×
×

Search in Mata Mata Musik

Rock Sudah Mati? Kecuali BTS, 10 Best Selling Album 2021 Adalah Rock!

Posted on: 07/28/21 at 12:00 pm

Rock Sudah Mati? Kecuali BTS, 10 Best Selling Album 2021 Adalah Rock!
Lunchbox Records di Charlotte, North Carolina, AS, 29 Juli 2018 (Foto: Luke Taylor/MPR).

Rock is dead? Rock sudah mati? Jadi ingat pernyataan Gene Simmons tentang musik rock yang sudah jatuh terjerembab di era sekarang. Namun faktanya, 10 artis teratas dengan total penjualan album murni tertinggi di Amerika Serikat sejauh ini pada tahun 2021 semuanya adalah band rock. Kecuali tentu saja si raja K-pop BTS, yang menduduki puncak peringkatnya. The Beatles dan Metallica masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga.

Baca juga: Gene Simmons (KISS) Anggap “Rock Sudah Mati” dan Puji Billie Eilish & Lady Gaga

Didominasi Band Rock Klasik

Pure Album Sales alias “Penjualan Album Murni” adalah penjualan aktual unit album fisik dan digital yang digeser dalam pengertian klasik. Ini berbeda dari metrik grafik keseluruhan Billboard, yang juga menghitung streaming dan unduhan lagu secara individual.

Laporan baru dari Chart Data membuktikan bahwa orang sebenarnya masih menghabiskan uang untuk membeli rekaman rock dalam skala luas. Mengikuti The Beatles dan Metallica di peringkat ini, dalam urutan menurun ada: Queen, Fleetwood Mac, Pink Floyd, AC/DC, Nirvana, Foo Fighters, dan Led Zeppelin.

Popularitas BTS yang universal tidak heran hingga menempatkan mereka di No. 1. Namun daftar lainnya didominasi oleh band rock dan metal klasik yang tetap terlihat dan vital seperti biasanya. Fleetwood Mac mendapat dorongan besar dari konten kreator TikTok yang viral. Saham Queen telah melonjak sejak film biopik Bohemian Rhapsody (2018). AC/DC baru saja merilis album baru yang keren di akhir tahun 2020, Power Up. Peringatan 30 tahun Nevermind-nya Nirvana semakin dekat. Dan “Black Album” Metallica terus terjual ribuan kopi setiap minggu, dan akan meluncurkan edisi super deluxe ulang tahun ke-30 pada September mendatang. Serta The Metallica Blacklist, album kompilasi cover lagu-lagu “Black Album” oleh berbagai artis dunia.

Di sisi lain, jika lo melihat peringkat Billboard 200 untuk minggu terakhir tanggal 17 Juli, satu-satunya representasi rock di Top 20 adalah Queen Greatest Hits di No. 16. Meskipun itu menunjukkan sebagian besar pendengar AS yang streaming lebih banyak musik daripada sebelumnya. Peringkat Penjualan Album Murni membuktikan bahwa audiens rock dan metal masih berkomitmen untuk membeli album, baik fisik (vinyl dan CD) maupun digital.

Relevansi Pernyataan Gene Simmons

Dalam wawancara CoS dengan Gene Simmons dari awal tahun ini, bassis KISS legendaris ini menjelaskan mengapa doi terus mengatakan “rock sudah mati”. “Rock sudah mati karena jika kita memainkan musik dari tahun 1958 hingga 1988, yaitu (rentang) 30 tahun, lo punya Elvis, The Beatles, The (Rolling) Stones, Pink Floyd, dan seterusnya. Dan lo bisa lompat ke bagian yang cadas, yaitu Metallica, (Iron) Maiden, jika lo ingin menempatkan KISS di sana,enggak apa-apa. AC/DC, terus dan terus. Bahkan U2, Prince, (David) Bowie, Eagles. Dan kemudian lo punya artis-artis disko, dan Madonna, dan hal-hal itu, dan Motown, tentu saja. Dan kemudian dari tahun 1988 hingga hari ini, siapa The Beatles yang baru?”.

Om Gene melanjutkan dengan mengatakan, “Alasan untuk itu bukan karena kurangnya bakat, tetapi karena orang-orang muda, anak yang tinggal di ruang bawah tanah ibunya, suatu hari memutuskan bahwa dia enggak mau membayar untuk musik. Dia ingin mengunduh dan berbagi file. Dan itulah yang membunuh peluang untuk generasi berikutnya dari band-band hebat. Fakta bahwa musik itu dibikin gratis. Jadi saat ini band-band baru enggak memiliki kesempatan”.

Dan yeah, faktanya, daftar peringkat ini sebagian besar berisi band rock klasik dan warisan yang agak memvalidasi pernyataan dan penjelasan Gene Simmons. Memang hingga hari ini belum ada “The Next The Beatles” atau “The Next Metallica”. Tetapi bagaimanapun tetap bertentangan dengan pernyataan “rock sudah mati” secara harfiah. Tampaknya kebangkitan vinyl dan dampak yang tidak tergoyahkan dari band-band ikonik ini membantu mendorong Penjualan Album Murni untuk musik rock. Selain itu, festival dan tur rock terus mengalami penjualan tiket yang kuat, sehingga menjaga genre ini tetap hidup dan sehat.

Baca juga: Gelora Saparua: Episentrum Sejarah Geliat Rock & Metal Indonesia

Inilah daftar lengkap total Penjualan Album Murni pada tahun 2021 melalui postingan Twitter Chart Data.

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    The Warning - evolve

    THE WARNING, 3 Rocker Cantik Lagi-Lagi Sukses Meninggalkan Impresi

    Horeee… The Warning nongol lagi!Horeee… tidak banyak "PAUSE" walau masih trauma dengan pemblokiran video akibat penerapan perlindungan copyright yang b

    on Oct 23, 2021
    Lovebites

    LOVEBITES - Holy War (Live at Zepp DiverCity Tokyo 2020) GO-KILL!

    LOVEBITES, salah satu dari deretan band heavy metal Jepang terbaik yang semua anggotanya cewek. Tetapi penampilan mereka yang anggun bak tuan putri hanyala

    on Oct 19, 2021
    Max Portnoy

    Max Portnoy, Putra Mike Portnoy, Menjadi Dramer Baru Code Orange

    Foto: Max Portnoy (via Instagram). Max Portnoy, putra kandung dramer metal legendaris Mike Portnoy, sekarang resmi menjabat sebagai dramer Code Orange. Band

    on Oct 17, 2021
    Burgerkill

    Burgerkill Ft. Ahmad Dhani 'Satu Sisi', Kolaborasi Terepik Sepanjang M...

    Kenapa bisa dibilang kolaborasi paling epik? Yang pertama, karena kolaborasi ini menampilkan mesin metal nomor wahid Indonesia BURGERKILL (BK) dan salah sa

    on Oct 15, 2021