×
×

Search in Mata Mata Musik

Rhoma Irama Gugat Rp 1 M Atas 30 Lagunya Yang Ilegal Di YouTube

Posted on: 03/11/21 at 9:00 am

Rhoma Irama Bersikukuh Gugat Rp 1 M Atas 30 Lagu Di YouTube Tanpa Izin
Rhoma Irama saat tampil bersama Soneta di Indosiar. (Foto: via Instagram/rhoma_official).

Tahun 2020 lalu, Rhoma Irama kaget setelah mendapat laporan bahwa lagu-lagu ciptaannya telah dinyanyikan penyanyi lain dan beredar di YouTube. Lagu-lagu yang diaransemen ulang itu diproduksi oleh perusahaan rekaman PT Sandi Record. Bagaimana enggak kaget, pasalnya, raja dangdut tersebut enggak pernah merasa memberikan izin kepada perusahaan rekaman itu untuk memanfaatkan lagu-lagu ciptaannya.

Baca juga: Rhoma Irama Rilis Single ‘Virus Corona’ Jadi Trending Di YouTube

”Ada yang info di YouTube beredar, itu sudah ada izin belum. Dia (Rhoma) bilang enggak ngerti saya. Karena ada produsernya juga monitor,” ujar pengacara Rhoma Irama, R. Iwan Ameeroeddin.

Setelah ditelusuri, ada 30 lagu yang diproduksi dan diunggah PT Sandi Record di YouTube. Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh sejumlah penyanyi dangdut itu sudah diunggah secara bertahap sejak dua tahun lalu. ”Di-upload dan dimasukkan ke dalam YouTube tanpa izin tertulis dari Pak Haji Rhoma Irama,” katanya.

Misalnya, lagu ‘Tabir Kepalsuan’ yang dinyanyikan Sodiq. Lagu tersebut terhitung sejak Januari lalu sudah ditonton lebih dari tiga juta kali. Lagu ‘Teman Biasa’ yang dinyanyikan Evie Tamala sudah ditonton lebih dari 564 ribu kali. ‘Kerinduan’ yang dinyanyikan Suliana featuring Sodiq juga sudah ditonton lebih dari 500 ribu kali.

Iwan mengatakan, PT Sandi Record telah memanfaatkan lagu ciptaan Rhoma tanpa izin untuk mendapatkan keuntungan komersial. Perbuatan tersebut dianggap telah melanggar pasal 9 ayat 2 dan 3, pasal 16 ayat 2 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Rhoma lantas menggugat PT Sandi Record di Pengadilan Niaga Surabaya.

Sebelum mengajukan gugatan, pengacara Rhoma sudah melayangkan tiga kali somasi ke perusahaan rekaman tersebut yang dikirim pada Oktober, November, dan Desember. Iwan berharap ada penyelesaian yang baik. ”Somasi sudah diterima sama pihak Sandi, tetapi diabaikan. Proses pengadilan ini harus kami tempuh agar bisa bermediasi,” katanya.

Kedua pihak saling bertemu saat mediasi dalam sidang pertama pada Rabu, 2 Februari. Muhammad Sandi, bos PT Sandi Record, langsung datang dalam mediasi tersebut. Menurut Iwan, dalam mediasi itu Sandi mengaku sudah mentransfer uang kompensasi ke Rhoma Irama melalui orang lain. Kompensasi itu diberikan setelah video diunggah ke YouTube.

”Tapi, itu tidak menghilangkan perbuatannya. Harusnya sebelum di-upload dia buat kontrak kerja sama. Ini ‘kan tidak. Jadi, kesimpulan mediasi kemarin, dia tidak mampu mengikuti nilai angka gugatan,” ujarnya.

Iwan mengaku juga enggak tahu berapa nilai uang kompensasi yang ditransfer Sandi ke rekening Rhoma. Menurut dia, pihak-pihak yang mentransfer uang ke rekening kliennya bukan hanya Sandi. ”Jadi, di rekening koran itu memang ada yang masuk, tetapi tidak jelas karena ‘kan banyak,’’ ucapnya.

Menurut dia, Sandi sebagai perusahaan rekaman semestinya bersikap profesional. Sebelum mengunggah lagu ciptaan Rhoma, semestinya tanda tangan kontrak perjanjian terlebih dahulu. ”Karena ini mengenai pemanfaatan hak ekonomi pencipta lagu. Sandi ‘kan sudah dapat keuntungan dari situ,” ujarnya.

Jika ada pembicaraan dari awal, Rhoma akan tahu terlebih dahulu sebelum video diunggah di YouTube. Sebab, tidak semua tawaran akan disetujui. ”Apalagi, Pak Haji ‘kan orangnya perfeksionis banget. Jangan sampai nada berubah, lirik berubah,” katanya. Rhoma menuntut Sandi membayar kompensasi Rp 1 miliar melalui gugatan tersebut. Nilai itu dianggap sepadan dengan jerih payahnya menciptakan lagu dan keuntungan yang sudah didapatkan Sandi.

Sementara itu, Sandi mengaku sudah izin ke Rhoma untuk memanfaatkan lagu-lagu ciptaannya. Keduanya sudah bertemu di Jakarta sebelum Sandi memproduksinya. Saat pertemuan, Rhoma mengatakan, urusan kontrak di Jawa Timur dikuasakan kepada Yanti Mala.

Sandi sudah meneken kontrak dengan Yanti untuk pemanfaatan 70 lagu. Setiap lagu dibeli seharga Rp 7,5 juta. Hingga Sandi sudah membayar sekitar Rp 500 juta. Pembayarannya secara bertahap mulai 2009 hingga 2011. Sebagian ditransfer ke rekening Yanti. ”Dari Yanti Mala ini kemungkinan ada yang belum terselesaikan ke Haji Rhoma. Akhirnya dikira saya yang belum bayar,” ujar Sandi.

Dia sudah menunjukkan bukti-bukti pembayaran ke pengacara Rhoma dalam persidangan. Jika diminta membayar Rp 1 miliar, Sandi keberatan. Sebab, dia sudah membayar lunas. ”Semisal dari Yanti tidak terselesaikan, itu ‘kan masalah internal Haji Rhoma. Kalau saya tidak ada satu pun yang tidak terbayar, semua terselesaikan,” katanya.

Mediasi Gagal, Rhoma Irama Lanjutkan Gugatan

Sengketa hak cipta lagu antara Rhoma Irama dan PT Sandi Record belum menemukan titik temu. Rhoma menolak tawaran perusahaan rekaman asal Banyuwangi itu yang bersedia menghapus 30 lagu di YouTube. Raja dangdut tersebut memilih sengketa hak cipta itu dilanjutkan di persidangan.

Asmuni Abduh, perwakilan Sandi Record, pada Rabu, 17 Februari mendatangi pengacara Rhoma. Tawarannya, Sandi Record bersedia menghapus semua lagu ciptaan Rhoma Irama di YouTube yang sudah mereka produksi. Selain itu, Sandi bersedia membayar lagu-lagu ciptaan Rhoma yang sudah diunggah di YouTube dan belum diklaim perusahaan publisher karya Rhoma.

Pengacara Rhoma, R. Iwan Ameeroeddin, menyatakan, pihaknya sempat mempertimbangkan tawaran perdamaian tersebut dan mencabut gugatan di Pengadilan Niaga Surabaya. Namun, kini Rhoma memilih sengketa tersebut dilanjutkan karena belum ada titik temu. Sandi tetap kukuh sudah membayar lagu-lagu karya Rhoma melalui orang lain.

”Sudah disikapi. Tetapi, kesannya pihak Sandi membela diri seolah-olah kewajibannya sudah diselesaikan pihak lain yang katanya orang Haji Rhoma,” ujar Iwan, Minggu, 21 Februari.

Namun, Rhoma menegaskan enggak pernah memberikan kuasa kepada siapa pun untuk bernegosiasi dan menandatangani kontrak dengan Sandi. Sebanyak 30 lagu yang sudah diproduksi dan diunggah di YouTube itu belum memiliki izin dari Rhoma sebagai pemilik hak cipta. ”Haji Rhoma mengatakan tidak ada itu. Maka, kami teruskan dan perkara dilanjutkan,” katanya.

Bos PT Sandi Record Muhammad Sandi juga mengaku siap menghadapi gugatan Rhoma di pengadilan. Dia menegaskan sudah izin dan menandatangani kontrak dengan kuasa Rhoma Irama sebelum memanfaatkan lagu-lagunya. ”Masih kami pelajari lagi (gugatannya). Saya ‘kan sudah bayar semua. Sudah bayar masih digugat. Tinggal langkah-langkah hukumnya nanti bagaimana,” ujar Sandi.

Baca juga: Single ‘Muara Hati’ Jadi Curahan Rasa Rindu Mutia Ayu Ke Orang Yang Telah Tiada

Dia keberatan jika dianggap sudah berbuat melawan hukum dengan memanfaatkan lagu-lagu Rhoma. Sandi mengaku sudah menempuh langkah sesuai prosedur sebelum memproduksi dan mengunggah karya-karya Rhoma. ”Kecuali saya meng-cover lagu-lagunya Haji Rhoma tanpa izin, itu baru salah. Ini ‘kan saya sudah membayar,” pungkasnya.

Sumber: Jawa Pos
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Lissa in Macao

    Lissa In Macao Ingin Di'Remas Manja' Via Debut Single Electro-Dangdut

    Lissa in Macao terbukti telah menambah warna musik di kancah dangdut Indonesia. Melalui suara khasnya yang menggoda berpadu dengan sentuhan elektronik pada

    on Jul 27, 2021
    Rhoma Irama

    Rhoma Irama 'Amsyong', Arga Swara Ancam Pidanakan Sandi Record

    Rhoma Irama. (Foto: Instagram/rhoma_official). Perseteruan antara Rhoma Irama versus Sandi Record nampaknya telah mendekati ujung babaknya. PT Arga Swara Ke

    on Apr 17, 2021
    Arsip Musik Indonesia

    Arsip Musik Indonesia Lawas Diselamatkan RRI Dengan Restorasi Audio

    Pataka Swahara Sanja, music director RRI Surabaya, melakukan pemilihan dan restorasi lagu-lagu zaman dahulu untuk dapat diputar kembali dengan sistem modern. (

    on Mar 11, 2021
    Mutia Ayu

    Single 'Muara Hati' Jadi Curahan Rasa Rindu Mutia Ayu Ke Orang Yang Te...

    Mutia Ayu. (Foto: dok. Musik Bagus). Merindukan seseorang yang kita sayangi itu wajar. Karena dengan rasa rindu itulah, yang membuat kita bisa bertahan mele

    on Jan 27, 2021