×
×

Search in Mata Mata Musik

Scary Kids Scaring Kids Umumkan Tur Reuni dengan Vokalis Cove Reber

Posted on: 11/20/19 at 9:47 am

Pasca kematian vokalis utama Tyson Stevens di 2014, kemungkinan Scary Kids Scaring Kids bakal mengadakan reuni tampak tipis.

Bahkan sebelum tragedi itu, band post-hardcore asal Arizona ini sudah bubar sejak tahun 2010, mendekati perilisan album studio ketiga yang tidak pernah terwujud. Akan tetapi, dengan kematian Stevens pada usia 29 tahun yang diduga akibat overdosis obat-obatan, rasa final yang tragis menyelimuti persinggahan para rocker ini sebagai andalan lanskap emo di akhir era 2000-an.

Namun grup ini akan kembali awal tahun depan dengan tur perayaan 15 tahun The City Sleeps in Flames, album debut Scary Kids Scaring Kids. Tur ini juga merupakan reuni pertama dalam 10 tahun bagi band, yang dipimpin oleh tiga musisi inti yang kembali dari lineup di 2005: keyboardist Pouyan Afkary, gitaris Chad Crawford dan drummer Peter Costa. Bassist Jordan Flower dan gitaris Don Vedda kabarnya akan bergabung dengan mereka.

Komposisi band pun dilengkapi dengan kehadiran vokalis Cove Reber, yang dulu bermusik dengan Saosin dan belum lama ini menjadi kekuatan kreatif di balik Dead American. Dialah vokalis yang akan mengisi tempat Stevens untuk membawakan baris-baris tak terlupakan dari album itu.

Menurut band, ini satu-satunya cara tur dapat berjalan. Setelah kematian Stevens, band ini tidak punya keinginan untuk bersatu kembali. Tapi saat Crawford merilis lagu penghormatan untuk Stevens dua bulan lalu—yang sekaligus menjadi materi baru pertama Scary Kids dalam hampir satu dekade—itu memicu banyak permintaan baru untuk reuni.

Saat ditanya oleh salah seorang rekan, apa yang diperlukan agar band ini kembali bersama, para personil serempak mengatakan mereka hanya bisa membayangkan menggelar reuni dengan Reber di belakang mikrofon. Di 2009, Reber pernah menggantikan posisi Stevens di band untuk beberapa pertunjukan di Warped Tour.

“Tadinya kami tidak punya rencana untuk kumpul kembali atau bahkan melakukan tur reuni,” jelas Afkary pada Loudwire minggu lalu. “Sebelumnya, rasanya tidak pernah tepat; ada alasan mengapa kami bubar. Tapi saat Tyson meninggal, benar-benar ada momen di mana rasanya band ini tidak akan pernah ada lagi. Itu sulit karena kami beruntung dan bisa melakukan apa yang diimpikan banyak orang, yaitu menemukan kesuksesan dalam musik bersama semua teman terdekat dari SMA. Melihat seberapa jauh kami melangkah, dan kemudian semuanya hancur berantakan, itu sangat mengecewakan.”

Dia menambahkan, “Ketika kami ditanya oleh booking agent bagaimana kami ingin menyusun reuni ini, kami bilang, ‘Jujur, kami harus menggaet Cove sebagai vokalis. Kami benar-benar tidak tahu siapa lagi yang kami ingin ajak tur bareng selain dia.’ Lalu kemudian, Cove menghubungi kami dan bilang, ‘Ayo lakukan ini!’ Dia sangat bersemangat, dan semuanya tersusun begitu saja. Kami tidak mengira ini akan terjadi, jadi kami tidak terlalu berusaha. Tapi kemudian semuanya mulai berjalan.”

“Kami tidak punya group chat atau apa pun,” jelas Afkary. “Kami tidak selalu saling mengobrol, menanyakan kapan kami akan kembali bersama. Jelas, saat kamu menjalin ikatan dan menjadi dekat dengan orang, kamu masih memiliki koneksi itu walaupun tidak ada komunikasi yang terus-menerus. Juga sangat kebetulan Cove tidak hanya tertarik tetapi juga bisa bergabung dengan kami. Kami semua cukup sibuk belakangan ini dan menjalani hal-hal yang sangat berbeda.”

Tetapi pada Januari 2020 nanti, semua fokus akan tertuju pada penampilan pertama Scary Kids Scaring Kids dalam 10 tahun. Mereka sebagian besar akan memainkan lagu dari album tahun 2005, bersama beberapa lagu favorit fans. Ini adalah tugas penting untuk dilakukan, mengingat masa lalu band, belum lagi tanggung jawab yang terlibat dalam memenuhi ekspektasi para pendengar.

“Hal tersulit adalah memikirkan, apakah kami menghormati kenangan akan Tyson?” aku Afkary. “Kami harap kami melakukan hal yang benar. Orang punya kenangan tertentu tentang band ini, dan tentunya, nostalgia berperan dalam hal itu. Kami harus memenuhi itu. Orang akan mengingat sesuatu lebih baik dari aslinya kalau mereka menikmatinya. Jadi kami ingin manggung dan menghormati kenangan yang dimiliki fans. Tapi kami perlu menampilkan lebih dari sekadar kenangan itu agar tidak mengecewakan.”

Sementara untuk rencana ke depan, band ini agak enggan berfantasi tentang musik baru, terlepas dari dirilisnya tribute untuk Stevens berjudul “Loved Forever” pada September lalu. Namun Afkary dengan cepat menganulir perkataannya yang menolak kemungkinan itu. Toh, tur anniversary untuk The City Sleeps in Flames ini juga sempat dianggap mustahil oleh band.

“Kami berencana mengadakan putaran lain di AS,” ucap sang keyboardist terkait tur reuni mendatang. “Selain itu, kami tidak menutup kemungkinan untuk pertunjukan tambahan. Tapi setelah itu tidak ada apa-apa. Kami menghidupkan kembali kenangan ketimbang memulai sesuatu yang baru. Tapi sebenarnya, mungkin saja ada sesuatu. Sampai sebulan yang lalu, saya bilang ke siapa pun yang bertanya, kami tidak akan pernah mengadakan tur reuni.”

Lihat jadwal tur Scary Kids Scaring Kids bersama Cove Reber di bawah ini.

jadwal tur reuni Scary Kids Scaring Kids

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Reuni The Pussycat Dolls

Reuni The Pussycat Dolls Tanpa Melody, Publik Ramai Bergunjing

Pussycat Dolls kembali menjadi perbincangan utama, ketika mereka bersatu kembali dalam penampilan menggoda di final X Factor, Sabtu (30/11). Penggemar sedik

on Dec 5, 2019
The Pussycat Dolls

Reuni The Pussycat Dolls, Bawakan Single baru "React"

The Pussycat Dolls kembali reuni di penampilan final X Factor Inggris, Sabtu (30/11). Mereka membawakan lagu-lagu andalan dengan performa yang relatif menakjub

on Dec 1, 2019
Pussycat Dolls

Ikuti Jejak Spice Girls, Pussycat Dolls Akan Reuni

Tahun depan, industri musik dunia bakal diramaikan oleh pemain-pemain lama. Pussycat Dolls, grup yang beken di pertengahan tahun 2000-an, resmi reuni! Kemar

on Nov 28, 2019
The Black Crowes

Penjualan Musik The Black Crowes Melonjak Berkat Kabar Reuni

The Black Crowes menjadi band ketiga dalam barisan band-band rock yang tahun ini mengumumkan reuni—dan sebagai dampaknya, jumlah penjualan dan streaming

on Nov 22, 2019