×
×

Search in Mata Mata Musik

Seorang Pria Didakwa Terkait Kematian Mac Miller

Posted on: 09/11/19 at 10:30 am

Pengaduan tindak pidana menyatakan Cameron James Pettit diduga memasok Max Miller dengan pil Oxycodone palsu yang mengandung Fentanyl.

Baca Juga: Penyebab Kematian Mac Miller Terungkap

Jaksa penuntut federal mendakwa seorang pria asal Hollywood Hills sehubungan dengan kematian bintang hip-hop Mac Miller, yang ditemukan tewas akibat overdosis obat-obatan hampir setahun yang lalu, menurut pengaduan tindak pidana federal yang diungkapkan pada hari Rabu (4/9).

Pengaduan tindak pidana setebal 42 halaman yang diajukan di Distrik Tengah California menuduh Cameron James Pettit (28) memasok Miller dengan pil Oxycodone palsu yang mengandung Fentanyl. Miller diketahui meminta diberikan “percs,” kependekan dari Percocet, jenis obat penghilang rasa sakit yang mengandung oxycodone.

Rapper tersebut ditemukan tidak sadarkan diri di kediamannya di Studio City pada 7 September 2018. Penyebab kematiannya tercatat sebagai kecelakaan, meskipun tim dokter kemudian memutuskan penyebab kematiannya overdosis alkohol, kokain dan Fentanyl.

Penyelidik yang melakukan penggeledahan di banyak lokasi, menemukan kantong plastik berisi pil yang diduga dipasok oleh seorang tunasusila dan mucikari. Dua hari sebelumnya, Pettit mengantarkan pil Oxycodone palsu ke Miller yang mengandung Fentanyl, kokain dan Xanax.

Pihak berwenang menduga Miller meninggal setelah menghirup obat penghilang rasa sakit palsu tersebut, menurut pernyataan Drug Enforcement Administration (DEA).

“Kami aktif menargetkan para pengedar narkoba yang bertanggung jawab atas perdagangan fentanyl ilegal, yang telah menjadi aspek paling mematikan dari epidemi opioid,” kata Jaksa Nick Hanna. “Kami berkomitmen memperlambat jumlah kematian akibat overdosis dan menuntut mereka yang bertanggung jawab menyebarkan opioid paling berbahaya ini.”

“Fentanyl yang disamarkan sebagai obat asli adalah pembunuh,” kata Hanna, “yang dibuktikan setiap harinya di Amerika. Obat-obatan yang dicampur dengan fentanyl murahan dan berdosis tinggi semakin umum di masyarakat, dan kami berjanji pada para korban dan keluarga mereka untuk secara agresif menargetkan pengedar narkoba yang menyebabkan kematian akibat overdosis ini.”

Dalam pengaduan tindak pidana, tercantum pesan langsung (direct message) di Instagram antara Pettit dan beberapa orang lainnya seputar kematian Miller. “Saya rasa saya seharusnya tidak memposting apa pun … agar tidak mencurigakan,” kata Pettit dalam salah satu pesannya.

Saat ditanya dalam pesan lainnya terkait kondisinya, Pettit, yang dijatuhi pasal distribusi zat yang dikendalikan, diduga menulis, “Saya merasa tidak enak … Kemungkinan besar saya akan mati di penjara.” Jika dinyatakan bersalah, DEA mengatakan Pettit akan menjalani hukuman maksimal 20 tahun di penjara federal.

Lahir di Pittsburgh dengan nama Malcolm McCormick, Miller mulai belajar memainkan piano, bass, gitar dan drum secara autodidak sewaktu kecil, sebelum beralih ke rap di bangku SMA.

Baca Juga: Lihat Aksi Mac Miller dan Thundercat di Tiny Desk Concert NPR

Miller, yang selama hidupnya buka-bukaan tentang perjuangannya melawan kecanduan, mendadak populer delapan tahun lalu lewat peluncuran mixtape-nya, K.I.D.S. (Kickin’ Incredibly Dope S—), yang membuatnya mendapat kontrak rekaman dengan Rostrum Records.

Beberapa bulan menjelang kematiannya, Miller sibuk mempersiapkan kebangkitan kariernya lewat album kelimanya, Swimming. Dia berencana mengadakan tur untuk mendukung perilisan album tersebut.

Dia juga sempat menjadi pusat pembicaraan majalah gosip pada Mei 2018 menyusul perpisahannya dengan bintang pop Ariana Grande.

Di bulan yang sama, dia ditangkap setelah menabrak tiang listrik, meninggalkan kendaraannya di lokasi kejadian dan kemudian terbukti melewati batas aman alkohol. Kantor Kejaksaan Distrik Wilayah Los Angeles mendakwanya dengan pasal mengemudi di bawah pengaruh minuman keras (DUI) dan tabrak lari sehubungan dengan insiden itu.

Keterangan Foto Utama: Mac Miller tampil di Los Angeles pada 2017 silam. (Foto: Rich Fury/Getty Images)

Mata Mata Musik's Newsletter

    Related Posts

    Pop-Punk

    Pop-Punk Kembali Berjaya Berkat 'Crossover' Hip Hop & Aksi Viral TikTo...

    Pop-punk sepak terjangnya mengalami lonjakan selama setahun terakhir dan kemungkinan seterusnya. Terbukti subgenre punk rock ini kembali merayap ke banyak

    on May 10, 2021
    Blow Up

    Mari Kita Sambut Blow Up: Konspirasi Rock Pas Band, Dewa 19, Purpose, ...

    Blow Up. (Foto: dok. Blow Up). Empat musisi dari band rock yang berperan penting pada genre spesifiknya masing-masing, berkonspirasi untuk mengibarkan bende

    on Jan 28, 2021
    Rage Against The Machine

    Rage Against The Machine Rilis "Killing In Thy Name", Film Dokumenter ...

    Rage Against The Machine. (Foto: dok. band). Musik Rage Against The Machine (RATM) telah menjadi latar yang sangat pas untuk peristiwa sosial-politik yang g

    on Jan 16, 2021
    Cosmicburp

    Cosmicburp Rilis Ulang Lagu Rap Rock Anti Diskriminasi 'Gaduh-Gaduh' Y...

    Cosmicburp. (Foto: dok. Cosmicburp). Produser musik dan penulis lagu asal Semarang, Cosmicburp, merilis kembali lagu 'Gaduh-Gaduh' versi orisinil pada 18 De

    on Jan 2, 2021