali lipat besarnya dan lebih buruk: Fetty adalah penulis dan penghibur yang malas yang telah kehilangan komando suaranya yang mendebarkan.

Meskipun “Trap Queen” mendekati tema percintaan dari sudut pandang baru yang menarik, yang mengubah latar belakang yang tidak mungkin menjadi ruang yang sempurna untuk curahan kasih sayang, Fetty tidak pernah menjadi penulis lagu yang seutuhnya. Soneta dan lagu pengantar tidurnya yang lemah hampir sepenuhnya mengandalkan rintihannya untuk menyatakan kelembutan dan kesetiaan. Dalam mixtape dan EP yang dirilis sejak 2016, dia kesulitan menemukan penguasaan yang sama yang membuat lagu seperti “My Way” dan “679” begitu ampuh, menyelam lebih jauh ke dalam rap dan nyanyian yang tak tahu malu dengan semangat yang jauh lebih sedikit. Bruce Wayne meneruskan kemunduran stabil Fetty dari seorang penyanyi balada trap yang menjanjikan menjadi seorang rapper satu dimensi. Tema-temanya sebagian besar sama tetapi dieksekusi dengan lebih buruk. Kebanyakan lagu-lagu ini memiliki satu verse yang melenceng dan tidak bertujuan. Hook-nya tidak menarik, dan sering kali dia rentan mengatakan sesuatu yang sangat biasa. Bahkan sudut pandang Batman-nya agak sederhana dan tidak efektif: “Let a nigga know, is it beef, is it beef?/Somethin’ in the air, Batman in the streets/Jordan 14s, Batman on my feet/Bitch I’m Bruce Wayne, stock’s up, come and see,” rapnya di lagu utama. Kebalikan dari apa yang dia klaim, pasar musik mengatakan sebaliknya.

Pada momen terbaik Fetty, yang kebetulan juga menjadi kesuksesan terbesarnya, dia benar-benar menggila. Dia bernyanyi seperti sedang melamar kekasihnya di restoran yang ramai, dengan tampil tidak hanya untuk kekasihnya tetapi juga untuk semua orang yang menonton. Bruce Wayne jauh lebih diredam dan dikecilkan, terutama di lagu “So Different,” yang menepak drum “Hotline Bling” menjadi synth yang lebih muram seiring Fetty membisikkan seruan setengah hati seperti “He a worker, I’ma boss now/You should know the difference.” Namun ada beberapa kilasan dari kecenderungan norak yang sama yang pernah membuatnya mengilas Sisqo. Verse di “What We Do” meledak menjadi luar biasa, menggunakan permohonan merintihnya untuk membujuk pacarnya melakukan threesome. “I love your face, your eyes, your style/Baby, if you with a vacay pick an island,” nyanyinya di “Look at Me.” Ada momen-momen di mana sikap tenangnya berhasil juga, seperti di lagu “Star Struck” yang gemerlap atau “Hit Some Corners” yang lebih dekat. Tapi untuk sebagian besar lagu-lagu Bruce Wayne, tidak ada yang benar-benar layak dinikmati. Di mana penampilan dramatis Fetty pernah menarik perhatian, lagu-lagunya kini sebagian besar membosankan.

Hal-hal yang lebih aneh pernah terjadi, tapi sulit melihat jalan kembali ke ubikuitas bagi Fetty Wap. Butuh kolaborasi dengan 6ix9ine dan A Boogie Wit Da Hoodie baginya untuk bahkan mengendus jajaran Top 40 untuk pertama kalinya dalam dua tahun. Waktu telah menunjukkannya sebagai orang yang sulit mengulang kesuksesan; meski lebih dari sekadar seorang “one-hit wonder”, dia cepat membuat dirinya sendiri bosan dan dia telah memaksimalkan kegunaan satu-satunya senjata yang dia miliki. Di sepanjang Bruce Wayne, di lagu-lagu R&B lembam seperti “All for You” dan “Wavy,” dia mengotak-atik interpretasi baru dari lagu lamanya, mencoba menemukan sesuatu yang bisa dipakai. Komitmennya mengagumkan, tetapi mendengarkan rekaman ini rasanya seperti melakukan tindakan amal.

Sumber: https://pitchfork.com/reviews/albums/fetty-wap-bruce-wayne/

Posted on June 13, 2018

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

BABYMETAL

Ulasan BABYMETAL - Metal Galaxy, Penjelajahan Dunia Sonik Baru

Menggabungkan berbagai gaya musik, band asal Jepang ini menyajikan karya paling kreatifnya hingga saat ini, Metal Galaxy. Baca juga: Bagaimana Babymetal Uba

on Oct 11, 2019
Jason Ranti

Ulasan Album: Sekilas Info - Jason Ranti

“Iwan fals tak perlu cemas lagi karena (dirinya) telah teregenerasi,” cetus seorang warganet di kolom komentar Youtube. Baca Juga: 3 Musisi 3 Kota Berka

on Sep 3, 2019
Jamie Aditya

Ulasan Album: LMNOPOP! - Jamie Aditya

Do you have soul? Oleh: Rio Tantomo. Terakhir kali saya berbincang dengan Jamie Aditya, dia mengaku mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (

on Sep 2, 2019

Ulasan Album: Grayscale-Diskoteq

Diskoteq, pertama mengetahui mereka lewat seorang teman. Dalam bayangan saya, Diskoteq adalah band elektronic disco yang sarat dengan keribetan perkabelan sana

on Aug 20, 2019