×
×

Search in Mata Mata Musik

Sengatan SCORPIONS & WHITESNAKE Mengguncang JogjaROCKarta Festival 2020 Bag. 1

Posted on: 03/4/20 at 9:00 am

Scorpions menjadi highlight JogjaROCKarta Festival 2020.
Scorpions menjadi highlight JogjaROCKarta Festival 2020.

Perhelatan JogjaROCKarta international rock music festival edisi ke-4 yang digelar pada hari Minggu, 1 Maret 2020 lalu di Stadion Kridosono, Yogyakarta sudah selayaknya terbilang sangat sukses. Bahkan kali ini merupakan yang terbesar, termegah dan terbanyak jumlah penontonnya ketimbang edisi-edisi sebelumnya yang juga menampilkan nama-nama besar di industri musik rock dan metal, dari nasional hingga internasional. Sebut saja Dream Theater, Megadeth, Extreme, Power Trip yang pernah menjajal kehebatan panggung JogjaROCKarta Festival yang pertama kali digelar sejak 2017 lalu. Oh ya?

Ya. Rajawali Indonesia selaku promotor JogjaROCKarta Festival 2020 terbukti konsisten menampilkan para headliners yang memiliki basis fans besar di kancah musik rock dunia. Dengan memboyong dua supergrup hard rock legendaris sekaligus, yakni Scorpions dan Whitesnake sebagai daya magnetik utama perhelatan musik akbar tahun ini memang keputusan yang jitu dalam strategi bisnis pertunjukan. Ditambah lagi penampilan memukau dari band folk hard rock kebangsaan Mongolia, The Hu dan sederet band cadas Tanah Air tersohor di scene genrenya masing-masing, yakni God Bless, Powerslaves, Death Vomit, Navicula, dan Kelompok Penerbang Roket. Meski sempat dibayangi wabah virus Corona yang merebak wilayah Asia, untungnya, manajemen Scorpions dan Whitesnake berhasil diyakini promotor tentang kondisi yang masih kondusif di Yogyakarta.

Baca juga: Sengatan SCORPIONS & WHITESNAKE Mengguncang JogjaROCKarta Festival 2020 Bag. 2

Untuk mendukung kemegahan salah satu festival musik rock terbesar di Asia Tenggara edisi ke-4 ini, pihak promotor menggunakan panggung raksasa berukuran 34 x 12 meter, ditambah tata lampu yang lebih variatif, digital backdrop yang lebih besar dan menarik, serta tata suara yang begitu menggelegar. Dan ada sedikit perbedaan dari tata panggung tersebut, yaitu tambahan lidah panggung dengan ukuran panjang 9 meter. “Penambahan lidah panggung ini atas permintaan khusus dari pihak Scorpions, tentunya akan berbeda dari tahun sebelumnya,” ujar founder JogjaROCKarta Festival dan CEO Rajawali Indonesia Anas Syahrul Alimi seperti yang tertulis di press release.

Ikatan Kuat Scorpions dan Indonesia

Scorpions konferensi pers Jogjarockarta 2020.
Bakkar Wibowo, Anas Syahrul Alimi bersama Scorpions di konferensi pers.

Sabtu (29/2/2020) jam 11 siang, Mata Mata Musik mendarat di Yogyakarta, H-1 penyelenggaraan festival rock kebanggaan kota Gudeg ini. Setelah check-in hotel, pukul 14:30 wib kami menghadiri undangan konferensi pers JogjaROCKarta Festival 2020 di Eboni Hotel Tentrem. Hotel berbintang lima ini adalah di mana para personil Scorpions dan Whitesnake beserta rombongannya menginap sejak mereka tiba sehari sebelumnya. Terlihat ramai para awak media yang memenuhi ruangan Eboni menandakan antusiasme yang tinggi untuk penyiaran berita event akbar ini. Bagaimana tidak, di undangan tertulis akan menghadirkan narasumber Scorpions dan Whitesnake selain para petinggi Rajawali Indonesia, perwakilan sponsor dan band-band lokal. Namun sayang, Whitesnake tidak dapat menghadiri acara jumpa pers ini karena satu dan lain hal.

Acara ini berlangsung sangat seru dan informatif, terutama di sesi tanya-jawab dengan seluruh personil Scorpions. Dari semua percakapan, yang menjadi highlight adalah saat vokalis Scorpions, Klaus Meine dan gitaris Rudolf Schenker bernostalgia setelah ditanya apa yang mereka ketahui tentang Indonesia. Indonesia sepertinya banyak meninggalkan kenangan di hati Scorpions, khususnya Klaus Meine dan Rudolf Schenker.

Rudolf Schenker, Mikkey Dee, Klaus Meine.
Rudolf Schenker, Mikkey Dee, Klaus Meine.

Ternyata, sejak kecil Klaus Meine sudah tahu tentang Indonesia. Saat itu, dirinya diajak orangtuanya untuk menonton sebuah sirkus di kota kelahirannya, Hanover, Jerman. Dalam pertunjukan sirkus itu, juga ada pertunjukan musik yang menampilkan The Tielman Brothers, band rock and roll asal Indonesia. Mereka muncul sebelum Elvis Presley maupun The Beatles.

“Waktu kecil saya nonton sirkus bintang. Ada sebuah band di sirkus itu, yaitu The Tielman Brothers sebelum Elvis, atau The Beatles,” ujar Klaus Meine mengenang.

Ia menyebut The Tielman Brothers adalah salah satu band berkualitas. Band yang terbentuk pada 1947 di Indonesia itu bisa mendunia dan terkenal di Eropa sejak mereka hijrah ke Belanda pada 1957. “Ini band yang luar biasa,” kata Klaus Meine. The Tielman Brothers awalnya digawangi oleh Andy Tielman (vokal, gitar), Reggy Tielman (gitar), Ponthon Tielman (bass), dan Loulou Tielman (dram). Mereka adalah anak dari Herman Tielman yang berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur dan Flora Lorine Hess. Mereka menjadi salah satu pionir genre musik rock and roll di Belanda pada dekade 50-an jauh sebelum The Beatles dan The Rolling Stones.

Klaus Meine.
Klaus Meine.

Bagi Scorpions konsernya di JogjaROCKarta menjadi kesekian kalinya mereka menginjakan kakinya di Bumi Pertiwi. Sebelumnya ikon rock Jerman ini pernah bermain di Bandung pada 2001 silam, namun saat itu mereka hanya bermain dengan format akustik. Setelah itu pada 2004 mereka juga sempat singgah ke Indonesia untuk bermain di Jakarta dan Bali.

“Kami pernah tampil di Indonesia, di Jakarta, Bandung, dan Bali, dan baru kali pertama di Yogyakarta,” ujar Rudolf Schenker.

Rudolf Schenker.
Rudolf Schenker.

“Kami datang beberapa kali ke Indonesia, kami pernah bermain di Jakarta, Bali dan Bandung. Kami selalu senang untuk dapat bermain di Indonesia. Saya pikir kami mempunyai banyak fans di Indonesia selama bertahun-tahun,” ungkap Klaus Meine. “Saya ingat, dulu pada tahun 1990 saya dan Rudolf juga pernah diundang dalam ‘East Meets West Festival’ di Bali,” sambung vokalis yang sempat menjalani operasi batu ginjal di tengah jadwal tur Australianya Scorpions beberapa hari sebelum ke Indonesia.

Baca juga: Sengatan SCORPIONS & WHITESNAKE Mengguncang JogjaROCKarta Festival 2020 Bag. 3

Sedikit bernostalgia, jauh sebelum kedatangan Scorpions di Indonesia, mereka berdua ternyata juga pernah berkolaborasi dengan musisi Indonesia. “Dan saat itu bersama Titiek Puspa serta James F. Sundah kami pernah menciptakan lagu bersama berjudul ‘When You Came Into My Life’ yang juga menjadi salah satu lagu di album Scorpions. Jadi, Indonesia selalu menjadi hal yang luar biasa,” ungkap Klaus Meine lagi-lagi mengenang.

Scorpions ki-ka: Rudolf Schenker, Mikkey Dee, Klaus Meine, Matthias Jabs, Pawel Maciwoda.
Scorpions ki-ka: Rudolf Schenker, Mikkey Dee, Klaus Meine, Matthias Jabs, Pawel Maciwoda.

Di akhir acara jumpa pers, Klaus Meine pun berharap agar penampilan mereka berjalan lancar. Ia juga menyampaikan salam dari vokalis Whitesnake, David Coverdale, yang tidak bisa hadir dalam acara ini.

“Semoga besok cuaca bagus dan bisa berpesta bersama. David juga menyampaikan salam buat kalian. Whitesnake adalah teman lama kami,” pungkas Klaus Meine.

Bersambung…

Penulis & Editor: Dharma Samyayogi
Foto-foto: Adi Wirantoko

Mata Mata Musik's Newsletter

Related Posts

Scorpions live at JogjaROCKarta 2020.

SCORPIONS - Still Loving You (Live at JogjaROCKarta Festival 2020)

https://youtu.be/qV7j-EgY7tY Scorpions memainkan lagu slow rock ballad 'Still Loving You' di panggung JogjaROCKarta Festival 2020. Nggak usah mencela dahu

on Mar 8, 2020
Whitesnake thumbnail.

WHITESNAKE - Is This Love (Live at JogjaROCKarta 2020)

https://youtu.be/9qIYgdFJmGo Whitesnake memainkan lagu slow rock ballad 'Is This Love' di panggung JogjaROCKarta Festival 2020. Berhubung peraturan dari p

on Mar 8, 2020
JogjaROCKarta Festival 2020

JogjaROCKarta Festival 2020 Highlights (Recap Video)

https://youtu.be/H0yFdC9fiVk Perhelatan JogjaROCKarta Festival 2020 yang ke-4 ini sukses digelar pada 1 Maret 2020 di venue yang sama, Stadion Kridosono,

on Mar 7, 2020
Pawel, Rudolf, Matthias, Klaus (Scorpions).

Sengatan SCORPIONS & WHITESNAKE Mengguncang JogjaROCKarta Festival...

Scorpions sukses membuat penonton susah move on JogjaROCKarta 2020. The Hu dan Powerslaves Pasca break Magrib, acara dilanjutkan oleh The Hu ya

on Mar 4, 2020