×
×

Search in Mata Mata Musik

Scott Walker Meninggal Dunia di Usia 76 Tahun

Posted on: 03/26/19 at 9:45 am

Berita kematian salah seorang yang paling berpengaruh di sejarah rock ini diumumkan oleh label 4AD, dan menyatakan mengatakan Scott Walker berhasil memperkaya kehidupan ribuan orang

Oleh: Ben Beaumont-Thomas. (The Guardian)

Keith Grant dan Scott Walker 1970. (Foto: Rex Features)

Scott Walker, salah satu penulis lagu paling inovatif dan kekal di abad ke-20, meninggal usia dalam usia 76 tahun. Berita duka ini diumumkan oleh labelnya, 4AD. “Selama setengah abad, pria jenius yang lahir dengan nama Noel Scott Engel telah memperkaya kehidupan ribuan orang,” tulis sebuah pernyataan.

Thom Yorke, vokalis Radiohead, adalah salah satu artis yang memberikan penghormatan, dan menyebut Walker sebagai “pengaruh besar bagi Radiohead dan saya sendiri, menunjukkan kepada saya bagaimana saya bisa menggunakan suara dan kata-kata saya.”

Walker mulai terkenal pada pertengahan tahun ’60-an bersama grup The Walker Brothers, sebelum menciptakan serangkaian album solo yang populer – Scott, Scott 2, Scott 3 dan Scott 4 – yang dianggap sebagai beberapa album pop yang paling berani dan mendorong batas di era itu.

Dia kemudian pindah lebih jauh ke pinggiran ranah musik, dengan merilis album yang semakin eksperimental, termasuk Tilt (1995) dan The Drift (2006), yang bercermin pada wanita simpanan Mussolini, pembantaian Srebrenica, dan 9/11.

Noel Scott Engel atau yang akhirnya lebih dikenal dengan nama Scott Walker

Walker lahir dengan nama Noel Scott Engel di Hamilton, Ohio pada tahun 1943, dan dibesarkan di California. Pada tahun 1964, dia bekerja sama dengan John Maus – yang menamai dirinya sebagai John Walker – dan menjadi duo bernama The Walker Brothers. Drumer mereka, Gary Leeds, adalah veteran dari kancah musik pop “swinging London” yang baru lahir, dan membujuk mereka untuk pindah ke London, tempat Walker bermarkas sejak saat itu.

Mereka mencetak dua hit di peringkat No.1 lewat lagu “Make It Easy on Yourself” dan “The Sun Ain’t Gonna Shine Anymore,” dan citra mereka yang necis membuat mereka dikagumi banyak kalangan – fanclub mereka pernah memiliki anggota lebih banyak daripada fanclub The Beatles. “Terkadang kami berada di atas panggung selama semenit, dan keseluruhan konser ini akan berakhir,” kata Walker tentang teriakan yang mengelilingi mereka.

The Walker Brothers – Scott Engel, John Maus, Gary Leeds. (Foto: via BBC UK)

Sementara lagu-lagu hit mereka yang memuncaki tangga lagu adalah versi cover-nya, Walker juga menulis materinya sendiri, tekanan yang sebagian mendorong bubarnya grup ini. “Semuanya mengandalkan saya, dan itu membuat saya kewalahan. Saya pikir saya merasa kesal dengan itu semua,” katanya – grup ini bubar di tahun 1967.

“Awalnya, ini fantastis, dan saya belajar banyak hal,” ungkap Walker tentang era tersebut dalam wawancara dengan The Guardian di 2018. “Saya bisa bekerja sama dengan orkestra besar dan bujet yang bagus. Tetapi setelah sekian lama, formulanya – mereka masih menginginkan hal yang sama. Saya harus menemukan cara agar kami bisa membuat lagu yang akan melakukan hal yang sama. Dan itu menjenuhkan.”

Walker lanjut bersolo karier, dan terus membuat pop simfonik tahun ’60-an, meskipun dengan nada yang epik, psikedelik dan berpikiran tinggi – “The Seventh Seal,” dari Scott 4, bercermin pada fantasi eksistensial di film Ingmar Bergman dengan judul yang sama.

Di tahun ’70-an, dia kembali mengerjakan versi cover untuk serangkaian album, tetapi kemudian bergabung kembali dengan The Walker Brothers. Album mereka mencakup Nite Flights (1978) yang sangat disegani, yang berisi empat lagu yang ditulis Walker, dengan suasana yang gelap dan penggunaan elektronik: itu menjadi pertanda untuk karya yang dia kerjakan selanjutnya, di mana dia menggunakan suara yang penuh perhatian dan lembut seperti di lagu-lagunya bersama The Walker Brothers untuk menggelapkan dan menumbangkan pop.

Sejak itu, Walker lebih jarang merilis musik baru, tetapi musik yang dirilisnya sering kali merupakan karya penting. Di Climate of Hunter (1984), dia memperbarui suaranya agar sesuai dengan pop digital di dekade tersebut, menciptakan rock lembut yang menghadirkan suasana tersendiri; Tilt (1995) menampilkan ballad yang cepat dan eksperimental. The Drift (2006) – yang terkenal berisi suara daging yang dipukuli – menjadi salah satu karya terakhirnya, termasuk kolaborasi di tahun 2014 bersama band avant-metal Sunn O))), Soused.

Dia juga menulis sejumlah scoring, termasuk untuk dua film terbaru karya Brady Corbet, The Childhood of a Leader dan Vox Lux. Di tahun 2006, sebuah film dokumenter, 30 Century Man, dibuat tentang Walker – David Bowie menjadi produser eksekutif film itu, di mana Bowie tampil bersama testimoni dari Jarvis Cocker, Damon Albarn dan Brian Eno. “Siapa yang tahu tentang Scott Walker?” Bowie bertanya-tanya di film itu, mengacu pada gaya hidup Walker yang relatif tertutup.

Scott Walker komposeri Vox Lux, film layar lebar dibintangi oleh Natalie Portman

Walker justru merasa dirinya terus mengasah karyanya. “Saya bisa menilai album-album itu,” katanya kepada The Guardian di 2018. “Bukan album yang awal, karena saya sudah tidak ingat lagi, tetapi saya bisa mengatakan tingkat keberhasilan, misalnya, Tilt, adalah sekitar – dari apa yang ingin saya dapatkan – 65 persen. Dan kemudian album berikutnya 75 persen, dan terus sampai saya merilis Soused, yang sangat sempurna.”

Scott Walker meninggalkan partnernya, Beverly; anak perempuannya, Lee; dan cucu perempuannya, Emmi-Lee

Beberapa artis lain turut memberikan penghormatan. Cosey Fanni Tutti mengatakan hal ini “sangat menyedihkan,” Midge Ure menggambarkannya sebagai “pria dengan suara mahoni,” sementara produser Nigel Godrich menuliskan bahwa Walker “benar-benar salah satu orang hebat.”

Pernyataan 4AD melanjutkan: “Dari idola remaja hingga ikon budaya, Scott meninggalkan warisan musik yang luar biasa bagi generasi mendatang; penulis lirik yang brilian dengan suara bernyanyi yang menghantui, dia adalah salah satu innovator yang paling dihormati di ujung tajam musik kreatif, yang pengaruhnya bagi banyak artis telah diakui secara bebas.”

Marc Almond menulis di Instagram bahwa ia “sangat sedih [dan] terkejut” mendengar berita tersebut. “Dia orang yang penuh teka-teki, misterius dan dengan beberapa rekaman terakhirnya, bagi saya, menyebalkan. Seorang jenius musik, eksistensial dan intelektual dan seorang bintang tepat dari zaman The Walker Brothers.”

Keterangan Foto Utama: Scott Walker. (Foto: via The Guardian)

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Efterklang Umumkan Album Pertama dalam 7 Tahun

Efterklang Umumkan Album Baru Setelah 7 Tahun

Tonton video musik “Vi er uendelig” dari Altid Sammen. Trio asal Denmark, Efterklang, kembali tahun ini dengan Altid Sammen. Album pertama mereka sejak

on Jun 12, 2019