×
×

Search in Mata Mata Musik

‘Selamat Malam’, Pesan Terakhir Goo Hara Sebelum Ditemukan Tewas

Posted on: 11/25/19 at 9:45 am

“Selamat malam,” itulah pesan terakhir yang ditinggalkan bintang K-Pop Goo Hara sebelum ditemukan meninggal dunia di rumahnya, hanya beberapa minggu setelah meluncurkan kampanye anti-cyber bullying. Kabar meninggalnya mantan personil KARA ini hadir enam bulan setelah ia dilaporkan melakukan percobaan bunuh diri. 

Artis berusia 28 tahun ini ditemukan tidak bernyawa di kediamannya di area Cheongdam-dong, Seoul kemarin (24/11) sekitar pukul 18:00 waktu setempat. Menurut kepolisian Gangnam, kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

Baca Juga: Absennya BTS di Nominasi Grammy 2020 Tuai Berbagai Tanda Tanya

Goo Hara IG
Postingan terakhir Goo Hara di Instagram.

Sebelum kematiannya, pada pertengahan bulan ini Goo Hara menggelar tur comeback di Jepang untuk single solo terbarunya “Midnight Queen,” yang dirilis bulan September. Ia diketahui memulai karier solonya pada tahun 2015 lewat EP Alohara.

Beberapa hari sejak keluar dari rumah sakit pasca upaya bunuh diri pada Mei lalu, penyanyi sekaligus aktris ini aktif menyuarakan kampanye anti-cyber bullying dan meminta para fans untuk memberikan komentar yang lebih positif di media sosial. 

Sama seperti kali ini, Goo Hara juga sempat meninggalkan pesan terakhir di media sosial yang berisikan “Selamat tinggal” sebelum ditemukan tidak sadarkan diri di apartemennya pada 30 Mei dan dilarikan ke rumah sakit.

“Saya mohon maaf karena sudah menimbulkan kekhawatiran dan keributan,” ucap Goo Hara kepada Sankei Sports beberapa hari setelah insiden tersebut, “Dalam hal kesehatan, saya sedang dalam pemulihan … Belakangan ini saya menderita karena sejumlah masalah yang tumpang tindih.”

Ia menambahkan: “Tapi mulai sekarang, saya akan menguatkan hati saya dan berusaha hidup sehat.” 

Baca Juga: IU Luncurkan EP Love Poem, Bonus VM “Blueming” & “Above the Time”

Goo Hara KARA
Youngji, Gyuri, Seungyeon dan Goo Hara dari KARA. Foto: WireImage

Sejak bulan September tahun lalu, Goo Hara menjadi perbincangan utama setelah perseteruannya dengan sang mantan, Choi Jong-Bum—yang diduga mengancam akan merilis rekaman seks mereka tanpa persetujuan Goo Hara—menjadi viral.

Ia juga pernah diinterogasi polisi karena diduga menyerang Choi. 

Publik Korea Selatan, khususnya yang terlibat dalam gerakan #MeToo, sangat simpatik terhadap Goo Hara dalam kasus hubungannya dengan Choi.

Goo Hara bukan artis pertama yang merasakan tekanan intens dari profesinya di industri K-Pop yang terkenal kontroversial.

Pada 14 Oktober lalu, teman dekat Goo Hara dan mantan personil girl group f(x), Sulli ditemukan tewas di apartemennya setelah berjuang melawan ‘depresi berat’. 

Kematian Sulli terjadi sebulan setelah ia memicu kontroversi karena tidak sengaja menampilkan payudaranya di Instagram, yang menyebabkan beberapa pihak untuk terus-menerus menyerang Sulli di dunia maya.

Sulli
Sulli, teman dekat Goo Hara, terlebih dulu tutup usia pada 14 Oktober lalu.

Bahkan, penyanyi pop ini dilaporkan harus menangguhkan karier musiknya karena perundungan yang dialaminya di negara yang konservatif seperti Korea Selatan.

Sulli ditemukan oleh manajernya, dan pada saat itu polisi mengatakan kemungkinan terbesar penyebab kematiannya adalah bunuh diri. 

Dalam sesi Instagram Live tak lama setelah kematian Sulli, Goo Hara menyampaikan pesan yang mendalam dan berduka atas kepergian teman dekatnya tersebut. 

Bintang K-pop seperti Goo Hara dan Sulli bergabung dengan agensi hiburan di usia yang sangat muda—biasanya di awal atau pertengahan masa remaja—dan hidup mereka kemudian diambil alih oleh serangkaian program latihan bernyanyi dan menari yang tidak hanya memberi tekanan pada fisik tetapi juga mental artis. 

Kematian Sulli mengingatkan publik akan kematian bintang K-pop lainnya, Kim Jonghyun, yang bunuh diri pada Desember 2017 setelah menderita depresi.

Dalam pesan terakhirnya, personil SHINee tersebut menuliskan: “Saya hancur dari dalam … Depresi yang perlahan menggerogoti saya akhirnya menghabisi saya, dan saya tidak bisa mengalahkannya.”

Kematiannya menyebabkan kepedihan mendalam bagi jutaan penggemar di seluruh dunia dan memusatkan perhatian pada industri musik K-pop. 

Fans Jonghyun
Beberapa penggemar terlihat menangis saat kematian Jonghyun di 2017. Foto: AFP/Getty Images

Tidak sedikit bintang K-pop yang menghadapi tekanan luar biasa untuk selalu tampil dan berperilaku sempurna di industri yang didorong oleh fandom—kelompok penggemar yang terorganisasi yang menghabiskan banyak waktu dan uang mereka untuk membantu bintang favorit mereka sukses di tangga lagu dan menyerang saingan mereka.

Sebagai imbalannya, para bintang diharapkan untuk melangkah dengan penuh hati-hati di industri di mana penggemar mereka saat ini bisa saja menjadi kritikus terbesar mereka di kemudian hari jika mereka gagal memenuhi ekspektasi atau ‘mengkhianati’ penggemar tersebut.

Penggunaan narkoba atau berkendara dalam keadaan mabuk dipandang sebagai perusak karier, sementara perilaku yang membuat ‘gempar’, seperti tidak tersenyum di acara publik, bisa dikritik selama bertahun-tahun.

Banyak artis yang terus-terusan dikejar paparazzi dan penggemar yang membagikan atau menjual setiap detail dari kehidupan sehari-sehari mereka ke dunia maya untuk konsumsi publik. 

Goo Hara
Goo Hara dalam sesi tandatangan di COEX pada Juli 2015. Foto: Getty Images

“Para ‘idola’ ini sebenarnya hidup dalam akuarium dan ditekan untuk menampilkan wajah yang bahagia dan penuh senyum sekaligus bersikap baik setiap waktu,” jelas pengamat budaya Kim Seong-Soo, yang menambahkan tekanan itu dapat “melumpuhkan mereka secara emosional.”

Kim Seong-Soo lanjut menerangkan, tantangan seperti itu sudah biasa terjadi di kalangan selebritas di seluruh dunia tetapi paling kuat dampaknya di Korea Selatan, negara yang memiliki salah satu internet tercepat dan penggunaan smartphone tertinggi di dunia, serta masyarakat yang menuntut kesempurnaan.

Ia menambahkan, tabu seputar kesehatan mental menghalangi banyak orang termasuk selebriti untuk mencari bantuan profesional.

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Park Gyuri

Park Gyuri Eks-Kara Minta Maaf Setelah Pesta di Diskotik Zona Merah Co...

Han Seung-yeon, Nicole Jung, Koo Hara, Park Gyuri dan Kang Jiyoung dari grup K-pop yang sudah tidak aktif, Kara. (Foto: AFP). Seorang mantan bintang K-pop t

on May 14, 2020
Kematian Goo Hara

Kematian Goo Hara Jadi Bukti Timpangnya Sistem Peradilan Korea

Di Korea Selatan, kematian Goo Hara memicu amarah publik seputar kejahatan seksual terhadap perempuan dan persepsi luas bahwa penegak hukum telah gagal mengat

on Nov 28, 2019
IU

Kondisi IU Dikhawatirkan Pasca Kematian Goo Hara & Sulli

Berita tentang kematian bintang K-pop lainnya akibat bunuh diri tiba hari Minggu kemarin setelah Goo Hara ditemukan tidak sadarkan diri di lantai apartemennya

on Nov 27, 2019
Goo Hara

Goo Hara Sempat Bantu Reporter Ungkap Skandal Jung Joon Young

Pasca kematian Goo Hara pada hari Minggu kemarin (24/11), jurnalis SBS funE bernama Kang Kyung Yoon mengungkapkan detail mengejutkan tentang mantan personil Ka

on Nov 27, 2019