×
×

Search in Mata Mata Musik

Rilis Single Kedua, Sarah Saputri Promosikan Keindahan Alam Garut

Posted on: 08/9/20 at 8:30 am

Rilis Single Kedua, Sarah Saputri Promosikan Keindahan Alam Garut
Sarah Saputri.

Penyanyi, pemain harmonika, dan penulis lagu pop Sarah Saputri merilis single bertajuk ‘When Garut Smiles in Longing’ pada Sabtu (8/8/2020) di kanal YouTube-nya. Lagu ini merupakan single instrumental harmonika kedua Sarah setelah sebelumnya merilis single instrumental harmonika berjudul ‘The Sun of Di Hyang’.

Baca juga: Duo Alt-Rock Whitenoir Reflesikan “Quarter-Life Crisis” Lewat ‘Finding Yourself’

Lagu ini didedikasikan untuk anugerah alam Indonesia yang berada di Garut. Inspirasi untuk lagu ini diambil berdasarkan potensi, keindahan alam, dan kearifan lokal di daerah Garut, Jawa Barat. Secara personal bagi Sarah, Garut merupakan tempat yang menyimpan banyak cerita. Ada kerinduan yang membuat dirinya selalu ingin kembali berkunjung ke sana.

“Ada rasa rindu dan ingin selalu kembali ke Garut. Saya berharap setiap orang Garut yang mendengarkan lagu ini akan terbawa rasanya untuk kembali ataupun mengingat tentang kampung halamannya. Untuk pendengar yang sama sekali belum pernah ke Garut, mudah-mudahan setelah mendengar dan menonton video ini jadi lebih tahu akan potensi daerah dan wisata alam yang ada di Garut. Semoga suatu saat dapat membuatnya datang dan menikmati keindahan kota ini,” ujar Sarah.

Cover single Sarah Saputri ‘When Garut Smiles in Longing’
Cover single Sarah Saputri ‘When Garut Smiles in Longing’.

Baca juga: Dead Vertical “XVII”: 17 Tahun Ke Atas Menggerinda Baja

Dalam proses kreatifnya, proses penggarapan single dan video klip ‘When Garut Smiles in Longing’ ini melibatkan sejumlah nama musisi, mulai dari Jason Limanjaya sebagai arranger, Sandi Lesmana yang mengisi bagian bass dan Aditto sebagai pengisi bagian gitar. Sedangkan untuk proses olah suara atau mixing dan mastering dibantu oleh Tantan Nugraha dari Garputala Studio.

Proses penggarapan video klip untuk lagu ini dibantu oleh putra-putra daerah asli Garut, yaitu Hartas Deris (Garut Turunan Kidul), Prakoso Umam, Iam Geges, Rehan Anshori dan Cici Chintya. Video klip ini diproses oleh Prakoso Umam. Sementara itu hadir pula dua merek dagang fesyen lokal yakni Batik Reunceum dan Akar yang menjadi penyempurna aksi Sarah dalam video tersebut.

Ada banyak keindahan alam dan kearifan lokal yang ditampilkan Sarah pada video klip  lagu ini, misalnya Leuwi Tonjong, Curug Nyogong, Rancahideung Kec. Cihurip, Cijapati Kadungora, Kamojang, Darajat, Pantai Sayang Heulang, Cijeruk, Rancabuaya, Leuweung Datar, dan Candi Cangkuang.

“Semoga karya ini dapat menumbuhkan rasa syukur dan rasa memiliki terhadap anugerah alam yang telah Tuhan titipkan kepada kita. Tumbuhnya rasa ingin menjaga dan melindungi alam sekitar dan peduli akan sesama makhluk hidup,” pungkas Sarah.

Yuk, nikmati sebagian keindahan alam Indonesia lewat single terbaru Sarah Saputri yang satu ini!

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Amanda Casea

    Amanda Casea Keluar Dari Zona Nyaman Via Single 'Mengapa Patah Hati'

    Amanda Casea menunjukkan bentuk hasil usahanya untuk keluar dari zona nyamannya dengan merilis single keempatnya, 'Mengapa Patah Hati'. Dan single ini menj

    on Oct 18, 2021
    Monica Tania

    Monica Tania Ungkap Pengalaman Toxic Relationship Via Single 'Maaf'

    Monica Tania, penyanyi muda berbakat kelahiran Medan ini kembali untuk melepas karya baru. Setelah merilis empat single di tahun ini, cewek yang pernah ber

    on Oct 18, 2021
    Adele

    Adele Rilis Single Baru Pertama Dalam 6 Tahun dan Raih Rekor Spotify

    Foto: Simon Emmett. Akhirnya, single baru pertama Adele dalam enam tahun telah hadir di semua platform digital. Judulnya sudah diketahui sebelumnya, 'Easy o

    on Oct 15, 2021
    Adele

    Adele Resmi Umumkan Judul Album Barunya "30" Secara Emosional

    Foto: via Instagram/@adele. Adele telah secara resmi mengumumkan album barunya yang dikasih judul 30. Penerus dari album 25 tahun 2015 ini akan mendarat pad

    on Oct 13, 2021