×
×

Search in Mata Mata Musik

Rilis Album Baru, Arsebreed Memilih Label Indonesia Ketimbang Label Top Amerika

Posted on: 10/13/20 at 10:15 am

Arsebreed. (Foto: Brutal Mind).

Bendera IDDM (Indonesian Death Metal) telah berkibar di Belanda, negara yang memiliki ikatan kuat secara historis dengan Indonesia. Bendera tersebut ditancapkan oleh label rekaman indie berbasis Jakarta bernama Brutal Mind melalui kerja sama perilisan dua album baru milik band death metal asal Negeri Kincir Angin ini, yakni Disavowed Revocation of the Fallen yang telah lebih dahulu dirilis pada 31 Juli, dan Arsebreed Butoh yang dirilis hari ini, 13 Oktober.

Baca juga: Disavowed “Revocation Of The Fallen”: Tiga Belas Tahun Konsisten Tech-Brut

Menjelang perilisan Butoh, Brutal Mind telah merilis video lirik untuk single pertama dari album terbaru Arsebreed tersebut yang berjudul ‘Recomposed’ melalui YouTube. Single ini juga tersedia untuk streaming di Bandcamp.

Butoh menandakan kembali aktifnya Arsebreed setelah nggak terasa 15 tahun absen tanpa merilis apa pun dan membuat fans bertanya-tanya tentang eksistensi mereka. Kehadiran Butoh tentu sudah sangat ditunggu oleh fans mereka di seluruh dunia termasuk Indonesia yang terus terpukau oleh brutalitas penuh pesona berbahaya dari album debut mereka, Munching the Rotten (2005, Neurotic Records).

Kembali diproduseri oleh Robbe K yang notabene adalah vokalis Disavowed dan Arsebreed, Butoh menampilkan 10 lagu brutal death metal yang konsisten mengusung gaya permainan yang dominan bertempo ultra cepat seiring gempuran blast beat dram dan interval yang padat nan rapat dengan semburan riff intrikatif dan selipan melodi yang begitu teknikal-progresif. Meski bernuansa njelimet, tiap lagu Arsebreed tetap memberikan ruang untuk menghirup udara segar melalui bagian groovy yang memicu non-stop headbanging.

Artwork cover album Arsebreed Butoh.
Artwork cover album Arsebreed Butoh.

Embrio bagi kelahiran Arsebreed sebenarnya sudah terbentuk pada pertengahan Desember 2000 di Den Helder, North Holland, Belanda dengan nama Bloodcum. Setelah beberapa bulan, Bloodcum merilis demo 5 lagu berjudul Arsestabbers pada April 2001. Demo tersebut disambut hangat oleh para metalhead dan menghasilkan banyak pertunjukan band dan mendapatkan pengakuan di komunitas underground Belanda dan Jerman. Band ini menjadi lebih serius, namun sayangnya hal ini nggak seiring berjalan dengan keutuhan para personil band. Akhirnya mereka memutuskan untuk bubar jalan pada 2002.

Dua tahun kemudian, dua mantan gitaris Bloodcum, Daniel van der Broek dan Mark Vormeester kembali bersatu dan membentuk formasi baru dengan nama Arsebreed. Di samping kedua gitaris tersebut, formasi Arsebreed diperkuat oleh bassis Frank Stijnen (eks-Pyaemia), duo vokalis Joel Sta (Pyaemia) dan Robbe K (Disavowed), dan dramer Emiel “Floris” Ploeg (Mangled). Enam musisi ekstrim ini langsung menggarap materi album Munching the Rotten. Terlepas dari kewajiban kepada band mereka yang lain, semua anggota band berpartisipasi melakukan pertunjukan untuk mempromosikan album mereka. Dan sejauh ini pertunjukan berkesan mereka di festival musik akbar seperti Ludwigshafen Deathfest, Neurotic Deathfest dan Mountains Of Death.

Kemudian Floris mengundurkan diri karena ingin fokus ke Mangled, posisinya segera digantikan oleh Romain Goulon pada Januari 2006. Namun Romain nggak bertahan lama dan hengkang pada 2007, karena jadwalnya yang padat dengan band death metal yang jauh lebih beken kala itu, Necrophagist.

Faktanya, materi album Butoh sebenarnya sudah siap sejak lama dan rencana sebelumnya akan dirilis pada 2012 oleh Unique Leader Records, label rekaman spesialis death metal tersohor milik mendiang Erik Lindmark (Deeds of Flesh) yang juga merilis album pertama Pyaemia dan Disavowed. Namun, setelah bertahun-tahun perilisan itu nggak pernah terlaksana sebelum akhirnya batal, dan Arsebreed lantas menemukan takdirnya untuk menjalin kerja sama dengan Brutal Mind setelah melihat sepak terjang label rekaman spesialis death metal ini selama beberapa tahun belakangan, dan terutama scene death metal Indonesia yang begitu besar dan Arsebreed pun memiliki basis fans yang cukup besar di negara tercinta ini.

Baca juga: Ikon Brutal Death Deeds Of Flesh Bangkit Dengan Album Baru Yang Penuh Kejutan

Ok, brutal heads, dapatkan CD atau kaset dan merchandise Arsebreed Butoh melalui webstore Brutal Mind: tinyurl.com/y3myw7mh

Selamat, headbanging dan slamdancing berjamaah, bray!

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Vox Mortis

Vox Mortis Paparkan Kekejaman Manusia Terhadap Hewan Via MV ‘Primata...

Vox Mortis. (Foto: Bastart Photography). Manusia sebagai makhluk yang dibekali akal pikiran, nggak lantas membuatnya lebih tinggi derajatnya dibanding makhl

on Oct 11, 2020
Deeds Of Flesh

Ikon Brutal Death Deeds Of Flesh Bangkit Dengan Album Baru Yang Penuh ...

Formasi anyar Deeds Of Flesh plus alm. Erik Lindmark. Jawara brutal death metal kelahiran Los Osos, California, Amerika Serikat (AS), Deeds Of Flesh akhirny

on Sep 29, 2020
Burton C. Bell

Sang Frontman, Burton C. Bell Resmi Mengundurkan Diri Dari Fear Factor...

Burton C Bell. (Foto: Kevin Estrada). Kabar buruk datang dari scene metal internasional. Tentu saja kabar ini bakal mengecewakan sebagian besar fans die-har

on Sep 29, 2020
Patrick Mameli (Pestilence)

Patrick Mameli (Pestilence) "Jerinx" Versi Death Metal Tolak Konspiras...

Patrick Mameli, mastermind Pestilence. (Foto: The Moshville Times). Patrick Mameli, vokalis merangkap gitaris Pestilence belum lama ini ngobrol bareng Heavy

on Sep 14, 2020