<-- Google Tag Manager -->
×
×

Search in Mata Mata Musik

Unknown Mortal Orchestra – Sex & Food

Posted on: 11/11/18 at 1:00 pm

Psikedelik bukan hanya soal berkelana menyelami alam bawah sadar atau ledakan warna dan pola yang hanya bisa dilihat oleh isi kepala. Kadang ia hanya sesederhana perasaan atau kolase pikiran saat kamu sedang melamun sambil menatap langit melalui jendela bus.

Oleh: Mudours. 

Perasaan-perasaan itulah yang sepertinya coba diekspresikan oleh Ruban Nielson di album keempat Unknown Mortal Orchestra yang bertajuk Sex & Food ini.

Konsistensi yang diusung musisi asal Selandia Baru ini memang patut mendapat tepukan pundak. Dalam kurun waktu kurang lebih 8 tahun berkiprah dan 3 full album yang dirilis, benang merahnya selalu gamblang terdengar; potongan irama khas dan suara gitar mentah lagi renyah didukung riff nan terampil yang kadang serempak dengan vokal falseto yang begitu soulful—kamu bahkan bisa mendengar Prince hidup kembali di lagu ‘‘The Internet of Love (That Way)’’

Baca Juga: Love Me/Love Me Not – HONNE

Namun di balik karakternya yang kuat, Ruban tetap mencoba menjelajahi tiap sudut dimensi psikedelik miliknya. Seperti usaha untuk mengemulasi John Mayer di track ‘‘Hunnybee’’, atau gaya bernyanyi ala biduan R&B wanita era 2000-an pada lagu ‘‘Not In Love We’re Just High’’. Semua itu seolah ia lakukan dengan komikal. Sex & Food jelas bukan sebuah album bad trip atau ledakan euforia saat kamu halu. Ini adalah album terapeutik yang bisa memijatmu hingga berkata, “Ah, yes. That’s the spot.” Seperti yang tersaji di lagu ‘‘Everyone Acts Crazy Nowadays’’ di mana potongan mojo dari semua musik yang kamu suka seolah dirangkai rapi dengan notasi bertingkat seperti roti lapis.

Album ini dirilis pada April 2018 melalui label Jagjaguwar (Bon Iver, Dinosaur Jr, Moses Sumney) dan direkam di berbagai kota di penjuru dunia, mulai dari Hanoi hingga Reykjavík—menjelaskan mengapa Sex & Foods begitu kaya akan inspirasi. Pada Juli 2018, BBC Radio pun memasukkan album ini ke dalam daftar album terbaik 2018.

Verdict: 7.5/10.
Siapa pun kamu‒entah itu penganut psikedelik 60-an atau umat nabi Wayne Coyne‒ini adalah album untuk kalian semua. Praktisnya, bahkan kamu tidak perlu substansi bantuan untuk bisa merasakan sensasinya karena materinya yang sangat eklektik. 

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

BABYMETAL

Ulasan BABYMETAL - Metal Galaxy, Penjelajahan Dunia Sonik Baru

Menggabungkan berbagai gaya musik, band asal Jepang ini menyajikan karya paling kreatifnya hingga saat ini, Metal Galaxy. Baca juga: Bagaimana Babymetal Uba

on Oct 11, 2019
Jason Ranti

Ulasan Album: Sekilas Info - Jason Ranti

“Iwan fals tak perlu cemas lagi karena (dirinya) telah teregenerasi,” cetus seorang warganet di kolom komentar Youtube. Baca Juga: 3 Musisi 3 Kota Berka

on Sep 3, 2019
Jamie Aditya

Ulasan Album: LMNOPOP! - Jamie Aditya

Do you have soul? Oleh: Rio Tantomo. Terakhir kali saya berbincang dengan Jamie Aditya, dia mengaku mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (

on Sep 2, 2019

Ulasan Album: Grayscale-Diskoteq

Diskoteq, pertama mengetahui mereka lewat seorang teman. Dalam bayangan saya, Diskoteq adalah band elektronic disco yang sarat dengan keribetan perkabelan sana

on Aug 20, 2019