×
×

Search in Mata Mata Musik

Saksikan Video “XVII – Studio Session” Dead Vertical Menggerinda Live Di Studio

Posted on: 08/10/20 at 10:00 am

Dalam Video "XVII - Studio Session", Dead Vertical Menggerinda Live Di Studio
Trio grindcore Dead Vertical.

Setelah menghantam alam bawah sadar dengan video musik ‘Dimensi Fatamorgana’ di bulan Juli, Dead Vertical, unit grindcore kelahiran Jakarta Timur ini kembali membuai gairah musik cadas dengan aksi performa konser yang menggerinda di dalam studio yang mereka beri tajuk “XVII – Studio Session”.

Baca juga: Dead Vertical Siapkan Video Musik 2D Visual Art Lagu ‘Dimensi Fatamorgana’

Di balik nama XVII – Studio Session ternyata Dead Vertical mengemban misi agar album terbaru mereka, XVII tetap bisa dinikmati walau terhalang dengan situasi pandemi Covid-19. Jadwal-jadwal promo yang terpaksa dibatalkan karena wabah penyakit ini mereka harap dapat tergantikan dengan pertunjukkan dalam studio. Layaknya berlaga di atas panggung, pada XVII – Studio Session, Dead Vertical membawakan track-track unggulan dalam album mereka seperti ‘Si Mulut Besar’, ‘Bulungan Bergetar’, ‘Bloody Roads’ dan lainnya.

XVII - Studio Session, Dead Vertical
Dead Vertical “XVII – Studio Session”.

Studio yang dipakai untuk berlaga ini adalah milik teman baik mereka yaitu Three Sixty studio di wilayah Pondok Bambu, Jakarta Timur. Konsep pengambilan gambarnya pun kembali keluar jalur dari musik keras yang biasanya bernuansa gelap, XVII – Studio Session justru bernuansa terang. Selain Sesi Studio, Dead Vertical telah terlebih dahulu mengeluarkan video testimoni mengenai album XVII.

Baca juga: Dead Vertical “XVII”: 17 Tahun Ke Atas Menggerinda Baja

Ok selamat mendengarkan dan ber-headbang dan ber-pogo ria di mana pun lo mau, nggak hanya di rumah, jangan mau di rumah melulu! Grind on!

TENTANG DEAD VERTICAL
Dead Vertical dibentuk akhir 2001 dan bertahan dengan formasi trio yakni Boybleh pada gitar dan vokal, Bonny pada bass dan Arya pada dram. Genre musik yang mereka mainkan adalah campuran grindcore gaya Amerika dan Eropa serta Jakarta punya gaya pastinya, hehe. Karya yang mereka hasilkan sampai tahun 2020 adalah sebagai berikut:

DISKOGRAFI
Fenomena Akhir Jaman, 2004 The Eye Music – LP
Global Madness, 2005 Self Record – EP
Infecting The Wolrd, 2008 Rottrevore Records – LP
Perang Neraka Bumi, 2012 Rottrevore Records – LP
Angkasa Misteri, 2016 Threesixty Musik – LP
XVII, 2019 Blackandje Records – LP

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Extreme Decay

    Extreme Decay Kembali Menggerinda Via 'Kolaps' Soroti Isu Ekologi

    Extreme Decay, yang merupakan dedengkot grindcore kelahiran kota Malang kembali dengan single anyar bertema ekologi berjudul 'Kolaps'. Masih beringas seper

    on Jul 7, 2021
    Extreme Hate

    Jelang EP Awal 2021 Extreme Hate, Trio Grindcore Ini Rilis Dua Single ...

    Mengawali tahun 2021 ini, trio grindcore Extreme Hate kembali masuk studio rekaman untuk beberapa lagu baru, dua lagu di antaranya yang dijadikan rangkaian

    on Feb 12, 2021
    Album Hard Rock & Heavy Metal Terbaik

    MataMata Musik: Top 20 Album Hard Rock & Heavy Metal Terbaik Tahun 202...

    Meski 2020 merupakan tahun paling bangsat bagi 99% populasi manusia di Bumi (1% lagi yang nggak kena dampak kehancuran, yang berpesta di atas penderitaan j

    on Dec 31, 2020
    Extreme Moshpit Awards

    Daftar Pemenang Penghargaan Spesial Musik Cadas: Extreme Moshpit Award...

    Extreme Moshpit adalah media musik cadas Indonesia yang bergerak sejak 2007. Selain mewujudkan gerakan baru tradisi fanzine dan media di ranah musik ekstri

    on Dec 3, 2020