×
×

Search in Mata Mata Musik

Seorang Fanatik Black Metal Divonis 25 Tahun Penjara Setelah Membakar 3 Gereja

Posted on: 11/4/20 at 10:30 am

Seorang Fanatik Black Metal Divonis 25 Tahun Penjara Setelah Membakar 3 Gereja
Holden Matthews. (Foto: via Louisiana Office of State Fire Marshall).

Wah ini sih go-kill banget, bray. Entah apa yang memotivasi atau setan apa yang merasuki jiwa cowok fanatik musik black metal yang satu ini. Apakah doi ingin menjadi “the next Varg Vikernes” yang dikenang sepanjang masa alias melegenda lantaran sensasi kontroversial yang diciptakannya di Norwegia dua dekade silam?

Baca juga: 10 Film Dokumenter Musik Revolusioner Yang Oke Ditonton Selama Social Distancing

Holden Matthews, yang membakar tiga gereja tahun lalu yang memiliki tujuan untuk “meningkatkan profilnya sebagai musisi black-metal”, divonis hukuman 25 tahun penjara pada hari Senin, 2 Oktober. Pria asal Louisiana, Amerika Serikat (AS) berusia 23 tahun itu juga diperintahkan untuk membayar US$ 2,6 juta (sekitar Rp 36,7 miliar) sebagai biaya ganti rugi ke gereja-gereja yang hangus dan rusak.

Seperti diberitakan sebelumnya, Matthews, yang bermain bass di band Vodka Vultures, harus siap menghadapi hukuman antara 10 dan 70 tahun penjara karena membakar tiga gereja yang didominasi orang kulit hitam pada musim semi 2019. Menurut pernyataan tentang vonis dari Jaksa Penuntut AS Alexander Van Hook, “Matthews mengaku melakukan pembakaran karena karakter religius bangunan ini, dalam upaya untuk mengangkat profilnya sebagai musisi ‘Black Metal’ dengan meniru kejahatan serupa yang dilakukan di Norwegia pada 1990-an”.

Aksi brutal Matthews dilaksanakan hanya beberapa bulan setelah dirilisnya film Lords of Chaos, sebuah film biopik yang mencakup kisah dan aksi-aksi brutal yang nyata dari band black metal Norwegia, Mayhem. Varg Vikernes, pentolan Burzum yang sempat menjadi anggota Mayhem, menjalani hukuman penjara bertahun-tahun karena membakar gereja dan membunuh rekan bandnya, gitaris dan pendiri Mayhem, Øystein “Euronymous” Aarseth.

Seperti yang dilaporkan Associated Press, Matthews “mengaku bersalah di pengadilan federal atas tiga tuduhan melanggar Undang-Undang Pencegahan Arson Gereja dan salah satu menggunakan api untuk melakukan kejahatan federal”.

Rupanya, Matthews telah menyatakan penyesalan atas tindakannya, dengan Pengacara Acadiana melaporkan bahwa doi meminta maaf kepada hakim dan pendeta gereja, mengatakan kepada mereka bahwa doi telah memulihkan imannya kepada Tuhan.

Sementara dalam kasus federal ditentukan bahwa ras bukanlah motif, Asisten Jaksa Agung Eric Dreiband menunjukkan signifikansi sejarah dan budaya dari gereja-gereja tersebut, dengan menyatakan, “Gereja-gereja ini menelusuri asal-usul mereka hingga periode Rekonstruksi pasca-Perang Saudara dan, selama beberapa generasi, adalah tempat bagi sebagian besar orang Kristen Afrika-Amerika untuk berkumpul, berdoa, beribadah, dan merayakan iman mereka. Gereja-gereja tersebut bertahan selama hampir 150 tahun tetapi nggak selamat dari tindakan berlandaskan kebencian sang terdakwa yang menyesatkan ini”.

Sejauh ini, Matthews telah mendekam di balik jeruji besi selama 18 bulan. Hakim juga meminta agar berikutnya Matthews ditempatkan di penjara dekat keluarganya dan doi mendapat konseling untuk penyalahgunaan zat terlarang dan perawatan kesehatan mental.

Baca juga: Divonis Main Musik Setan, Band Metal Iran ARSAMES Ditangkap, Dipenjara 15 Tahun

Selain tuduhan federal yang disebutkan di atas, Matthews mengaku bersalah atas tuduhan negara federal termasuk tiga tuduhan kejahatan rasial dan tiga tuduhan pembakaran. Hukumannya untuk kejahatan negara federal juga dijadwalkan pada hari Senin, tetapi ditunda, belum ada tanggal baru yang dijadwalkan.

Penerjemah & Editor: Dharma Samyayogi

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Choria

    Jelang Album "A Dismal Repertoire", Pasukan Kegelapan Choria Lepas Sin...

    Choria. (Foto: Rio Blaze). Menyusuri malam yang sunyi dan dingin, menembus halimun dalam penantian panjang yang berujung pengorbanan. Itulah lanskap yang co

    on Feb 21, 2021
    Nergal

    Pentolan Behemoth, Nergal Kembali Terseret Kasus Penistaan Agama Di Po...

    Nergal (Behemoth). (Foto: via NME). Vokalis merangkap gitaris Behemoth, Adam Darski yang beken dengan nama panggung Nergal, telah kembali terseret ke dalam

    on Feb 17, 2021
    Album Hard Rock & Heavy Metal Terbaik

    MataMata Musik: Top 20 Album Hard Rock & Heavy Metal Terbaik Tahun 202...

    Meski 2020 merupakan tahun paling bangsat bagi 99% populasi manusia di Bumi (1% lagi yang nggak kena dampak kehancuran, yang berpesta di atas penderitaan j

    on Dec 31, 2020
    Deafheaven

    Rayakan Satu Dekade, Unit Post-Metal Deafheaven Rilis Album Live "10 Y...

    Deafheaven. (Foto: Bobby Cochran). Band post-metal kelahiran San Fransisco, Amerika Serikat (AS), Deafheaven telah merilis album studio live baru mereka yan

    on Dec 5, 2020