×
×

Search in Mata Mata Musik

Review Album Paramore: Riot! (2007)

Posted on: 08/25/18 at 9:43 am

Harapan terbesar pendengar musik emo mencoba melebarkan suaranya. Namun mereka justru terdengar salah arah

Oleh Staf NME

Keberhasilan debut album Paramore All We Know Is Falling menempatkan mereka di antrian musisi “penyelamat dunia musik”. Lagu-lagu dengan nada elektrik menarik para pendengarnya untuk melakukan headbang namun juga bisa membuatmu tersedu. Album itu merangkum segala sesuatu yang ‘emo’ di 2005, memancarkan amarah dan sangat catchy. Tak hanya itu, album All We Know Is Falling juga membuat jengkel anak-anak emo dan pecinta musik pop karena lantunannya yang bisa dibilang masuk ke dalam dua genre tersebut, dan menjadi contoh yang terbaik untuk keduanya. Album kedua RIOT! yang sangat dinantikan mencoba mengulang kesuksesan tersebut, namun dengan ketepatan yang menurun. Sehingga album ini ‘mandek’ dan kurang bersinar.

Upaya produser David Bendeth untuk memaksimalkan album ini justru membuat Paramore terdengar “hilang” karena salahnya perhitungan. Single utama yang menonjol seperti “Misery Business” terdengar sangat brilian dengan lirik yang angsty dan chorus yang tak terbantahkan. Lagu-lagu lainnya di album ini seharusnya juga bisa menjadi sebagus itu. Usahanya untuk melebarkan sayap ke luar genre emo kali ini benar-benar salah penilaian. Lihat bagaimana “When It Rains” – lagu bernada lambat yang karena kesempurnaan sonicnya terdengar seperti lagu ballad tahun ’80-an yang dibawakan Heart dan “crushcrushcrush” yang lebih terdengar seperti Shania Twain jika ia menyanyikan lagu emo. Meskipun berada di bawah naungan label Fueled By Ramen yang terafiliasi dengan Wentz, sangat jelas band ini tidak memiliki karakter pop seperti Fall Out Boy sebagaimana ditampilkan di album “Infinity On High.” Pada akhirnya, baik apakah album ini dianggap sebagai tawaran sinis bagi pendengar mainstream ataupun sebagai eksperimen yang gagal, “RIOT!” hampir tidak memiliki arti apa-apa.

TRACKLIST

  1. “For a Pessimist, I’m Pretty Optimistic”
  2. “That’s What You Get”
  3. “Hallelujah”
  4. “Misery Business”
  5. “When It Rains”
  6. “Let the Flames Begin”
  7. “Miracle”
  8. “Crushcrushcrush”
  9. “We Are Broken”
  10. “Fences”
  11. “Born for This”

 

Posted on June 27, 2007, 11:29 am

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

BABYMETAL

Ulasan BABYMETAL - Metal Galaxy, Penjelajahan Dunia Sonik Baru

Menggabungkan berbagai gaya musik, band asal Jepang ini menyajikan karya paling kreatifnya hingga saat ini, Metal Galaxy. Baca juga: Bagaimana Babymetal Uba

on Oct 11, 2019
Jason Ranti

Ulasan Album: Sekilas Info - Jason Ranti

“Iwan fals tak perlu cemas lagi karena (dirinya) telah teregenerasi,” cetus seorang warganet di kolom komentar Youtube. Baca Juga: 3 Musisi 3 Kota Berka

on Sep 3, 2019
Jamie Aditya

Ulasan Album: LMNOPOP! - Jamie Aditya

Do you have soul? Oleh: Rio Tantomo. Terakhir kali saya berbincang dengan Jamie Aditya, dia mengaku mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (

on Sep 2, 2019

Ulasan Album: Grayscale-Diskoteq

Diskoteq, pertama mengetahui mereka lewat seorang teman. Dalam bayangan saya, Diskoteq adalah band elektronic disco yang sarat dengan keribetan perkabelan sana

on Aug 20, 2019