×
×

Search in Mata Mata Musik

Saham Live Nation Capai Titik Tertinggi Saat Pendapatannya Capai Titik Terendah

Posted on: 02/26/21 at 10:30 am

Saham Live Nation Capai Titik Tertinggi Saat Pendapatannya Capai Titik Terendah

Live Nation Entertainment baru-baru ini mempublikasikan hasil laporan finansial tutup tahun 2020 mereka. Pendapatannya menurun 92% pada kuartal keempat dibandingkan dengan periode waktu yang sama pada tahun 2019. Untuk tahun kalender 2020 secara keseluruhan, pendapatan Live Nation turun 84% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga: CEO Live Nation Tetap Yakin Konser Musik Live Akan Kembali Pada 2021

Pendapatan untuk kuartal keempat turun menjadi US$ 178,4 juta dari hampir US$ 2,3 miliar pada tahun sebelumnya, sementara pendapatan keseluruhan untuk tahun 2020 adalah sekitar US$ 8 miliar lebih sedikit dari pada tahun 2019 – dengan total US$ 1,4 miliar dibandingkan dengan US$ 9,4 miliar sebelumnya.

Live Nation Entertainment, yang memiliki promotor konser Live Nation dan platform tiket Ticketmaster, kehilangan sekitar US$ 368 juta antara konser dan divisi tiketnya pada kuartal keempat. Pendapatan tiket turun 98% sementara pendapatan konser turun 92%. Perusahaan ini kehilangan US$ 1 miliar untuk tahun 2020 secara keseluruhan.

Saham Naik Mencapai Titik Tertinggi

Bursa saham Wall Street, tampaknya tidak terganggu oleh pendapatan Live Nation yang rendah dari tahun lalu: harga saham perusahaan justru terus naik, mungkin dipicu oleh semangat dan harapan pada vaksin Covid-19 yang terus diluncurkan di seluruh dunia. Saham berada pada posisi sekitar US$ 60 per saham setahun yang lalu, dan turun menjadi US$ 30 pada Maret 2020 ketika pandemi pertama kali melanda Amerika Serikat, tetapi minggu ini, saham Live Nation mencapai titik tertinggi sepanjang masa, dan saat ini berada di sekitar US$ 87 per saham.

Live Nation melaporkan bahwa mereka memiliki likuiditas sekitar US$ 2 miliar di atas tingkat pembakaran rata-rata US$ 103 juta per bulan, dan CEO Michael Rapino mengulangi sentimen sebelumnya dari panggilan pendapatan sebelumnya bahwa perusahaan ini mengharapkan konser akan kembali dalam skala besar di beberapa wilayah pada musim panas. tahun ini, dengan event-event outdoor kembali lebih dulu.

Ekspektasi Tahun 2022

Namun, kebangkitan kembali berskala penuh yang dibandingkan dengan dunia sebelum pandemi mulai tampak semakin mungkin terjadi pada industri musik secara luas pada tahun 2022. Live Nation mengatakan mereka mengharapkan jadwal konser yang padat di masa mendatang: Mereka melaporkan permintaan pengembalian uang (refund) yang rendah untuk tiket (83% penggemar lebih memilih menyimpan tiket, ketimbang refund) dan mengharapkan hampir dua kali lebih banyak artis utamanya untuk melakukan tur pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun biasa (45 versus 25).

Baca juga: Ticketmaster dan Live Nation Siap Refund Tiket Konser Dengan Rencana Baru

Live Streaming

Dengan non-aktifnya konser, Live Nation telah mempelajari lebih lanjut opsi digital seperti live streaming. Mereka membeli saham mayoritas di livestreamer Veeps, yang didirikan oleh Joel dan Benji Madden dari Good Charlotte, awal tahun ini. Perusahan ini mengatakan dalam siaran pers yang menyertai laporan pendapatannya bahwa mereka akan lebih fokus pada membangun opsi streaming untuk lebih banyak aliran pendapatan. Live streaming dengan cepat tumbuh sejak pandemi dimulai, meskipun tidak mencakup pendapatan yang hilang dari bisnis konser yang biasanya padat.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Industri Hiburan

    Surat Terbuka Untuk Presiden Jokowi Tentang Lumpuhnya Industri Hiburan

    JogjaROCKarta Festival, salah satu ikon industri hiburan kota Yogyakarta. (Foto: dok. Rajawali Indonesia). Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat. Setahun

    on Mar 3, 2021
    Lacuna Coil

    Lacuna Coil & 100 Artis Italia Gelar Konser "Diam Bak Patung" Untuk Un...

    Lacuna Coil "Silent Strike". (Foto: via YouTube). Lacuna Coil dan lebih dari 100 artis musik Italia lainnya melakukan unjuk rasa dengan aksi mogok tanpa per

    on Mar 2, 2021
    Konser

    Uji Konser Tanpa Social Distancing Primavera Sound Hasilkan 0% Terinfe...

    PRIMA-CoV. (Foto: via Primavera Sound). Pakar penyakit menular Dr. Anthony Fauci berharap konser di Amerika Serikat (AS) bisa kembali digelar pada musim gug

    on Jan 19, 2021
    Konser

    Pakar Penyakit Menular Dr. Fauci Optimis Konser Kembali Digelar Pada T...

    Dr. Fauci. (Foto: dok. Consequence of Sound). Pada konferensi virtual yang diselenggarakan oleh Association of Performing Arts Professionals, Dr. Anthony Fa

    on Jan 12, 2021