×
×

Search in Mata Mata Musik

Selain Eksplorasi Secara Massif, Album KAUSA “Una In Perpetuum” Bertambah Buas!

Posted on: 10/13/20 at 11:00 am

Selain Eksplorasi Secara Massif, Album KAUSA "Una In Perpetuum" Bertambah Buas!

Sebagai band yang berbasis heavy metal dan punk rock, KAUSA termasuk band yang gemar berpetualang secara musikal. Dan kini mereka menganalogikan diri mereka sebagai gerombolan gagak hitam yang beranjak terbang meninggalkan kenyamanan sarang mereka di album pertama. Sepuluh lagu di album kedua Kausa yang berjudul Una In Perpetuum ini seperti ingin menegaskan bahwa mereka nggak pernah puas dan nggak mau terikat pada satu genre. Oleh karena itu eksplorasi secara massif dilakukan mereka di album ini yang menghasilkan sebuah album yang berbeda dengan album pertama mereka.

Baca juga: 10 Rekomendasi Lagu Rock & Metal Dari Playlist MMM Bulan September 2020

Di album kedua ini mereka menyuguhkan musik yang lebih cadas dan penjelajahan lirik yang lebih berani. Intonasi vokal yang dipilih Luks juga jauh berbeda dari karakternya di band manapun dia berada sebelum Kausa (Waiting Room, Superglad, di antaranya). Di album ini Luks seperti menemukan taman bermain baru untuk jelajah vokalnya tanpa meninggalkan karakter khasnya yaitu harmonisasi bernyanyi. Dari segi lirik juga goresan tulisannya terasa lebih tajam menyentuh semua aspek dalam kehidupan.

Artwork cover album Kausa Una In Perpetuum.
Artwork cover album Kausa Una In Perpetuum.

Dari sisi riff-riff gitar Fafa pun terasa peleburan antara garukan thrash metal, stoner rock dan post-rock. Melodi-melodi ringan di album pertama pelan-pelan ditinggalkan dan mulai menjamah nada-nada yang lebih berat, saling bersautan dengan suara gitar dari Luks.

Dram dan bass di album ini juga menawarkan nada-nada baru yang nggak sama dengan album pertama, terlebih pada sisi dram. Ivan melakukan banyak eksperimen di 10 trek album ini, ketukan-ketukan dram yang sebelumnya nggak doi mainkan di album pertama coba doi lampiaskan di album ini. Danar sebagai bassis penjaga tempo mencoba bersanding harmonis dengan ketukan-ketukan dram Ivan.

Sepuluh lagu di album ini mencoba bercerita tentang sisi-sisi kehidupan, ketidakadilan, bencana, perbudakan, kehidupan dan optimisme. Menjelang perilisan album ini, Kausa telah merilis single dari album ini yang berjudul ‘Strata Setara’. Mereka memutuskan untuk merilis terlebih dahulu single tersebut sebagai sinyal tanda bahaya terhadap hadirnya album full length kedua mereka. Secara garis besar sepertinya semua personil mencoba sesuatu yang baru yang lebih menyenangkan yang bisa membuat keterikatan antar mereka lebih kuat sebagai satu kesatuan selamanya seperti makna judul album ini, Una In Perpetuum.

Baca juga: Fakecivil “Resistensi Musik Bejat”: Thrash Sebagai Amplifier Kemarahan

Una In Perpertuum dirilis pada 9 Oktober 2020 di bawah bendera label rekaman Eyewitness Records, di tanggal yang sama merilis video musik single utama yang berjudul ‘JANGAN DIAM !!! HANTAM !!!’ yang bisa ditonton melalui kanal YouTube Kausa sekarang! Yup, sekarang!

Sumber: Siaran Pers
Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Jon Schaffer

Jon Schaffer (Iced Earth) Ditangkap Dengan 6 Dakwaan Pasca Kerusuhan U...

Jon Schaffer. (Foto: Roberto Schmidt/AFP via Getty Images). Setelah dicap sebagai TO (Target Operasi) yang masuk DPO (Daftar Perburuan Operasi) FBI dan Poli

on Jan 18, 2021
Musisi Alih Profesi

10 Musisi Rock Yang Meninggalkan Musik Demi Mengejar Karier Lain

Ki-ka: Dave Rowntree (Blur), Greg Graffin (Bad Religion), Dan Spitz (eks-Anthrax)/insert foto, Terry Chimes (eks-The Clash). Mengejar atau meniti karier mus

on Jan 17, 2021
Sylvain Sylvain

Gitaris Legendaris New York Dolls, Sylvain Sylvain Wafat Di Usia 69 Ta...

Sylvain Sylvain. (Foto: via Twitter/@Stevestevens). Sylvain Sylvain, gitaris dan pianis band proto-punk glam rock legendaris New York Dolls, meninggal dunia

on Jan 16, 2021
Descendents

Descendents ‘Say Goodbye’ Ke ManPres Donald Trump Via Single Baru ...

Descendents. (Foto: Kevin Scanlon). Band punk rock legendaris Descendents mengucapkan selamat tinggal kepada (mantan) Presiden Donald Trump dengan lagu baru

on Jan 15, 2021