×
×

Search in Mata Mata Musik

Rex Brown Ogah Reissue 4 Album Awal Era Lawas Pantera: Itu Bukan Pantera!

Posted on: 02/8/21 at 10:00 am

Rex Brown Ogah Reissue 4 Album Awal Era Lawas Pantera: Itu Bukan Pantera!
Pantera di era 1980-an.

Pantera memang sudah bubar sejak tahun 2003, namun warisan musiknya abadi. Tetapi enggak seperti band berstatus legendaris pada umumnya, warisan Pantera yang benar-benar dikenal dan disukai penggemarnya dimulai di album Cowboys From Hell (1990), padahal sebelumnya ada empat album yang dirilis band metal asal Arlington, Texas, Amerika Serikat ini. Tiga album awal dari empat album “pra-Cowboys” tersebut vokalisnya belum diisi oleh Philip Anselmo, dan bassis Rex Brown bersikeras enggak mau berurusan dengan ketiga album lawas tersebut.

Baca juga: SCOUR Band Black Metal Philip Anselmo Rilis MV ‘Flames’ Dari Trilogi EP Terakhir

Foto-foto Pantera di era 1980-an yang berpenampilan gramour bagi Rex Brown dan kawan-kawan terasa memalukan karena sudah tersebar di seluruh internet. Dan Brown lebih suka kalau musik dari era itu tetap terkubur. Sebelum Cowboys From Hell, Pantera adalah band glam metal sensasional, merilis secara DIY album-album berikut ini: Metal Magic (1983), Projects in the Jungle (1984), I Am the Night (1985), dan Power Metal (1988). Tiga album pertama vokalnya masih dilakoni oleh Terry Glaze, dan mulai Power Metal Phillip Anselmo yang melakoni tugas yang ditinggalkan Glaze. Tetapi di Power Metal, Pantera belum menggeber thrash metal yang kemudian secara spesifik mempopulerkan gaya groove metal yang menjadi sound khas mereka yang kita kenal.

Pantera era ‘Cowboys From Hell’ (1990). (Foto: Joe Girron).

Dalam sesi wawancara baru, Rex Brown ditanya oleh EonMusic tentang album-album lawas Pantera yang sudah langka tersebut, dan Brown menjawab, “Gue bakal bilang begini; banyak band yang enggak memiliki kesempatan pada usia 17 tahun untuk merilis sebuah album. Kami kebetulan melakukannya, dan kami membayar sendiri untuk setiap biayanya, enggak ada sepeser pun yang diberikan kepada kami. Kami membayar untuk sewa studio, kami membayar untuk pencetakan LP-nya, dan kami enggak pernah berpikir bahwa itu akan menyebar ke mana-mana, secara nasional, global, jadi hampir seperti, selesai begitu saja. Tapi kami benar-benar belajar cara menulis lagu, dan menjadi band”.

Sang bassis melanjutkan, “Vokalis lama? Sial, sama sekali enggak berkembang, enggak pakai lama. Dia hanya enggak satu frekuensi dengan kami bertiga. Tuh anak enggak pernah memiliki pekerjaan seumur hidupnya. Gue melihat dia (berpose) menembak mulutnya di beberapa majalah ini, dan itu seperti, ‘Bray, lo berada di band cuma empat tahun’, lo paham enggak maksud gue? Sekarang lo ingin mengklaim ketenaran, 35 tahun kemudian? Sorry, kawan, lo sudah ‘ketinggalan kapalnya’! Jadi gue enggak mau memberikan kredit apa pun yang enggak semestinya, paham? Begitu kami mendapatkan Philip di band, itu berkembang menjadi sesuatu yang lain, dan itulah Pantera yang kita kenal sekarang, dan itulah mengapa kami enggak pernah membicarakan album-album lama tersebut”.

Brown juga enggak berbasa-basi tentang penolakannya terhadap album-album lama tersebut, seperti yang doi katakan, “Album-album itu telah dibajak ratusan ribu kali, orang menganggapnya sebagai bagian dari sejarah kami. Itu bukan, itu bukan Pantera. Kecuali Philip yang nyanyi di album itu. Begitulah cara gue melihatnya”.

Mengenai perilisan ulang (reissue) album-album awal Pantera, Brown bersikeras bahwa itu bukanlah yang diinginkan oleh duo bersaudara gitaris Dimebag Darrell dan dramer Vinnie Paul. Doi menjawab dengan tegas, “God no, God no! Kakak-beradik ini menentang (reissue) itu, dan gue menentangnya, dan itu saja. Titik. Itu enggak (seharusnya) keluar (lagi)”.

Belum lama ini, edisi deluxe ulang tahun ke-20 dari album terakhir Pantera, Reinventing the Steel, dirilis. Karya tahun 2000 itu menjadi penutup lima album klasik Pantera yang dimulai dengan Cowboys From Hell dan juga termasuk Vulgar Display of Power (1992), Far Beyond Driven (1994), dan The Great Southern Trendkill (1996).

Belum hilang dari ingatan, Dimebag Darrell secara tragis dibunuh dengan cara ditembak di atas panggung oleh seorang pria enggak waras yang bersenjata pada tahun 2004 saat Dimebag tampil dengan band barunya bersama sang kakak, Vinnie Paul, Damageplan. Sedangkan Vinnie Paul meninggal pada tahun 2018 karena jantungnya yang membengkak dan penyakit arteri koroner yang parah.

Baca juga: 10 Perpecahan Formasi Band Rock dan Metal Yang Paling Heboh

Mengenai rilisan-rilisan awal Pantera, kami akan menghormati keinginan Brown dan almarhum bersaudara dengan enggak memposting lagu atau video dari era itu di sini. Pencarian sederhana di Google atau YouTube akan membantu lo untuk melacaknya, monggo mas, mbak. Mending dengarkan ‘Cowboys From Hell’ saja!

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Irfan Sembiring

    Buku 'Memento Mori' Irfan Sembiring "Behind The 8th Ball" Telah Terbit

    Buku Behind the 8th Ball oleh Irfan Sembiring (Foto: Elevation Books). Irfan Sembiring merupakan sosok legendaris yang selama hidupnya mewariskan segudang m

    on Sep 15, 2021
    Korpiklaani

    Korpiklaani Cover Versi Finnish 'Got The Time' Yang Dipopulerkan Anthr...

    Foto: Peero Lakanen. Korpiklaani merilis album studio ke-11 mereka, Jylhä , pada bulan Februari lalu melalui Nuclear Blast Records. Album ini dipuji oleh p

    on Sep 3, 2021
    Jason Newsted

    Jason Newsted Akui "Marah" Suara Bass Di Rekaman "Justice..." Hilang

    Metallica di era bersama Jason Newsted (Foto: Paul Natkin/WireImage). Jason Newsted telah mengakui bahwa sebenarnya doi "marah" setelah doi pertama kali men

    on Aug 29, 2021
    Chuck Billy

    Chuck Billy Ungkap Alasan Testament Tidak Pernah Tur Bareng Metallica

    Frontman Testament, Chuck Billy (Foto: Gabe Ginsberg/Getty Images). Saat tampil di episode terbaru podcast "The Jasta Show", yang dipandu oleh vokalis Hate

    on Aug 27, 2021