×
×

Search in Mata Mata Musik

Review Album Paramore: brand new eyes (2009)

Posted on: 08/25/18 at 8:30 am

Meski tetap dengan amarah yang membara, Paramore semakin dewasa di album ketiganya

Oleh Emily Mackay (NME)

Kedewasaan band pop-rock asal Tennessee ini terlihat dalam penggunaan huruf kecil di judul album pada artwork album ini, yang ditekankan dengan kupu-kupu yang terbelah dan ditunggangi pada sampul album dan di beberapa judul lagu seperti “Turn It Off,” “Ignorance,” dan “Playing God.” Paramore tidak hanya beranjak dewasa, namun juga tumbuh menjadi sekelompok remaja yang ‘sinis’. Meskipun tidak banyak dipandang oleh penggemar musik yang ‘serius’, Paramore perlahan menguasai dunia musik.

brand new eyes adalah album ketiga mereka, dan perjalanan mereka yang ingin membuktikan kemampuan di industri hiburan sejauh ini, disertai dengan segala kecanggungan sebagai remaja, bukanlah tanpa lika-liku. “You don’t deserve a point of view”, nyanyi Hayley Williams, seorang panutan bagi ribuan remaja di lagu “Playing God,” yang dilanjutkan dengan “if the only thing you see is you”. Dan jika Anda pikir lirik tersebut kasar, coba ini: “Next time you point a finger/I might have to bend it back/Or break it, break it off.” Untungnya, amarah Paramore ini belum memengaruhi bakat mereka untuk menciptakan lagu pop yang ceria, seperti yang dibuktikan dalam lagu dengan oktan tinggi, “Careful” dan “Ignorance.” Mereka mungkin bernada suram, tapi mereka masih penuh dengan suasana menyenangkan.

“Looking Up” adalah karya yang bersinar di album brand new eyes ini. Tidak terlalu mirip dengan beberapa lagu lain di album tersebut, lagu ini menjadi hiburan yang menyejukkan hati yang bisa membuatmu ingin menarik orang terdekat dan mengajaknya keliling dunia. Selanjutnya ada “Where The Lines Overlap” yang dirangkai khusus untuk ribuan fans yang akan melihat band ini pada tur mereka bulan Desember nanti, dengan senandung Hayley “I’ve got a feeling if I sing this loud enough/You’ll sing it back to me”. Semoga gendang telinganya siap mendengar nyanyian balik dari para fans tersebut.

Paramore juga mencoba dan menunjukkan kedewasaannya dengan memasukkan beberapa lagu lambat di album ini. “The Only Exception” menjadi lagu cinta yang lebih terkesan sentimental dan tidak menarik, yang tidak cukup menjamin perubahan kecepatan yang mendadak ini. Rasanya seperti lagu yang mungkin ditolak Katy Perry karena terlalu ringan, dengan petikan mekanis yang biasa dimainkan di acara api unggun dan nuansa yang membosankan. Namun, lagu tersebut terselamatkan oleh vokal Hayley yang sempurna dan kokoh di sepanjang lagu. Meskipun lagunya menjadi halus, suara khas Hayley tetap konsisten ditampilkan. Kelemahan seolah tidak ada di dirinya, dan untuk itu dia patut diapresiasi.

Lagu lainnya yang kurang menarik perhatian adalah “Misguided Ghosts,” yang semakin lebih jauh dari ciri khas suara Paramore dan digantikan dengan petikan jari akustik yang hampir terlalu sederhana. Lagu ini sebenarnya menyenangkan namun tidak akan cukup untuk membuat Laura Marling terkesan. Tapi lagu ini bukanlah yang dibutuhkan dari Paramore. Sudah cukup banyak bintang pop wanita yang menyanyikan tentang pria, cinta, dan lainnya. Yang benar-benar dibutuhkan adalah lebih banyak penyanyi wanita yang berteriak, marah-marah dan menyelesaikan masalahnya, seperti yang Hayley lakukan di lagu-lagu lainnya di album ini. Tentu saja kedua lagu lambat ini mungkin bisa memberikan ruang beristirahat untuk album yang cepat ini, tapi siapa yang butuh istirahat? Jika kamu menjadi salah satu yang terbaik di bidang emo-punk yang up-tempo, mengapa melambat? Untuk band ini, lebih baik memberikan lebih.

 

Posted on September 28, 2009, 1:27 am

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

BABYMETAL

Ulasan BABYMETAL - Metal Galaxy, Penjelajahan Dunia Sonik Baru

Menggabungkan berbagai gaya musik, band asal Jepang ini menyajikan karya paling kreatifnya hingga saat ini, Metal Galaxy. Baca juga: Bagaimana Babymetal Uba

on Oct 11, 2019
Jason Ranti

Ulasan Album: Sekilas Info - Jason Ranti

“Iwan fals tak perlu cemas lagi karena (dirinya) telah teregenerasi,” cetus seorang warganet di kolom komentar Youtube. Baca Juga: 3 Musisi 3 Kota Berka

on Sep 3, 2019
Jamie Aditya

Ulasan Album: LMNOPOP! - Jamie Aditya

Do you have soul? Oleh: Rio Tantomo. Terakhir kali saya berbincang dengan Jamie Aditya, dia mengaku mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (

on Sep 2, 2019

Ulasan Album: Grayscale-Diskoteq

Diskoteq, pertama mengetahui mereka lewat seorang teman. Dalam bayangan saya, Diskoteq adalah band elektronic disco yang sarat dengan keribetan perkabelan sana

on Aug 20, 2019