×
×

Search in Mata Mata Musik

Flying Solo – Pamungkas

Pamungkas, si pemberi rasa tenteram.

Oleh: Amien.

Lebih kurang dua tahun ini, saya menyimak dan juga mendengarkan musisi — solois atau pun band — baru di Indonesia, terutama di Jakarta. Saya cukup tertarik dengan banyaknya pemain baru yang bermunculan dan menghadirkan materi yang cukup beragam.

Satu nama yang belakangan bertahan lama di playlist Spotify saya yaitu Pamungkas. Awal tahu Pamungkas, atau sebut saja Pam (biar akrab!), direkomendasikan oleh seorang Music Director salah satu radio ternama di Jakarta. Rasa penasaran pun membuat saya langsung mendengarkan album perdananya, Walk The Talk.

Menariknya, jalur pop yang diambil Pam ini ternyata mampu memberi ‘kenyamanan’ di kuping saya.

Kalau boleh saya coba gambarkan, seperti Alex Turner, Jamie Cullum, dan Alexander O’Connor alias Rex Orange County sedang berada di satu panggung. Kurang lebih begitulah perkenalan saya dengan musik yang dihadirkan oleh penyanyi bernama lengkap Rizky Pamungkas ini.

Dan beberapa waktu lalu, Pam melepaskan Flying Solo. Album keduanya ini tidak dirilis secara fisik, seperti album pertamanya, entah untuk alasan apa. Berbeda dengan solois lainnya, seperti Kunto Aji, Bin Idris, Jason Ranti, atau Harlan Boer yang juga merilis albumnya dalam bentuk fisik. Tetapi mungkin ini menjadi strategi Pam untuk menyiapkan sesuatu ke depannya nanti, seperti merilis box set misalnya, atau hal berbeda lainnya.

Nuansa yang dihadirkan Pam di Flying Solo masih beririsan dengan album pertamanya tahun lalu. Dirilis pada Juni 2019, album ini terdiri dari 11 trek yang bisa dinikmati. Sama seperti album perdananya, Flying Solo dikerjakannya sendiri, dan dirilis di bawah label Mas Pam Records.

Ada sedikit perbedaan pada album kedua ini menurut saya, mulai ada beberapa lagu yang up-beat dengan sedikit nuansa R&B, seperti di “The Retirement Of U.” Suara synthesizer yang menghanyutkan pun menghiasi keseluruhan rangkaian lagu Pam di album ini.

Ada satu lagu berbahasa Indonesia yang cukup menyita perhatian saya yaitu, “Intro IV.” Pam seakan mengajak pendengarnya untuk sejenak merenung, sebelum akhirnya perjalanan Flying Solo berlanjut ke trek berikutnya. Sebaliknya, “Nice Day” mampu membangkitkan rasa optimis untuk menjalani hari-hari dengan lebih menyenangkan.

Setidaknya, nuansa ataupun rasa nyaman yang saya tulis di atas adalah apa yang saya rasakan pada album Pamungkas, Flying Solo.

Verdict: 8/10.
Album ini bisa jadi jawaban dari kebutuhan rasa nyaman yang kalian butuhkan.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Keterangan Foto Utama: Travis at WTF2019 (kredit foto: Nareend via rilis press)

Barasuara, Sabrina Claudio, Hingga Travis, Meriahkan We The Fest 2019 ...

Panggung We The fest 2019 juga menjadi kali pertama Hindia tampil secara live Di hari kedua We The Fest 2019 yang berlangsung di JIEXPO Kemayo

on Jul 23, 2019
Flying Solo, Album Kedua dan Tur Promo dari Pamungkas

Flying Solo, Album Kedua dan Tur Promo dari Pamungkas

Sukses mencuri perhatian lewat debut album, kini Pam rilis album keduanya Singer-songwriter paling fresh dari Jakarta, Pamungkas melepas album kedua. Tepat

on Jun 18, 2019

She Is Coming – Miley Cyrus

She Is Coming, manifesto 'seribu' kepribadian dari seorang mantan teen idol kesayangan Disney. Perempuan yang dilahirkan dengan nama Destiny Hope Cyrus ini

on Jun 10, 2019
Pamungkas

Pamungkas Umumkan Tanggal Rilis Album Kedua dan Promo Tur

Berjudul Flying Solo, Album kedua dari solois pendatang baru ini akan dilepas pada 14 Juni 2019. Baca Juga: Synchronize Umumkan Daftar Line Up Gelombang

on May 28, 2019